Home / Misioner

Rabu, 6 Maret 2024 - 22:53 WIB

Sejarah Baru, MS GPIB Akan Teguhkan 63 Vikaris Menjadi Pendeta

Sekretaris Umum MS GPIB Pdt. Elly D Pitoy De Bell saat wawancara dengan Frans S. Pong dari Arcus GPIB. /Foto: Dennies J. Gasperzs

Sekretaris Umum MS GPIB Pdt. Elly D Pitoy De Bell saat wawancara dengan Frans S. Pong dari Arcus GPIB. /Foto: Dennies J. Gasperzs

Oleh: Frans S. Pong, Arcus GPIB

SAMARINDA, Arcus GPIB – Majelis Sinode GPIB (MS GPIB) menorehkan sejarah baru. Sejarah itu untuk pertama kalinya lembaga tertinggi GPIB ini akan melakukan peneguhan 63 vikaris untuk menjadi pendeta pelayan Firman dan Sakramen.

Peneguhan tersebut akan dilakukan pada Minggu 10 Maret 2024 di GPIB Immanuel Samarinda Kalimantan Timur, di gereja yang berada di pusat kota Samarinda bersebelahan dengan Kantor Gubernur Provinsi Kaltim di Jalan Gajah Mada Samarinda.

Perhelatan sinodal ini tentunya sangat mendapat perhatian khalayak GPIB khususnya dan masyarakat pada umumnya. Diakui, tidak mudah menata keberlangsungan untuk meneguhkan 63 orang calon pendeta yang akan diteguhkan menjadi Pendeta GPIB yang sepertinya tidak ada kontroversi untuk melaksanaan peneguhan tersebut. Yang pasti ini terobosan baru yang dilakukan MS GPIB XXI.

Setelah peneguhan dilaksanakan, pendeta-pendeta tersebut akan kembali ke Jemaat untuk melaksanakan khotbah sulung.

Sekretaris Umum MS GPIB Pendeta Elly D. Pitoy De Bell, S.Th mengatakan, pelaksanaan peneguhan penahbisan 63 pendeta disatu tempat adalah sesuatu yang unik. Uniknya bahwa ini baru pertama kali terjadi dan terjadinya dalam perkembangan hi technology dimana  GPIB menggunakan dua aktivitas sekaligus, online dan onsite.

”Karena ini baru pertama, mudah-mudahan kami bisa menghandle semuanya dan kalau ada kurang-kurang dapat dimaklumi, karena event besar ini bukanlah kemampuan kami, tapi kami percaya Tuhan kasih hikmat agar seluruh proses benar-benar menghadirkan kemuliaan Tuhan,” tutur Pendeta Elly.

Harapannya dari kemajuan yang dicapai GPIB ini berdampak pada perkembangan GPIB itu sendiri berkaitan dengan perkembangan berjemaat, perkembangan teknologi, dan perkembangan masa depan untuk GPIB.

Baca juga  “Mari Melaksanakan Tugas Keimamam dan Karya Pembebasan Bagi Dunia Dalam Kesetiaan”

Dikatakan, pelaksanaan peneguhan pendeta sebanyak 63 orang di satu tempat telah diatur sebagaimana diputuskan dalam Persidangan Sinode.

”Kenapa dikerjakan disatu tempat, kita mengikuti sesuai dengan Keputusan Persidangan Sinode khususnya, Tata Gereja yang diputuskan dalam Persidangan Sinode,” kata Pendeta Elly menyebutkan bahwa Mupel Kaltim 2 sebagai Tuan dan Nyonya Rumah pelaksanaan PST dan Peneguhan 63 Vikaris.

Kami melihat bahwa kehadiran jemaat adalah bentuk dukungan sekaligus juga untuk menyampaikan bahwa ini adalah kebersamaan kita makanya dilakukan dalam Persidangan Sinode.

Menurutnya, Tata Gereja memberikan rekomendasi untuk peneguhan penahbisan Pendeta dilaksanakan di jemaat yang ditunjuk yang saat ini Persidangan Sinode Tahunan dilaksanakan di Mupel Kaltin 2 dan Jemaat GPIB Immanuel Samarinda menjadi tempat pelaksanaan peneguhan vikaris menjadi Pendeta Pelayan Firman dan Sakramen.

Peneguhan penahbisan Pendeta sebagai wujud kehadiran jemaat-jemaat yang diutus dan menyaksikan bersama. Semua ini diputuskan di Persidangan Sinode di Medan menggunakan model Hybrid. Satu orang perutusan mengikuti luring (Onsite) dan ada satu perutusan daring berada di titik kumpul jemaat. Akun untuk mengikuti Persidangan menggunakan akun jemaat.

Dan saat mengikuti Persidangan, harus benar-benar mengikutinya sebagaimana sidang onsite, tidak diperkenankan untuk tutup kamera.

”Nanti kami melaksanakan peneguhan penahbisan itu dalam ibadah penutupan Persidangan Sinode sekaligus itu pengutusan para pelayan Firman dan Sakramen untuk masuk ke jemaat-jemaat yang sudah dipersiapkan,” tandas Pendeta Elly.

Baca juga  Pertobatan Sungguh Hasilkan Buah Pertobatan yang Nampak Dalam Sikap Hidup

Untuk itu, Pendeta Elly berharap, dukungan dari jemaat, baik jemaat induk, pendukung dan juga jemaat-jemaat yang punya kontribusi besar dalam pelayanan untuk menopang pelayanan dan kesaksian di lingkup GPIB.

Menjawab pertanyaan Arcus GPIB bahwa ide peneguhan 63 vikaris di satu tempat ini adalah ide jitu? Pendeta Elly mengatakan, semua akan terlaksana dengan baik karena dukungan jemaat.

”Kami melihat bahwa kehadiran jemaat adalah bentuk dukungan sekaligus juga untuk menyampaikan bahwa ini adalah kebersamaan kita makanya dilakukan dalam Persidangan Sinode,” ungkap Pendeta Elly.

Disampaikan bahwa setelah peneguhan dilaksanakan, pendeta-pendeta tersebut akan kembali ke Jemaat untuk melaksanakan khotbah sulung sebagaimana permintaan jemaat-jemaat itu sendiri yang ingin melihat vikarisnya yang telah menjadi pendeta memakai toga.

Ini juga Keputusan kebersamaan di Persidangan, tetapi rupanya jemaat-jemaat dimana vikaris menjalani masa vikariat jemaat mengharapkan mereka juga bisa melihat pendetanya diberangkatkan dari jemaat asal. Lalu dari jemaat mereka berangkat ke Pos.

Saat penahbisan, orang tua yang merupakan Pendeta yang anaknya diteguhkan juga ikut penumpangan tangan. Sebagaimana diketahui kali ini banyak anak-anak pendeta dan mentor dan Majelis Sinode.

”Karena ini baru, kita melihat perlu penyesuaian, perlu juga didiskusikan lagi. Karena ini tidak mudah. Perlu dikaji pelaksanaan di Persidangan Sinode. Kita perlu mengkaji lagi untuk pelaksanaan berikutnya, karena kita harus mempersiapkan Pos-Pos Pelkes. Pos Pelkes itu cukup banyak tapi harus dilihat kesanggupan untuk membiayai,” imbuh Pendeta Elly. ***

Share :

Baca Juga

Misioner

Tiga Tahun Wafat Richard van Der MUUR, Vicora: “Dia Sosok Unik”

Misioner

Gereja Harus Aktif Mendorong Warganya untuk Masuk Dalam Perpolitikan

Misioner

Terbit Pakta Integritas Gereja Ramah Anak, Majelis Sinode: “Tandatangani”

Misioner

Pdt. Em. Sealthiel Izaak: Jangan Sombong, Allah Menempatkan Para Rasul Di tempat Paling Rendah

Misioner

Sosialisasi PST 2022 Dilakukan Lewat Daring

Misioner

Pdt. Jimmy Immanuel: Perbudakan Masa Kini Candu Harta, Kehebatan Diri dan Hedonisme

Misioner

Terpuruk, Tak Ada Harapan, Manusia Hanya Butuh Belas Kasih Allah

Misioner

Perjamuan Kudus Di Kantor Gubernur, Pdt. Manuel Raintung: Mari Rawat Hidup Bermasyarakat