Home / GPIB Siana

Selasa, 6 Juni 2023 - 19:12 WIB

GPIB Kharis Jaktim Adakan Pembinaan Seni Berbicara Di Depan Umum dan Homiletika

Narabina dan peserta pembinaan Public Speaking dan Homiletika pada Sabtu, 3 Juni 2023 di GPIB Kharis Jakarta Timur.

Narabina dan peserta pembinaan Public Speaking dan Homiletika pada Sabtu, 3 Juni 2023 di GPIB Kharis Jakarta Timur.

SENI berbicara di depan umum yang efektif menjadi salah satu tuntutan mutlak bagi seorang pelayan di lingkup gerejawi, termasuk di dalam menyampaikan khotbah. Ini tidak terbatas pada para pendeta, diaken dan penatua, tetapi juga seluruh pengurus pelayanan kategorial.

KMJ GPIB Kharis yakni Pdt. I Nyoman Djepun M.Th.

Tak dapat disangkal, kecakapan berkhotbah di belantara dinamika gereja turut menentukan tersampaikannya firman Tuhan dengan baik serta  memberi makna pada kehidupan kristiani warga jemaat. Menukil sambutan pembukaan Ketua 2 bidang PPSDI-PPK PHMJ GPIB Jemaat Kharis Pnt. Lilik Sutanto, pertimbangan kebutuhan inilah yang melatarbelakangi pelaksanaan pembinaan Public Speaking dan Homiletika pada Sabtu, 3 Juni 2023.

Sesi bertanya materi homiletika dimanfaatkan oleh peserta dengan Baik

Program yang tertuang di dalam PKA 2023 – 2024 ini merupakan kerjasama lintas bidang yakni Komisi TPG, PPSDI-PPK, dan Inforkom Litbang. Pembinaan digelar di Gedung Gereja GPIB Kharis mulai dari pukul 10:00 sampai pukul 16:00 , diikuti oleh 42 peserta dan dipandu oleh Vikaris Maria Magdalena Rakuasa S.Th.

Nara bina Public Speaking adalah Imelda Amelia Sibala dari Departemen Inforkom Litbang GPIB, dan materi Homiletika dibawakan langsung oleh KMJ GPIB Kharis yakni Pdt. I Nyoman Djepun M.Th.

Narabina Public Speaking Imelda Amelia Sibala dari Departemen Inforkom Litbang GPIB

Melalui materi Public Speaking, peserta mendapatkan sesi orientasi yang cukup holistik mencakup prolog dan relevansi, komponen-komponen Public Speaking, dan contoh-contoh penerapan praktisnya.

Tujuan utama sesi ini adalah membuka cakrawala pandang peserta dalam memahami bahwa berbicara efektif di depan umum dapat dilakukan oleh semua orang, sejauh bersedia mengasah diri dengan pengetahuan, keterampilan, dan ketekunan berlatih secara terus menerus.

Baca juga  “Kita Perlu Topangan Isteri, Suami, Anak, Cucu, Teman atau Saudara Seiman Berdoa Bersama”

Teladan umat Kristen hendaknya adalah Tuhan Yesus Sang Pembicara terbaik yang terbukti sempurna kala menyampaikan Roti Kehidupan diselingi ilustrasi-ilustrasi yang singkat, sederhana, namun mengena dan sangat mudah dipahami.

Pada sesi diskusi interaktif pembinaan ini, 11 orang peserta antara lain mengajukan  pertanyaan mengenai seluk beluk berkomunikasi dengan sesama pelayan maupun dengan warga jemaat dari berbagai kalangan dan usia, penanganan interaksi dengan warga jemaat dalam kondisi-kondisi khusus, cara menggalang partisipasi anak layan PA dan PT sebagai story teller atau fasilitator pelengkap dalam ibadah-ibadah, kemampuan menyampaikan pesan khotbah dengan tepat meskipun minim gestur, dan strategi regenerasi di jemaat untuk “mencetak” pembicara-pembicara termasuk pemandu acara mumpuni di waktu mendatang.

Peserta tidak menyianyiakan kesempatan untuk bertanya untuk materi Public Speaking

Para pemberi respons dan pertanyaan adalah Wilson Makahena, Pnt. Lilik Sutanto, Dkn. Fera Tuerah Rambing, Riris Makahena, Nerdinia Umbu Andi Pirandawa, Alberta Tutuarima, Pnt. Yuliani Oetojo, Frans Purimahua, Pnt. Sarma Simorangkir, Puryadi, dan Pnt. Ance Arsadi Sumendap. Mereka ini merepresentasikan PHMJ, majelis jemaat, pengurus lintas Pelkat, tim doa, dan koordinator sektor pelayanan.

Selepas istirahat makan bersama, pembinaan dilanjutkan oleh Pdt. I Nyoman Djepun, MTh dengan materi pokok mengenai Homiletika. Homiletika bukan materi baru bagi sebagian peserta, tetapi  sangat penting untuk terus diperkuat mengingat manfaatnya dalam menginspirasi para pelayan gerejawi untuk menyampaikan khotbah dengan baik serta terarah.

Nara bina mengelaborasi materi dengan menekankan pada aspek-aspek persiapan berkhotbah, kemurnian berkhotbah yang semata-mata berlandaskan kebenaran Firman Tuhan, tanggung jawab iman dalam menerapkan terlebih dahulu isi khotbah dalam kehidupan sebagai pelayan gerejawi, penyerahan diri pada Allah agar khotbah memiliki kuasa di dalam namaNya, memahami cara eksegese yang benar terhadap teks Alkitab, kreativitas mencari berbagai sumber informasi yang relevan dengan kebutuhan jemaat, kemauan berlatih berkesinambungan, dan kepercayaan diri yang menggambarkan anugerah Ilahi.

Baca juga  Chris Kanter Di Leaders Meeting Bali, Dari Sistem Big Data Hingga Pendeta Robotik

Pada prinsipnya peserta pembinaan mendapatkan pengetahuan mengenai cara menyusun dan menyampaikan Firman Tuhan dengan efektif, yang tidak terpisahkan dengan materi Public Speaking sebelumnya.

Peserta disilakan untuk mempraktikkan penyusunan khotbah menggunakan tool yang disampaikan oleh nara bina. Tool sederhana ini bersifat aplikatif dan dapat membantu peserta untuk berkreativitas dalam menyusun khotbah. Mewakili para peserta, Destiana Florencia – sekretaris GP di Jemaat Kharis dan GP Mupel Jakarta Timur, menyampaikan pertanyaan tentang cara menetapkan pokok pikiran dari sumber pembacaan Firman Tuhan yang sekilas tampak senada dari awal hingga akhir seperti mengenai Silsilah Yesus dari Injil Matius pasal 1. Dengan gesturnya yang khas dan sebagai salah seorang pengkhotbah popular tidak hanya di lingkup GPIB, Pdt I Nyoman Djepun memberikan tips-tips menarik yang memudahkan dalam pengambilan pokok pikiran khotbah.

Melalui interaksi dengan media Arcus,  beberapa peserta menyatakan apresiasi terhadap terlaksananya pembinaan yang benar-benar menyentuh kebutuhan para pelayan gerejawi.

Peserta mengharapkan program-program spesifik pelatihan atau coaching clinic Public Speaking di tingkat Sinode dapat terlaksana dan GPIB Jemaat Kharis Jakarta Timur berpartisipasi aktif sebagai peserta. Pada jangka pendek, segera selepas pembinaan, diskusi-diskusi penggalangan partisipasi dan kolaborasi untuk mendorong kemampuan berbicara di depan umum yang efektif akan dibudayakan di lintas Pelkat.

Output yang diharapkan adalah meningkatnya kualitas dari pewartaan Firman Tuhan bagi seluruh segmen warga jemaat. /imelSi

 

Share :

Baca Juga

GPIB Siana

Panitia Pelaksana PST 2022 dan Dept. Inforkom Litbang Mantapkan Kelancaran Persidangan

GPIB Siana

Pdt. Emmawati Baule Terpilih Menjabat Sekretaris I MS GPIB

GPIB Siana

Orang-orang yang Tidak Menyenangkan pun Anugerah dan Pemberian Allah

GPIB Siana

Menko Mahfud MD Di Gereja Immanuel Jakarta, Minta untuk Saling Membantu

GPIB Siana

Panitia Pelaksana Konven Pendeta dan PST 2023 Diterima Kapolda Sumut

GPIB Siana

Dunia Akan Baik-baik Saja Selama Mandat yang Tuhan Berikan Dilakukan Dengan Baik

GPIB Siana

Rancangan Tuhan Selalu Baik: TAKDIR “No Way”, Usaha “Yes”

GPIB Siana

Simulasi PST 2022 Tahap I Berjalan Lancar, Ini Beberapa Kendala…