Home / Interdenominasi

Rabu, 26 Juli 2023 - 11:27 WIB

Akhirnya Jadi Juga, Gedung Baru Primaya Hospital PGI Cikini Mulai Dibangun

Foto: Repro

Foto: Repro

JAKARTA, Arcus GPIB –  Akhirnya jadi juga. Pembangunan gedung baru Primaya Hospital PGI Cikini dimulai. Peletakan Batu Pertama  Rumah Sakit  tersebut dilakukan Selasa (25/7/2023). Ketua II Majelis Sinode GPIB Pendeta Manuel E. Raintung S.Si, MM mengawalinya dengan doa.

Seperti dilansir situs PGI, peletakan batu pertama dilakukan secara bersama-sama oleh Ketum PGI Pdt. Gomar Gultom, M.Th, Ketum Yakes PGI Cikini Brigjen TNI (Pur) dr. Alexander K. Ginting S.,Sp.P, CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali, CFA, FRM, Komut Primaya Hospital Prof. Dr. Yos E. Susanto, Komut PT. Oikohugis Fortuna Cikini Chris Kanter, Dir. Tata Kelola Pelkes Kemenkes RI dr. Sunarto, M.Kes, dan Dir. Primaya Hospital PGI Cikini dr Monica Desylia.

Turut serta hadir dalam kesempatan tersebut Sheila A. Salomo, S.H  mantan Sekretaris II Majelis Sinode GPIB.

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan di lapangan parkir, disaksikan tidak hanya oleh MPH-PGI, tetapi juga Direktur di Kementerian Kesehatan, perwakilan BPJS Kesehatan, perwakilan Kapolres, Camat Menteng, dan para undangan lainnya.

Rencananya, gedung baru tersebut akan dibangun di atas tanah seluas 10.000 m2, dengan bangunan setinggi 7 lantai, 282 tempat tidur, 5 kamar operasi, ruang poli, serta fasilitas pendukung lainnya seperti gedung parkir seluas 4000 m2.

Baca juga  Konferensi ACELC Di Jakarta, Sekjen CCA Chunakara, Bangga Terhadap GPIB

Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom dalam sambutannya mengatakan peran gereja dalam dunia pendidikan dan kesehatan telah mensejarah. Gereja hadir di Indonesia jauh sebelum kemerdekaan selalu beriringan dengan munculnya balai pendidikan dan pusat pendidikan.

Ini meneladani pelayanan Yesus 2000 tahun lalu ketika hadir ke dunia ini. Yesus memasuki desa, menelusuri lorong-lorong sempit, mengajar orang banyak dan menyembuhkan orang sakit. Dan itu diteruskan oleh gereja hingga kini. Selama puluhan tahun itu dilakukan dengan baik, dan gereja-gereja di berbagai daerah sering menjadi rujukan untuk kesehatan.

Sebelumnya, CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali, CFA, FRM dalam sambutannya mengaku, semangat juang dan adanya keinginan untuk bertransformasi menjadi modal utama bagi Primaya Hospital PGI Cikini. Hasilnya, berbagai peningkatan pun terjadi.

“Rawat inap, operasi, rawat jalan, dan lainnya mengalami peningkatan. Peningkatan ini membuktikan semakin dicintai, dan ini juga mendorong adanya keinginan untuk membangun gedung baru,” jelasnya.

Leona Karnali menambahkan, pertumbuhan ini juga berkat kerjasama yang baik antara Yayasan PGI Cikini dengan Primaya, dan bangunan baru nantinya menjadi bukti dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. “Mari kita doakan untuk kelancaran, dan perlindungan dalam proses pembangunan. Besar harapan saya rumah sakit ini menjadi kebanggaan dan berkat bagi banyak orang,” katanya.

Baca juga  Sekum GKSI Pdt. Bayu Priadi Kusumo Bangga Dengan Pelayanan Media Digital GPIB

Ke depan, tandasnya, Primaya Hospital PGI Cikini akan terus mengembangkan diri, tidak hanya dalam hal medis tetapi juga nonmedis. Perkembangan yang telah ada saat ini dari nonmedis yaitu implementasi sistim digitalisasi di lingkungan rumah sakit sehingga dapat memberikan kemudahan akses bagi para pasien untuk mendapatkan pelayanan.

“Yang ingin berobat ke Primaya Hospital PGI Cikini tidak perlu lagi hanya menelpon dan mengantri, tapi bisa membuat perjanjian langsung melalui chat bot dan website, serta dapat langsung ke poliklinik,” tandas Leona.

Sedangkan Ketum Yakes PGI Cikini Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting S.,Sp.P melihat peletakkan batu pertama ini merupakan salah satu tonggak sejarah dalam perjalanan Primaya Hospital, PGI Cikini, dan rencana pembangunan tidak boleh lepas dari visi-misi awal berdirinya rumah sakit ini, yaitu memihak kepada kepentingan masyarakat. /fsp

Share :

Baca Juga

Interdenominasi

Ev. Gunawan: Gereja Harus Terdepan Dalam Kepedulian Sosial

Interdenominasi

Peluncuran Platform Digital KBB: Dari Soal Penodaan Agama Hingga Diskriminasi

Interdenominasi

Pergumulan Gereja Di Pakistan, Rev. Romella Robinson: Ada Kekesaran dan Persekusi

Interdenominasi

Wow, GKST Punya 468 Jemaat dari Sulteng, Sulsel, Jakarta dan Hingga Bekasi

Interdenominasi

Umat Kristiani Di Yogyakarta Rayakan Pekan Doa Sedunia Di Gereja HKBP

Interdenominasi

Di Forum ACELC, Pdt. Roberto Wagey:  Good Government Agar Kepemimpinan Gereja Bersih

Interdenominasi

Suasana Etnik Semarakan Pembukaan ACELC

Interdenominasi

Pdt. Margie De Wanna Pandu Bedah Buku Karya Pdt. Victor Rembeth