Home / Germasa

Selasa, 22 November 2022 - 21:06 WIB

Sidang Sinode Am GPI Minta GMIM Hentikan Ekspansi Wilayah Pelayanannya

AMBON, Arcus GPIB – Akhirnya Sidang Majelis Sinode Am GPI yang berlangsung di GPM Maranatha Ambon,  pada 20 – 22 November 2022, memutuskan untuk merekomendasikan kepada BPH GPI untuk membentuk Tim Pastoral yang beranggotakan BPH dan Ketua-ketua Sinode GBM untuk melakukan mediasi antara Sinode GMIM dan GPIB.

Sidang juga meminta agar GMIM harus menghentikan ekspansi wilayah pelayanan sebagai cara menyelesaikan masalah sebagai Gereja Persaudaraan.

Pdt. Manuel Raintung selaku Ketua II Majelis Sinode GPIB menjelaskan, setelah mendapatkan ‘tekanan’ dari perutusan GPIB di dalam Sidang Pleno, meminta agar BPH GPI menyurati MPH PGI dan PGI Wilayah DKI Jakarta untuk tidak menerima jemaat-jemaat GMIM di DKI Jakarta sebagai anggota PGI Wilayah DKI Jakarta demi memelihara persaudaraan antar gereja yang memiliki akar-akar historis bersama sebagaimana semangat mengesa sebagai gereja di Indonesia.

Lebih lanjut, Ketua II Majelis Sinode GPIB menegaskan bahwa di dalam persidangan GPI ini dibicarakan secara mendalam bagaimana Gereja itu harus dapat menyelesaikan masalahnya dengan tetap memelihara kasih persaudaraan.

Baca juga  Rukun Harmoni Di Desa Kalirejo: Ada Masjid, Ada Gereja, Ada Pura yang Berdampingan

“Karenanya sangat diperlukan adanya pembentukan Pastor-pastorum sebagai bentuk komunikasi gerejawi yang saling memberdayakan guna menempuh jalan terbaik dengan tetap memelihara keutuhan gereja tubuh Kristus,” tutur Pdt. Raintung.

Persidangan Majelis Sinode Am GPI berlangsung dalam tuntunan tema: “Tuhan adalah Yang Awal dan Yang Akhir” (Wahyu 22:13), dan Sub Tema: “Memperkokoh Persaudaraan GPI untuk mewujudkan Kasih Kristus di Tengah Kehidupan Bergereja dan Berbangsa”.

Sidang dihadiri oleh 11 dari 12 Gereja Bagian Mandiri (GBM) sebagai bagian utuh dari GPI. Sangat disesalkan bahwa GMIM tidak hadir dalam Sidang yang sungguh berarti ini.

Perutusan GPIB dalam sidang ini berjumlah 16 orang, yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Majelis Sinode, Ketua 2 dan Sekretaris Umum serta didampingi 13 orang Pendeta dan Penatua, diantara Pnt Alex Mandalika (Ketua Dept.Germasa), Pdt. Johny A..Lontoh, Pnt.Samuel Uruilal, Pdt. Alex Letlora, Pnt. Sieny Andries, Pdt. Sarah Tahitu, Pdt. Abraham Ferdinandus, Pdt. Marthinus Tetelepta, Pdt. Herlin Kunu, Pdt. Merziline Ressok, Pdt. Adriaan Pitoy, Pdt Ivonne Makatita, Pdt. Victor Hutauruk.

Baca juga  Optimalkan Aset Tidur, Jangan Takut Gandeng Swasta

Beberapa anggota Pengurus Komisi GPI juga berasal dari GPIB hadir pada Persidangan ini. Acara Sidang dibuka langsung oleh Menteri Agama yang diwakilkan kepada Direktur Urusan Agama Kristen Bapak Janus Pangaribuan, serta  Gubernur Prov. Maluku hadir memberikan sambutan.

Pimpinan Sidang terpilih dari GPM, GPI Papua, dan GPIBT. Ketua Umum MPH Sinode GPM Pdt. Eli Maspaitella  sangat bersyukur persidangan ini dapat berlangsung dengan baik dan lancar serta berharap GPI sebagai Ibu yang melahirkan GBM akan terus berdiri kokoh dan teguh ditengah tantangan yang dihadapi saat ini.

Sidang Majelis Sinode Am GPI di tahun 2023 diputuskan akan dilaksanakan di Jayapura dimana GPI Papua yang menjadi host persidangan. /fsp/***

Share :

Baca Juga

Germasa

Kasus Bakar AlQur’an: Pemerintah Indonesia Diminta Tekan Swedia

Germasa

Dari Forum Pendidikan Oikoumene GPIB: “Ada yang Rela Mengorbankan Kalung Emas”

Germasa

Perluas Program Bea Siswa, RI dan AS Tandatangani MoU Fulbright

Germasa

Apa Kepala SPN Lido Tahu? Ada Gereja Kok Ibadah Di Rumah-Rumah

Germasa

GERMASA GPIB Paulus Sukses Gelar Talk show, Hadirkan Prof. John Titaley

Germasa

Natal dan Tahun Baru, Kemenag Minta Masyarakat Patuh Prokes

Germasa

SE Kemenag: Kapasitas Tempat Ibadah Bisa 100 persen di PPKM Level 1

Germasa

Arahan MS GPIB Sikapi Kontestasi 2024: Tahan Diri, Jangan Mengatasnamakan GPIB