JAKARTA, Arcus GPIB – Perlu menjadi perhatian bahwa ketaatan kepada Tuhan yang diwujudkan melalui pekerjaan. Itu adalah ibadah yang berarti bagi setiap orang.
Ingatlah, bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menjadi berkat bagi banyak orang, yakni bermanfaat bagi orang lain, terutama keluarga.
Demikian penegasan dalam renungan pagi Sabda Bina Umat GPIB Selasa (16/07/2025) mengulas Efesus 6 : 6 … tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah.
Pada saat ini, mendapatkan pekerjaan yang sesuai bukanlah perkara mudah, sehingga memerlukan upaya yang serius. Berpihak pada pemahaman ini, maka seorang pekerja yang baik pantas mendapat upahnya.
Paulus mengingatkan bahwa sebaga manusia yang telah mengalami keselamatan, hidup kita haruslah berpadanan pada keselamatan tersebut (Ef. 2:4: 4:1b).
Sebagai seorang hamba, seseorang dituntut untuk memahami pekerjaannya sebagai pekerjaan kepada Allah. Jika ketaatan kepada Allah dihayati dengan sungguh-sungguh, maka pekerjaan tidak hanya dilakukan bagi tuan pemberi kerja, tetapi kepada Allah (Kol. 3: 23).
Hal inilah yang akan memunculkan ketaatan yang benar. Sebab, ketaatan kepada tuan di dunia adalah cermin dan ketaatan kepada Tuhan. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan bertanggung jawab akan menumbuhkan pengakuan pada karya Kristus.
Kepantasan inilah yang disambut dengan rasa syukur karena upah yang dibawa pulang ke rumah adalah upan dari kerja keras dan dedikasi yang tinggi.
Inilah kesinambungan antara ibadah di gereja dan ibadah di luar gereja, sehingga seuruh aktivitas kerja yang diwujudkan adalah aktivitas pelayanan kepada Tuhan. /fsp






