Home / Misioner

Selasa, 21 November 2023 - 15:57 WIB

Lagi, Pembinaan Politik Di GPIB Filadelfia Bintaro, Libatkan Kepolisian

Narasumber dari pihak Kepolisian bersama PHMJ GPIB Filadelfia Bintaro.

Narasumber dari pihak Kepolisian bersama PHMJ GPIB Filadelfia Bintaro.

BINTARO, Arcus GPIB – Memberikan pemahaman politik bagi warga jemaat dilakukan GPIB Filadelfia Bintaro Sabtu 18 November 2023 yang digeelar di Gedung Gereja tersebut. Tak tanggung-tanggung narasumbernya disiapkan sebaik mungkin.

Peserta bersama narasumber berfooto bersama sebelum acara dimulai.

Narasumber so pasti adalah mereka yang punya kapasitas di bidangnya. Mereka adalah AKP Timang Kabag Operasional Banten, Antonius Didik Trihatmoko Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi, Bawaslu Tangerang Selatan dan M. Taufiq M.Z Ketua Komisi Pemilihan Umum Tangerang Selatan.

AKP Timang dalam kesempatan itu mengatakan, memamsuki tahun Politik ini pihaknya terus melakukan antisipasi termasuk memetakan potensi kerawanan Pemilu 2024.

Narasumber dan Fungsionaris GPIB Filadelfia Bintaro disela-sela sesi bina politik.

“Potensi kerawanan pemilu di tahun 2023-2024 adanya masyarakat yang belum terdaftar, Hoax, Hate  speech, Black Campaing dan negative Campaign, dan Netralitas ASN,” tutur Timang.

Namun begitu menurut Antonius Didik Trihatmoko dalam materinya “BERSAMA RAKYAT AWASI PEMILU” demokrasi yang diawali dari pemilu, harus menghasilkan pemimpin yang berintegritas. Pemilu yang berintegritas, diawali dari Penyelenggara Pemilu yang Berintegritas.

Baca juga  Konven dan PST 2023 Medan Dilaksanakan dengan Ugahari

Sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang   dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil dalam negara kesatuan republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Paduan suara memeriahkan sesi bina politik di Jemaat GPIB Filadelfia Bintaro.

Larangan dalam kampanye, Pasal 280 antara lain Pelaksana, peserta, dan tim Kampanye Pemilu dilarang mempersoalkan dasar negara Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia; melakukan kegiatan yang membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Juga tidak boleh menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan/atau Peserta Pemilu yang lain;  menghasut dan mengadu domba perseorangan ataupun masyarakat; mengganggu ketertiban umum.

Suasana bincang-bincang PHMJ dan Panitia Pelaksana Sesi Bina Politik sebelum acara dimulai.

Dikatakan, siapakah yang berhak ikut dalam PEMILU? “Setiap warga negara berhak untuk dipilih dan memilih dalam pemilihan umum berdasarkan persamaan hak melalui pemungutan suara yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.”

Baca juga  INGAT. Keselamatan Tidak Kita Peroleh Karena Menaati Hukum Taurat

Partisipasi masyarakat dalam pemilu, khususnya memilih siapa yang akan menjadi pemimpin dan siapa yang akan menjadi wakil-wakil rakyat di parlemen, merupakan indikator keberhasilan demokrasi. Partisipasi masyarakat dalam Pemilu adalah salah satu aspek penting suatu demokrasi.

Pihak FKUB bincang-bincang santai dengan pihak Kepolisian.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang Selatan, M. Taufiq M.Z mengatakan, peranan pendidikan politik terhadap masyarakat luas sangatlah perlu ditanamkan agar roda demokrasi dapat berkelanjutan dalam melahirkan para pemimpin bangsa Indonesia kedepannya.

“Seperti yang kita ketahui, pemilih pemula memiliki potensi yang besar bagi kekuatan politik karena  jumlahnya yang banyak. Namun, kurang tertarik terlibat partisipasi dalam politik secara konvensional karena berbagai alasan,” kata Taufiq.

KMJ Filadelfia Bintaro Pdt. Yvonne Taroreh bincang dengan warga jemaat.

Solusinya, papar Taufiq, perlu adanya jalur yang lebih mudah untuk diakses supaya mau untuk berpartisipasi dalam perpolitikan. Contohnya seperti melalui kegiatan nyata yang bertemakan politik.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah pengetahuan mengenai politik dapat dipelajari melalui partai politik, sekolah, dan keluarga. Faktor keluarga sangat mempengaruhi cara pandang mengenai seluk beluk politik yang mereka inginkan. /fsp

Share :

Baca Juga

Misioner

“Dia Maha Tahu, Tuhan Selalu Memperhatikan Kita Dimanapun Kita Berada”

Misioner

17 Pasang Pendeta Usai Mengikuti Bimbingan Pra Perkawinan

Misioner

Ini Berhala Diabad Modern, Tinggalkan dan Bertobatlah

Misioner

Arak-arakan Etnik Buka PST GPIB 2024 Di Samarinda

Misioner

Pdt. Margie Terima Penghargaan, Peluang Zebaoth ke Tingkat Nasional dan ASEAN

Misioner

SATGAS Covid-19 Sinodal “Nyebur” Di Raker Mupel Kaltara Berkat  

Misioner

Kenaikan Tuhan ke Sorga, Pdt. Hallie Jonathans: Akhiri Pekerjaan Penebusan-Nya

Misioner

Dari HUT Ke-41 Yapendik: Pdt. Roberto Wagey: Eksis Menjadi Alat Tuhan Mencerdaskan Bangsa