Home / GPIB Siana

Senin, 7 Maret 2022 - 22:52 WIB

Apa yang Mau Dicapai PST, Pdt. Elly D. Pitoy: Berharap Apa yang Kita Lakukan Punya Nilai

JAKARTA, Arcus GPIB – Sebuah pertanyaan menarik dari kru GPIB TV kepada Sekretaris Umum Majelis Sinode Pdt. Elly D. Pitoy – De Bell, S.Th dalam sebuah wawancara di sela-sela Persidangan Sinode Tahunan GPIB 2022 di Hotel Aryaduta Jakarta Senin (7/3).

“Apa sih yang mau dicapai dari PST ini,” tanya kru GPIB TV, Argopandoyo kepada Pdt. Elly D. Pitoy – De Bell, S.Th di studio mini GPIB di lantai 1 Hotel Aryaduta Jakarta.

“Kita beranagkat dari tema “Mengoptimalkan Sinergi Intergenerasional GPIB dengan mengembangkan Kepemimpinan Misioner dalam Konteks Budaya Digital” -Efesus 4:11-16,” kata Pdt. Elly D. Pitoy .

Dalam tema itu, tuturnya, ada sinergi antara kaum milienial dan babyboomers, ada kepemimpinan misioner adalah bagaimana misi kita berjalan. Bukan saja sampai di satu usia atau satu waktu tapi kita punya jenjang kedepan.

Baca juga  Simulasi PST 2022 Tahap I Berjalan Lancar, Ini Beberapa Kendala…

“Gereja ini memberikan ruang besar untuk melatih, untuk membina bahkan juga menaruh harapan bahwa masa depan kita yang adalah Yesus Kristus. Setiap tahun kita menghayati perjalanan GPIB dan bagaimana generasi-generasi  ini memaknai bahwa Yesus Kristus adalah sumber damai sejahtera yang punya harapan kedepan,” kata Pdt. Elly D. Pitoy.

Generasi sebelumnya yang sudah meletakkan dasar dilanjutkan generasi berikutnya sampai GPIB ini Tuhan menentukan yang terbaik. “Tapi kita berharap apa yang kita lakukan ini punya nilai. Tidak  mengatakan bahwa saya lakukan itu kalau tidak ada saya tidak jadi,” tandasnya.

Dikatakan, bahwa dalam sinergitas ada yang meletakakan dasar bagaimana perkembangan seterusnya dilanjutkan ada kaidah-kaidahnya juga ada dogma dan bagaimana bersinergi termasuk melihat capaian kinerjanya yang optimum.

Tantangan kesetaraan sosial ini luar biasa, apalagi berada di situasi pandemi, disitulah perlu  mempekuat kepemimpinan yang misioner yang artinya kepemimpinan yang memberdayakan yang menggerakkan supaya warga jemaat menjadi ujung tombak melakukan misi Allah itu.

Baca juga  YAPENDIK GPIB Tuntas Laksanakan Workshop Jurnalistik: Peserta Antusias

Soal budaya digital, Pdt. Elly lugas menjawabnya. “Waktu kami membahas apakah boleh punya alkitab di dalam handphone itu banyak tantangan. Diwaktu tertentu bisa saja membaca alkitab dari handphone, semisal dalam perjalanan. Tapi ketika ada dalam ruang Ibadah tetap pakai alkitab skriptura, alkitab kertas.

“Saya tidak tahu kalau digital ini sudah menjadi habit kita, teknologi kita butuhkan dan internet begitu hebat untuk perubahan yang signifikan itu mengubah pola interaksi perilaku dari manusia, pola berpikir dan juga pola komunikasi. Kalau ini tidak disinkronkan dengan intergenerasional akan seperti apa perjumpaan kita nanti,” imbuh Pdt. Elly. /fsp

Share :

Baca Juga

GPIB Siana

Mampu Kendalikan Ramai Interupsi Di PST, Ketua Sidang: “Kita Berproses”

GPIB Siana

Gereja Toraja Kini Punya Bank, Pdt Jozef Hehanusa: GPIB Pasti Bisa

GPIB Siana

Abstrak, Bantuan Mengetahui Struktur Metafisis dari Realitas

GPIB Siana

Tujuh Narabina Bicara Dalam Pembinaan Madya Pendeta, Ada Prof. Dr. John Titaley

GPIB Siana

Jangan Bangga Menjadi Pendeta, Penatua dan Diaken, Jadilah Seperti Orang Samaria

GPIB Siana

Mengapa kita Harus Berdoa, Ini Pesan-pesan Netizen

Germasa

Dari Menyapa Kaum Terpinggirkan dan Mini Konser Di Natal Immanuel Balikpapan

GPIB Siana

Konven Pendeta dan PST 2023 Mupel Sumut-Aceh Siap, Pdt. Johny Lontoh: Sudah Bentuk Panitia