SINGKAWANG, Arcus GPIB – Peduli pada masalah ketahanan pangan di daerahnya dan pertanian pada umumnya tampak dari sosok politisi Partai Golkar ini. Untuk itu, kesiapan terus dilakukan tidak hanya kepada petani-petani yang sudah ada tapi bagaimana mempersiapkan anak-anak muda milenial agar semakin terlibat dalam pertanian.
Ia adalah Ratna Kalalembang, Anggota DPRD Berau dari Partai Golkar yang juga Presbiter di GPIB Hosiana Berau yang sudah dua periode masuk sebagai Politisi Golkar di daerahnya dan siap bertarung lagi untuk periode berikutnya.
Menurutnya, Berau Kalimantan Timur adalah salah satu kabupaten penyangga untuk Ibukota Nusantara (IKN). “Jadi kita tetap mensupport petani supaya tidak hanya mengandalkan batubara saja,” kata Ratna Kalalembang menjawab pertanyaan Frans S. Pong jurnalis Arcus GPIB, belum lama ini disela-sela Konferdal Germasa di Singkawang Kalbar.
Petani milenial sekarang, kata dia, tidak susah, peralatan cukup mudah diperoleh, bahkan bisa lewat aspirasi untuk membantu mereka. Tinggal bagaimana memenej, khususnya pertanian di bidang pangan supaya tidak berkekurangan ke depannya dan juga tidak hanya fokus kepada batubara saja.
Menurutnya, batubara ada waktunya dalam artian punya keterbatasan ketersediaan. Sementara lahan untuk pertanian masih luas. Untuk itu perlu terus disiapkan peralatan sehingga petani-petani tidak lagi bekerja dengan otot tetapi dengan teknologi modern.
“Traktor untuk menanam padi sudah ada, termasuk saat panen tidak perlu dengan tenaga. Meminimalisir tenaga manusia ke teknologi modern,” ujar Ratna.
Di Berau sendiri, kata Ratna, petani sudah menjalankan sistem pertanian modern walau masih ada yang bertahan dengan model tradisional. “Untuk itu dilakukan penyuluhan-penyuluhan dan kami sering turun ke lapangan memberikan pencerahan bahwa pertanian jangan ditinggalkan,” tandas Ratna.
Di sektor perkebunan, Ratna juga terus memperhatikannya dengan baik. Menutunya, di Berau Kaltim ada beberapa produk perkebunan yang terus dikembangkan antara lain Jagung. Sawit juga dikembangkan walau harganyan turun lagi. “Sawit itu harganya, hari ini naik besok bisa turun, fluktuasi,” kilah Ratna.
Di Berau Kaltim pertanian dan perkebunan masih menjadi andalan. Menurutnya, ada satu kampung yang diunggulkan. Untuk di Kabupaten Berau, semua Aparatur Sipil Negara (ASN) dihimbau untuk pakai produk dalam negeri. Beras pun tidak perlu mendatangkan dari luar.
Wanita dan Politik
Soal peran wanita dikancah nasional baik dalam perpolitikan ataupun bidang lain, Ratna mengatakan, wanita sekarang sudah tidak menganal lagi kungkungan-kungkungan karena sudah ada kesetaraan gender. Perempuan dan laki-laki saat ini berjalan bersama membangun bangsa melalui potensi-potensi yang dimiliki.
Menjawab pertanyaan soal masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, Ratna berpesan agar peran perempuan lebih maksimal di ranah pengambil keputusan di DPR ataupun di DPRD.
“Disitulah peran perempuan supaya ada didalam pengambil keputusan, khsusnya di legislatif. Perempuan harus pilih perempuan. Kaum laki-laki belum tentu ia memikirkan apa sih kebutuhan perempuan,” imbuh Ratna berpesan. /fsp