Home / Misioner

Sabtu, 18 November 2023 - 23:23 WIB

Deras Harapan Agar Rumambi Institute Segera Didirikan, Gomar Gultom: “Saya Setuju”

Ketua Umum MS GPIB Pdt. Paulus K. Rumambi menyerahkan plakat kepada Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom.

Ketua Umum MS GPIB Pdt. Paulus K. Rumambi menyerahkan plakat kepada Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom.

JAKARTA, Arcus GPIB – Tiga Tokoh Kristen bicara dalam Forum Grup Diskusi (FGD) Kajian pendirian Rumambi Institute, Jumat (17/11/2023). Mereka adalah Pendeta Henriette T. Hutabarat Lebang dari Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Pendeta John Simon Staf Pengajar STFT Intim Makassar, dan Pendeta Gomar Gultom Ketua Umum PGI.

Nara sumber dan peserta FGD kajian Ds. W.J. Rumambi Institute.

FGD yang digelar di GPIB Paulus Jakarta ini yang dipandu Jeirry Sumampouw, S.Th banyak memberi masukan untuk sesegera mungkin pendirian Rumambi Institute dilakukan. Bahkan dari forum tersebut mengharapkan Rumambi Institute tidak berada dalam bingkai GPIB tetapi dibawah Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Alasannya agar kehadiran Rumambi Institute dirasakan tidak hanya di GPIB tetapi gereja-gereja dan masyarakat pada umumnya.

Menurut Gomar Gultom, tanpa bermaksud mengkultuskan seseorang lahirnya Rumambi Institute bukan sekadar ikut-ikutan apa yang terjadi di luar sana tapi ini menjadi kebutuhan konkrit sekarang.

Tiga nara sumber banyak memberikan bukti ketokohan Ds. W.J. Rumambi dalam acara yang dipandu Jeirry Sumampouw.

“Secara pribadi dan sebagai Ketua Umum PGI saya menyambut ide munculnya Rumambi Institute. Bukan apa-apa, kita saat ini sedang kehilangan tokoh yang bisa diteladani, kita kehilangan keteladanan di bangsa kita tapi juga dalam lingkungan gereja-gereja kita,” tutur Gomar.

Baca juga  Kerja Cerdas, Kerja Tuntas Majelis Sinode Selamatkan Asset GPIB

Dan rasa-rasanya, kata Gomar, gereja butuh orang yang bisa diteladani perjuangannya yang dari awal sampai akhir hidupnya memang membaktikan dirinya bagi gereja dan bangsa sebagaimana W.J. Rumambi.

Kanan, Prof. John Titaley memberikan pandangannya soal rencana pendirian Rumambi Institute.

Tak tanggung-tanggung dalam kesempatan tersebut hadir Prof. John Titaley, Guru Besar Universitas Kristen Indonesia Maluku, Ambon yang memberikan banyak pandangan tentang siapa sosok domini (Ds). W.J. Rumambi, ayah dari Pendeta Paulus Kariso Rumambi, Ketua Umum MS GPIB.

Prof. John Titaley mengatakan, gereja-gereja kini belum melakukan cara berteologi kontestual namun sosok W.J. Rumambi pada masanya sudah melakukan hal tersebut. “Kita belum menjadi gereja yang kontekstual. Itu masalah kita yang serius,” tandas John Titaley.

“Dalam pemahaman saya beliau merepresentasikan cara berteologi yang kontekstual. W.J. Rumambi melakukan itu,” ujar John Titaley.

Sejarawan Dr. Benny E. Matindas menceritakan bagaiamana peran Ds. Rumambi pada zamannya.

Sejarawan Dr. Benny E. Matindas, narasumber dalam Kajian Rumambi tahap I di Surabaya yang hadir juga dalam kesempatsan itu memberikan masukan berarti atas rencana pendirian Rumambi Institute.

Baca juga  Harapan Dkn. Grace Warastuty Langsa Soal IKN dan Rumah Ibadah Nasrani

“Rumambi ini (W.J. Rumambi) yang dia hidupin itulah teologi kita. Kalau kita melihat dengan kacamata sekarang Pak Rumambi dengan teologi kontektual itu sudah biasa. Tapi di zaman Pak Rumambi sendiri, tidak, itu benar-benar orisinil,” tandas Benny.

Jadi, katanya, apabila Rumambi Institute didirikan salah satu inti kajian adalah Etika Politik. Etika yang dihidupkan dari dalam.

Personel Germasa aktif memberikan dukungan terhadap lancarnya acara.

Pdt. Yoel Rampengan dan sebagian personel Dept. Germasa, aktif menata layan.

“Kita tahu bagaimana Rumambi begitu ditahbiskan pertama kali jadi pendeta dan ditugaskan di Motoling bersama pendeta Wenas langsung terlibat dalam pelayanan meminmasi korban perang Dunia II,” tutur Benny.

Catatan Arcus GPIB, Domine (ds) atau Pendeta Wilhelm Johannis Rumambi adalah seorang pendeta dengan kontribusi yang besar dalam bidang keesaan gereja dan kenegaraan. Pendeta W. J. Rumambi lahir di Tompaso, Minahasa 7 April 1916 dan meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 20 Januari 1984.

Setelah ditahbiskan di Gereja Sion Jakarta, Pendeta W.J. Rumambi melayani di GMIM, kemudian di Makassar dan memimpin lembaga ekumenis di sana.

Peserta yang hadir dalam kesempatan tersebut aktif memberikan dukungan untuk pendirian Rumambi Institute.

Bersama Ephorus HKBP, ds. Sihombing, dan Ketua Parkindo, Pendeta Basuki Probowinoto, Pendeta W. J. Rumambi menginisiasi terbentuknya Dewan Gereja-gereja di Indonesia pada 25 Mei 1950, kemudian menjadi Sekretaris Umum yang pertama DGI; disamping juga sebagai Sekretaris Umum Gereja Protestan di Indonesia (GPI); dan pada tahun yang sama juga terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Sinode GPIB.

Pendirian Universitas Kristen Indonesia tidak lepas dari DGI dengan peran Pendeta Rumambi di dalamnya. /fsp

Share :

Baca Juga

Misioner

“Hanya Tuhan Tahu Hari Esok, Mengubah Kesulitan Menjadi Menyenangkan”

Misioner

Menghadapi Badai Kehidupan, Pdt Otje: “Lepas Beban yang Tidak Perlu”

Misioner

MEROBEK Malam

Misioner

Pisah Sambut, Fungsionaris Majelis Sinode GPIB Periode 2021-2025 Mulai Bekerja

GPIB Siana

Leaders Meeting Bandung, Sapaan untuk Perubahan

Misioner

BAKTI SOSIAL GPI dan Dept. Pelkes GPIB Bakal Rambah Ambon

Misioner

Peresmian TK Bukit Kasih Surabaya, Pdt Elia Unpapar: Tidak Ada yang Mustahil

Misioner

GPIB Effatha Jakarta Peringati HUT RI Ke-78, Pdt. Teddy Masinambouw: …Teruslah Berjuang