Home / Interdenominasi / Pelkes

Senin, 11 Juli 2022 - 19:28 WIB

Andi Widjajanto: Feminis Terasa Di Gereja, Romo Paschalis: Misi Gereja Harus Ke Dunia Bukan Ke Surga

Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto,. S.Sos., M.Sc

Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto,. S.Sos., M.Sc

JAKARTA, Arcus GPIB – Acara Semiloka yang diselenggarakan PMKI Dep. Pelkes GPIB Sabtu 9 Juli 2022 memberi banyak masukan batapa gereja harus benar-benar hadir tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi berorientasi keluar.

Sebagian peserta yang hadir dalam acara Semiloka yang diselenggarakan Dept. Pelkes GPIB

Harapan-harapan itu disampaikan narasumber yang punya kompetensi antara lain Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto, Ketua KKPMP Sumatera Romo Chrisantus Paschalis Saturnus, Direktur Eksekutif Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen di Indonesia (JKLPK) Amin Siahaan dan Penulis Buku “Yesus dan Wong Cilik” Pdt. Josef P. Widyatmadja.

Andi Widjajanto dlam kesemptan itu mangatakan, kedepan akan ada akan pergeseran-pergeseran sisi budaya, kebijakan yang lebih pro gender, lebih pro kepada aspirasi-aspirasi feminis. Di gereja juga mulai terasa, kalau melihat data pendeta semakin banyak pendeta perempuan.

Baca juga  Mari Masuki Perjamuan Kudus, Menggunakan Tata Ibadah  BNKP

Dalam tiga tahun terakhir ini beberapa inisiatif pemerintah mulai mengutamakan gendernya. Misalnya pemerintah sudah menyelesaikan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan sekarang sedang dibahas Kesehatan Ibu dan Anak.

Romo Chrisantus Paschalis Saturnus

Romo Chrisantus Paschalis Saturnus mengakatan, Gereja ada untuk dunia. Gereja harus peduli dan menjadi agen transformasi iman dan perbuatan. Mau menerima hal positif dari dunia dan menawarkan hidup Injili kepada dunia.

Kehadiran gereja di dunia semestinya mewartakan keselamatan bagi dunia. Perubahan Sejak Konsili Vatikan II menyebutkan sakramen keselamatan bagi dunia.

“Gereja mengalamatkan tugas serta misi perutusannya ke dunia, bukan ke surga, jadi keselamatan mengena pada realitas dunia dan menjawab hasrat terdalam manusia,” tandas Romo Paschalis

Menurutnya, rencana keselamatan dan hasrat manusia akan keadilan atau kesejahteraan berjumpa di dalam Gereja. Dimana relasi erat Gereja dan Dunia tak terpisahkan.

Baca juga  Dari Semiloka Pelkes: Gereja Bisa Hidup Tanpa Gedung, Tanpa Diakonia Gereja Mati

Mengutip apa yang pernah disampaikan Paus, Romo Paschalis mengatakan, Paus mencita-citakan Gereja yang lebih terbuka, yang mampu menampilkan diri sebagai sebuah budaya tandingan (counterculture) kontra Konsumerisme

Akar dari konsumerisme adalah kapitalisme tanpa kendali yang tengah menghancurkan dunia dan menebarkan malaikat maut ke segala penjuru kehidupan manusia.

Tak ada sistem sosial yang tidak tunduk pada imperatif ekonomi pasar bebas yakni profit. Yang tak mendatangkan profit dianggap tidak ada atau harus ditiadakan.

Dalam sebuah tatanan sosial yang tunduk pada logika profit sebagai prinsip sakral, term-term seperti solidaritas, keadilan sosial dan subsidiaritas tak mendapat tempat.

Kapitalisme berfungsi berdasarkan hukum rimba. Sistem kapitalisme telah menciptakan bentuk-bentuk perbudakan baru seperti sindikat perdagangan manusia untuk kepentingan tenaga kerja murah di Pabrik-Pabrik, prostitusi dan pekerja anak dibawah umur. /fsp

Share :

Baca Juga

Interdenominasi

Wow, GKST Punya 468 Jemaat dari Sulteng, Sulsel, Jakarta dan Hingga Bekasi

Pelkes

Tetap Jalankan Prokes!

Pelkes

Rangkaian Pembinaan Diberikan bagi Pos-pos Pelkes di Mupel Kaltim 2

Pelkes

Operasional, Morning Call & Night Call Tidak Tayang Lagi

Pelkes

Pdt Marthen Pimpin Tim Vaksinasi MS-GPIB Kembali Vaksinasi 200 Orang Santri

Pelkes

Sukacita Aktivitas Tim Pelkes di Bajem Maranatha Sebulu

Interdenominasi

Jelang 160 Tahun HKBP: Bah,…Punya Gereja Di Kuala Lumpur dan Amerika

Pelkes

Dr. Lenny Syafei, Sosok Dibalik “From Village To The World”