Home / Germasa

Senin, 9 Oktober 2023 - 16:31 WIB

Merawat Perbedaan, Baca dan Diskusi AlQur’an – Alkitab di Gereja

Peserta Diskusi Baca Alquran dan Alkitab di GPIB Marga Mulya Yogyakarta: Mengurai Perbedaan.

Peserta Diskusi Baca Alquran dan Alkitab di GPIB Marga Mulya Yogyakarta: Mengurai Perbedaan.

YOGYAKARTA, Arcus GPIB – Sosok pendeta muda ini selalu bikin kejutan. Karya layan yang dibuatnya tak henti memberi warna pelayanan di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB).

Ia adalah Pendeta Boydo Rajiv Evan Duvano Hutagalung, S.Si. (Teol), MA pendeta jemaat di GPIB Jemaat Marga Mulya Yogyakarta. Kali ini, belum lama berselang ia mengumpulkan banyak kaum muda yang tidak hanya dari satu agama tapi lintas iman.

Yang menariknya dari pertemuan lintas iman tersebut dilakukan di gereja, di GPIB Marga Mulya Yogyakarta, kegiatan adalah membaca dan mendiskusikan kitab suci, AlQuran dan Alkitab. Wow…

Pesertanya adalah kawula muda. Semua menyatu dalam kebersamaan, berkumpul di GPIB Marga Mulya membicarakan berbagai persoalan hidup beragama, termasuk hal-hal penghakiman agama lain.

“Banyak orang yang dengan mudahnya menghakimi agama lain. Padahal ia hanya mendengar ajaran agama lain dari konten Youtube & Tiktok yang gemar berpolemik,” kata Boydo.

Alumni Strata-2 dan tengah menyelesaiakan Strata-3 di Universitas Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengatakan, timbulnya penghakiman terhadap agama lain bisa jadi karena pemahaman yang sempit tentang perbedaan agama atau karena luka tertentu terhadap orang atau kelompok agama lain.

Baca juga  Jelang Pilpres, Pendeta GPIB Sowan Ke Pesantren, Tokoh Agama Beri Masukan

“Sesungguhnya kita tidak boleh dengan mudah menghakimi keyakinan orang lain. Meskipun internet menyajikan banyak sajian informasi, tetapi sangat banyak yang telah dibingkai untuk menjelekkan pihak lain dan menonjolkan diri sendiri,” harap lelaki yang pernah menempati Pos Pelkes Sola Fide, Pulau Lingka, GPIB Jemaat Immanuel Batam.

Tidak mudah mengumpulkan personel lintas iman dan lagi harus membicarakan persoalan sensitif keagamaan. Tapi hal itu bisa dilakukan dengan baik oleh Pendeta Boydo.  Dialog-dialog pun terjalin indah dalam bingkai merawat perbedaan.

“Salah satu langkah yang perlu dikembangkan adalah MAU BERJUMPA dengan yang berbeda, MAU BEDIALOG dengan tulus dan terbuka, MAU SALING BELAJAR dari apa yang berharga dan bermakna bagi pihak lain,” kata Boydo yang pernah menjalani vikariat tahun pertama di GPIB Mangngamaseang Makassar ini.

Dikatakan, dalam dialog itu tak harus saling setuju. Namun yang penting adalah memahami dengan proporsional.

Dalam rangka pengembangan dialog lintas iman inilah, kata Boydo, Gerakan Pemuda GPIB Marga Mulya bekerja sama dengan Youth, Interfaith, and Peace Center (YIPC) melakukan kegiatan scriptural reasoning (Latihan Membaca Kitab Suci Lintas Iman).

Baca juga  “Heritage Day” Merayakan Keberagaman Asal Usul Bangsa Afrika Selatan

Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok yang di dalamnya terdapat pemuda Kristen dan Islam. Lalu mereka diberikan dua teks Kitab Suci, yaitu dari satu perikop Alkitab dan penggalan kitab suci Alquran.

Bacaan yang diberikan membahas tema yang kurang lebih memiliki nafas dan pesan yang sama. Namun tentu para peserta akan menemukan perbedaan yang signifikan dari rincian informasi dan ekspresi.

Setelah sama-sama membaca kedua sumber, peserta saling berbagi makna dari kitab masing-masing dan sekaligus saling bertanya tentang hal-hal yang mereka kurang jelas dari kitab yang lain.

“Mungkin saja  ada ketidaksepakatan. Tidak mengapa. Tetapi mereka saling memperkaya satu sama lain dengan sikap penuh persahabatan. Semoga langkah yang kami upayakan dapat memupuk sikap kritis, kemauan berdialog, dan semangat persaudaraan lintas iman,” harap Boydo.

Sejatinya, tutur Boydo, pengikut Kristus dalam pemahaman iman GPIB, semakin mengenal Kristus semakin mau berjumpa, semakin mampu berdialog, dan semakin mewujudkan kasih persaudaraan universal. /fsp

Share :

Baca Juga

Germasa

Tinjau Ulang Perizinan, PGI Minta Kegiatan Pertambangan TMS di Sangihe Dihentikan

Germasa

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Berharap Indonesia Jadi Kompas Toleransi di Dunia

Germasa

Dari Pertemuan G-20, Dua Negeri Gereja Orthodoks, Rusia dan Ukarina Diminta Hentikan Perang

Germasa

Wamenag Zainut Tauhid Minta Kampus Masifkan Penguatan Moderasi Beragama

Germasa

Peserta Konferdal Berkunjung Ke Vihara Tri Dharma Pak Kung Singkawang

Germasa

PESAN BULAN GERMASA GPIB 2023: Politik dan Issue Lingkungan Hidup

Germasa

Perkuat Moderasi Beragama, Menteri Agama Ucapkan Selamat Nyepi

Germasa

Pdt.Rumambi: Dunia ini Bukan Warisan Tapi Titipan yang Harus Dijaga