Home / Interdenominasi

Selasa, 9 Mei 2023 - 10:43 WIB

Di Forum ACELC, Pdt. Roberto Wagey:  Good Government Agar Kepemimpinan Gereja Bersih

Pdt. Roberto J.M. Wagey, M.Th Sekretaris 1 Majelis Sinode GPIB di forum Asian Church And Ecumenical Leader's Confrence (ACELC)

Pdt. Roberto J.M. Wagey, M.Th Sekretaris 1 Majelis Sinode GPIB di forum Asian Church And Ecumenical Leader's Confrence (ACELC)

JAKARTA, Arcus GPIB – Kegiatan Asian Church And Ecumenical Leader’s Confrence (ACELC) yang merupakan Program Christian Church Of Asia (CCA) sudah selesai.

Kegiatan ini dilaksanakan di Jakarta, 1 – 5 Mei 2023 kerjasama Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dengan host Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB).

Pdt. Roberto J.M. Wagey, M.Th Sekretaris 1 Majelis Sinode GPIB dihadapan peserta Asian Church And Ecumenical Leader’s Confrence (ACELC)

Pendeta Roberto J.M. Wagey, M.Th Sekretaris 1 Majelis Sinode GPIB, yang hadir sebagai peserta dipercayakan untuk berbagi firman Tuhan dalam Ibadah penutupan, dengan pelayan liturgi Pendeta Widyati Simangunsong-S, KMJ GPIB Paulus Jakarta.

Tema khotbah yang dibawakan Pendeta Roberto J.M Wagey adalah “God Uses Us To Make Everything Good Again” dengan bacaan Alkitab Genesis 1 verse 31a “And God saw every thing that he had made, and behold, it was very good…”

Khotbah memberikan pemahaman dan pembelajaran beriman yang sangat baik juga kritis, betapa segala sesuatunya yang dibuat TUHAN pada awalnya adalah baik menuju arah pertumbuhan dan perkembangan yang baik.

Baca juga  Mari Masuki Perjamuan Kudus, Menggunakan Tata Ibadah  BNKP

“Namun ketika dosa masuk kedalam dunia, maka berpotensi juga menuju arah yang tidak baik.  Hal ini dibuktikan dengan berbagai persoalan yang mengemuka saat ini,” kata Pendeta Roberto Wagey yang akrab disapa Berto ini

Dalam khotbahnya, Pendeta Berto mengatakan: “The Issue which has developed into a reality, shows the various damages, which not only damages the universe and the environment, but also damages the  social life, cultural, religious and politic.

 Wars among nations, tribes and religions, both ideologically as well as dogma and faith, leads to deep death and sorrow, mental damage, discrimination, the ravages of life, global crises, food crises, hunger and spiritual and physical death.”

Kerusakan yang diakibatkan ini juga terlihat dalam krisis penatalayanan Gereja yang seringkali tidak menjangkau persoalan diseputar issue realitas sosial, budaya, agama dan ekonomi, serta mereka yang mengalami krisis ekonomi, mereka yang haus dan lapar. Itulah sebabnya perlu kesungguhan hati dan keberanian untuk memberi diri dalam mengatasi persoalan-persoalan tersebut.

Baca juga  Dari Konferensi ACELC, Kepemimpinan Bukan Kekuasaan, Pakai Gaya Kristus   

Lebih jauh Pendeta Berto mengatakan: “I believe God is using this Conference to invite us,  all of us,  to look more seriously and concretely in one commitment  that is willing to completely give of ourselves as individuals, families,  church and institution to become a companion for all the renewing and restoration efforts of all creations.”

Dalam khotbahnya Pendeta Berto menutup dengan 2 ajakan  sekaligus pembelajaran Iman.

Pertama, kepada Institusi Gereja untuk melakukan ‘self improvement’ dalam kepemimpinan dan manajemen Gerejawi sehingga tercipta suatu good government atau pemerintahan gerejawi yang baik, bersih dan bertanggungjawab dalam melakukan pembaharuan dan pemulihan di dunia ini pada umumnya, dan di Asia pada khususnya.

Kedua, ajakan kepada setiap pribadi, keluarga, persekutuan orang-orang percaya, dan gereja sebagai institusi untuk melakukan pendampingan kepada sesama manusia dan ciptaan supaya pembaharuan dan pemulihan dapat terjadi dan kehidupan dapat berlangsung dengan baik sebagaimana TUHAN dari semulanya melihat segala sesuatu yang diciptakanNya adalah baik adanya “And God saw every thing that he had made, and behold, it was very good…”  (Genesis 1 Verse 31a). Amen.

 

 

Share :

Baca Juga

Interdenominasi

Atasi Kemiskinan, Rev. A. Joshuva Peter: Diakonia Ekumenis dan Kemitraan Multisektoral Cocok untuk Asia

Interdenominasi

Wow, GKST Punya 468 Jemaat dari Sulteng, Sulsel, Jakarta dan Hingga Bekasi

Interdenominasi

PGI Minta Semua Pihak Bijaksana Menyampaikan Pandangan Agama Di Ruang Publik

Interdenominasi

Beragama Tanpa Kepedulian: Pdt. David Sudarto: Tega

Interdenominasi

Konferensi ACELC Di Jakarta, Sekjen CCA Chunakara, Bangga Terhadap GPIB

Interdenominasi

“Wujudkan Isi Doa-doa Kita Kepada Tindakan Nyata, Ubah Kata-kata Menjadi Tindakan”

Interdenominasi

Gereja harus Menavigasi dalam Merawat Alam

Interdenominasi

Peluncuran Platform Digital KBB: Dari Soal Penodaan Agama Hingga Diskriminasi