Home / Germasa

Jumat, 26 Mei 2023 - 15:47 WIB

Disiapkan Buku Saku Moderasi Beragama bagi Generasi-Z

JAKARTA, Arcus GPIB – Kementerian Agama (Kemenag) saat ini tengah menyusun Buku Saku Moderasi Beragama bagi Generasi Z (Gen-Z). Penyusunan buku saku ini digawangi Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Balitbang Diklat Kemenag bekerja sama dengan Akademika Semesta Nusantara (AKSEN).

Dilansir laman Kemenag RI, penyusunan Buku Saku Moderasi Beragama bagi Generasi Z ini harus memperhatikan keterwakilan berbagai kalangan, agar dapat diterima dengan mudah. Hal ini disampaikan Kepala Balitbang Diklat saat memberikan arahan pada kegiatan Review Penyusunan Buku Saku Moderasi Beragama bagi Generasi Z, di Jakarta.

“Sesungguhnya buku saku ini ditujukan untuk Gen Z, maka diperlukan keterwakilan dari berbagai kalangan generasi mereka,” kata Kepala Balitbang Diklat Kepala Balitbang Diklat Kemenag Suyitno Kamis (25/5/2023).

Baca juga  Dari Menyapa Kaum Terpinggirkan dan Mini Konser Di Natal Immanuel Balikpapan

Lanjut disampaikan, penyusunan ini juga perlu melihat dari dua perspektif, yaitu sudut pandang dari penulis dan kalangan Gen-Z. “Ini untuk menentukan sudut pandang yang sesuai dengan kebutuhan generasi dan zamannya,” ungkap Suyitno.

Suyitno juga berharap untuk dilakukan uji publik sebelum buku ini diluncurkan. “Uji publik terbatas diperlukan dalam Review Penyusunan Buku Saku Moderasi Beragama bagi Generasi Z. Oleh karena itu, harus menghadirkan representasi dari keberagaman kampus, keberagaman agama, dan keberagaman suku,” pesannya.

Selain beberapa hal di atas, Suyitno juga memberikan sejumlah catatan terkait penyusunan buku saku ini. Pertama, buku saku perlu dibuat dalam bentuk digital tidak hanya dalam bentuk cetakan konvensional. Hal ini perlu dilakukan mengingat, Gen-Z saat ini dikenal dengan generasi internet.

Baca juga  GPIB Kerja Sama dengan ICRS Adakan Pelatihan Kebhinekaan dan Bina Damai

“Buku saku ini jangan dimaknai buku konvensional, tapi berbentuk buku digital yang bisa diinsersi ke media sosial agar dapat diakses lebih mudah oleh Gen Z,” kata Guru Besar UIN Raden Fatah ini.

Dengan buku digital, Suyitno berharap Moderasi Beragama akan mudah tersosialisasikan kepada generasi yang sehari-hari hidup di dunia digital sehingga lebih mudah diterima oleh mereka. “Media sosial adalah ‘kehidupan’ generasi Z,” tuturnya.

Kedua, perlu menyaring duta Moderasi Beragama dari kalangan Gen-Z. Mereka dapat menjadi sasaran uji publik buku yang saat ini tengah disiapkan. “Tugas kita tidak berakhir hanya sampai produksi buku, melainkan perlu ada tindak lanjut hingga diseminasi melalui duta Moderasi Beragama bagi Gen Z,” tegasnya. /fsp

Share :

Baca Juga

Germasa

Bangun Kesadaran Politik, Pdt. Manuel Raitung: Jangan Latah Hanya Menjelang Pemilu  

Germasa

Soal Meme Candi, Kemenag Tegaskan Tidak Ada Intervensi di Kasus Roy Suryo

Germasa

Dirjen Ramdhani: Perlu Penguatan Literasi Keagamaan dan Ramah Budaya Lokal

Germasa

Masih Saja Ada yang Usil: Ahmadiyah, GPdI dan GKIN Dilarang Beribadah  

Germasa

Serius Jamin Keamanan, Polda Sumut Rakor Dengan Panitia PST 2023 Medan

Germasa

Kemenag Dukung Rencana Iluni Bangun Sejumlah Rumah Ibadah di Kampus UI

Diakonia

Jangan Hanya Menuntut, Gubernur Ganjar Pranowo: Gereja Harus Peka dan Mau Berbagi

Germasa

GPIB Kerja Sama dengan ICRS Adakan Pelatihan Kebhinekaan dan Bina Damai