Home / Interdenominasi

Selasa, 2 Mei 2023 - 10:56 WIB

Ketua Program Doktor STFT GBI Pdt. Asigor: Terus Advokasi Pelihara Alam

JAKARTA, Arcus GPIB – Hari kedua, Selasa (2/5) Asian Church and Ecumenical Leader’s Conference (ACELC) yang berlangsung di Hotel Milenium, Jakarta menghadirkan diskusi Biblical and Theological Reflection: ‘Stewardship of God’s Creation yang dibawakan oleh Pdt. Dr Asigor Sitanggang. Setelah diskusi cukup banyak peserta yang memberikan tanggapan terhadap topik yang dibawakan, soal manusia sebagai hasil ciptaan Tuhan yang berperan untuk penatalayan CipataanNya.

Dalam penjelasannya Pdt. Asigor mengatakan ketika berbicara tentang penatalayanan Ciptaan Allah maka posisi manusia adalah singular dan tidak lebih tinggi dari ciptaan lainnya.

“Dengan menelusuri teks-teks tentang ciptaan di Kejadian, Mazmur, Yesaya dan Markus,  bahwa umat manusia tidak memiliki posisi lebih tinggi dibanding ciptaan lain dan kita tidak memiliki hak untuk mendominasi ciptaan lainnya. ketika dikatakan segambar dan serupa dengan Allah kemudian kita mengabaikan untuk memelihara alam sehingga kita terlibat dalam kehancuran alam ini,” katanya kepada Arcus selepas diskusi.

Baca juga  Mari Masuki Perjamuan Kudus, Menggunakan Tata Ibadah  BNKP

“Ketika kembali dipanggil setelah kematian Kristus di kayu salib maka kembali menjadi gambar dan rupa Allah dengan perintah untuk memelihara alam dan itu ditegaskan kembali dalam amanat agung bukan di versi Matius tapi versi Markus. Markus harus dilihat sebagai pemelihara alam semesta.”

Pdt. Asigor yang juga Ketua Program Doktor STFT dari Sinode Gereja Bethel Indonesia menegaskan seharusnya baik dari dewan gereja dunia, CCA tingkat Asia, sinode-sinode bahkan GPIB harus terlibat dalam merawat alam dengan melakukan advokasi dan tindakan-tindakan nyata.

Baca juga  Gereja Wajib Melaksanakan dan Memperkuat Diakonia Ke Jemaatnya

“Karena kerusakan lingkungan ini pelakunya juga ada gereja di dalamnya. Contoh kecil saja, ada gereja yang membiarkan saluran air selama bertahun-tahun dan kalau hujan jadi banjir,” tuturnya.

“Untuk itu kita semua dengan diskusi tadi agar kita ikut memelihara alam. Dan saya mendorong GPIB untuk merespons posisif bahkan membangun advokasi dan jika memungkinkan membangun atau menjadi pelopor advokasi ini dan menjadi alat Tuhan membangun advokasi ini.”  /phil

Share :

Baca Juga

Interdenominasi

Untuk Pelayan Tuhan Di Pelosok, Pdt. Arthur J. Rompis: Tetaplah Semangat Melayani

Interdenominasi

Mari Masuki Perjamuan Kudus, Menggunakan Tata Ibadah  BNKP

Interdenominasi

PGI Minta Semua Pihak Bijaksana Menyampaikan Pandangan Agama Di Ruang Publik

Interdenominasi

Dari Konferensi ACELC, Kepemimpinan Bukan Kekuasaan, Pakai Gaya Kristus   

Interdenominasi

Andi Widjajanto: Feminis Terasa Di Gereja, Romo Paschalis: Misi Gereja Harus Ke Dunia Bukan Ke Surga

Interdenominasi

Suasana Etnik Semarakan Pembukaan ACELC

Interdenominasi

Tarian Ma’gellu Di Acara Natal KKTB: Bangkitkan Kecintaan Kampung Halaman

Interdenominasi

Diaken Ayub D. P. Junus Narasumber ACELC, Usulkan Pendirian Forum Diakonia Ekumenis Asia