Home / Germasa

Kamis, 1 Februari 2024 - 14:36 WIB

Presiden Jokowi Teken Nomenklatur Libur Isa Almasih Jadi Yesus Kristus

Jakarta, Arcus GPIB – Nomenklatur libur ‘Isa Almasih’ resmi berubah menjadi ‘Yesus Kristus’. Nomenklatur tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo lewat Keputusan Presiden (Keppres) tentang hari-hari libur. Presiden Jokowi meneken Keppres Nomor 8 Tahun 2024 pada 29 Januari 2024. Dengan keluarnya Keppres tersebut menggugurkan aturan sebelumnya sehingga penamaan libur dengan istilah ‘Isa Almasih’ kini menjadi ‘Yesus Kristus’

Di tahun 2024 ini, Pemerintah telah menetapkan 27 hari libur nasional dan cuti bersama. Selain itu, pemerintah memutuskan untuk mengubah nomenklatur ‘Isa Almasih’ menjadi ‘Yesus Kristus’ untuk penamaan libur nasional.

“Akan ada perubahan nomenklatur atas usulan dari Kementerian Agama terkait dari istilah, yaitu Isa Almasih akan diubah menjadi Yesus Kristus,” ujar Menko PMK Muhadjir Effendy seperti dikutip dari Antara, Selasa (12/9).

Menko Muhajir menjelaskan bahwa Kemenag mengusulkan pada Presiden Jokowi untuk menerbitkan aturan. Berkaitan dengan perubahan itu, ada beberapa hari libur nasional yang selama ini menggunakan ‘Isa Almasih’, yakni Wafatnya Isa Almasih dan Kenaikan Isa Almasih.

Baca juga  Kementerian Agama Gelar Kemah Moderasi: Untuk Saling Menjaga

Isi Keppres Nomer 8 Tahun 2024, yaitu:

KESATU:
Menetapkan hari-hari libur sebagai berikut:
1. 1 Januari Tahun Baru Masehi;
2. 1 Muharram Tahun Baru lslam Hijriah;
3. Isra Mikraj Nabi Muhammad S.A.W.;
4. Idul Fitri (dua hari);
5. Idul Adha;
6. Maulid Nabi Muhammad S.A.W.;
7. Kelahiran Yesus Kristus;
8. Wafat Yesus Kristus;
9. Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah);
10. Kenaikan Yesus Kristus;
11. Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka);
12. Hari Raya Waisak;
13. Tahun Baru Imlek;
14. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus;
15. Hari Lahir Pancasila 1 Juni; dan
16. Hari Buruh Internasional 1 Mei.

KEDUA:
Apabila pada hari-hari libur tersebut sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU, Aparatur Sipil Negara karena kepentingan tugas dinas/pekerjaan diharuskan bekerja, baginya berlaku ketentuan-ketentuan bekerja pada hari libur.

Baca juga  Catatan Kelam Natal 2021: Jemaat GPI Tulang Bawang Diminta Buat Izin, Di India Patung Yesus Dihancurkan

KETIGA:
Hari-hari libur sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU angka 2, angka 4, dan angka 5, ditetapkan setiap tahun oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama.

KEEMPAT:
Pada saat Keputusan Presiden ini mulai berlaku:
1. Keputusan Presiden Nomor 251 Tahun 1967 tentang Hari-Hari Libur;
2. Keputusan Presiden No. 148 Tahun 1968 tentang Perubahan Keputusan Presiden No. 251 Tahun 1967 tentang Hari-Hari Libur;
3. Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 1971 tentang Hari Wafat Isa Al-Masih Dinyatakan Sebagai Hari Raya/Hari Libur; dan
4. Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1983 tentang Perubahan atas Keputusan Presiden Nomor 251 Tahun 1967 tentang Hari-Hari Libur sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 1971, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku./lip

Share :

Baca Juga

Germasa

Menariknya Model Pembinaan HOTS PDP GPIB

Germasa

Merawat Perbedaan, Baca dan Diskusi AlQur’an – Alkitab di Gereja

Germasa

Rakerdal Germasa Sajikan Sesi-sesi Aktual: Dari Soal Keesaan Hingga Gereja Menghadapi Pemilu

Germasa

Penguatan Kebijakan Moderasi Beragama: Wahana Pemecahan Isu

Germasa

Lomba Inovasi Moderasi Beragama, Ada 12 Peserta Ditetapkan Sebagai Pemenang

Germasa

Menag: Natal Menginspirasi dan Mewujudkan Damai antara Satu dengan Lainnya

Germasa

Ayo Peduli Lingkungan Dari Sekarang!

Germasa

Kisruh Di GMKI, GPIB Tempuh Jalur Hukum, Ada Pencemaran Nama Baik