Home / Misioner

Jumat, 23 Juni 2023 - 00:46 WIB

Jambore Anak di Solo, Sekum LAI: Belajar Firman Tuhan Lewat Cara yang Menyenangkan

SOLO, Arcus GPIB – Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) bekerja sama dengan Guru-guru Sekolah Minggu di Kota Surakarta dan sekitarnya dan didukung oleh Badan Kerja Sama Antar Gereja Se-Surakarta menyelenggarakan Jambore Anak Nasional 2023 di Harris Hotel & Convention Centre, Solo pada 21-24 Juni 2023 ini.

Jambore Anak Nasional ini merupakan Jambore Anak Nasional pertama yang diselenggarakan LAI di luar wilayah Jabodetabek.

Sebagai lembaga yang menerima mandat dari gereja dan negara untuk menghadirkan Alkitab tersedia bagi semua, dalam hal ini semua suku dan budaya dan semua kelompok umur, LAI tidak mungkin berjalan sendirian. LAI perlu mendapatkan dukungan dan topangan dari mitra-mitranya gereja-gereja di Indonesia, termasuk di dalamnya gereja-gereja di Kota Surakarta.

Seperti pada Jambore Anak LAI sebelumnya, kegiatan ini diikuti Anak dan Guru Sekolah Minggu dari berbagai gereja se-Indonesia. Lewat Jambore Anak Nasional, anak-anak Sekolah Minggu diajak untuk bersekutu dengan banyak teman dari seluruh Nusantara dan belajar firman Tuhan dengan cara yang menyenangkan, lewat permainan, lewat tayangan-tayangan multimedia, tarian, pujian dan sebagainya.

Pada akhirnya anak-anak diharapkan untuk mencintai firman Tuhan sejak dini, sehingga mereka akan bertumbuh menjadi anak-anak Tuhan yang teguh dalam iman, mencintai Tuhan, mengasihi sesamanya, dan mencintai negerinya yang memiliki beragam kekayaan budaya.

Baca juga  Pembinaan Madya Pendeta, Hasilkan Beberapa Spiritualitas Kepemimpinan

Pada Rabu, 21 Juni 2023 sore kegiatan Jambore Anak Nasional dibuka melalui ibadah singkat dan upacara pembukaan. Selaku pelayan firman dalam Ibadah Pembukaan, Pdt. Paulus Lie mengangkat tema Jambore Anak ”Firman Tuhan Pasti Pas” yang diangkat dari Yesaya 55:10-11.

Ketua Panitia Jambore Anak 2023, Pdt. Daniel Raharjo, menyampaikan adanya kerja sama antara panitia lokal di Solo dan Lembaga Alkitab Indonesia di Jakarta dengan segala dinamikanya merupakan hal yang pantas disyukuri. Semua berjuang agar Jambore Anak terselenggara dengan baik dan para peserta dapat mengikuti semua acara dengan penuh sukacita.

Upacara Pembukaan ditutup sambutan Sekretaris Umum LAI, Sigit Triyono, menyampaikan terima kasih atas kerja sama panitia lokal dan para mitra penggiat anak nasional dalam mempersiapkan pelaksanaan Jambore.

Siigit mengajak para peserta menikmati 3 hal: Belajar Firman Tuhan lewat cara yang menyenangkan, belajar mencintai Indonesia dan belajar Mengenal Kota Solo, sebagai lokasi pelaksanaan Jambore dan sekaligus salah satu pusat budaya Jawa.

Setelah memberikan sambutan Sekretaris Umum LAI memukul gong 3 kali sebagai tanda dimulainya Jambore Anak Nasional 2023, dan kemudian 3 orang perwakilan peserta anak menerima pengalungan tanda peserta secara simbolis yang diberikan secara bersama oleh Ketua Panitia, Sekretaris Umum LAI, dan Penasihat Kegiatan, Pendeta Anton Karundeng.

Baca juga  Sukses Di Palembang, Leaders Meeting Kembali Digelar Di Bali

Setelahnya sepanjang 4 hari 3 malam, Anak dan Guru Sekolah Minggu diajak mengikuti beragam materi pembelajaran Alkitab. Panitia juga merancang berbagai kegiatan yang menarik untuk mengajak anak mencintai budaya Indonesia lewat: Workshop Menari, Membuat Wayang.

Ada pula kegiatan kunjungan ke 3 lokasi. Pertama, Solo Safari sebagai Kebun Binatang modern yang baru dikembangkan Pemerintah Solo. Kedua, Solo Technopark, mengajak anak mengenal berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan yang ketiga, Keraton Pura Mangkunegaran sebagai salah satu istana kerajaan lama di Solo yang di dalamnya menyimpan berbagai peninggalan sejarah dan budaya di Kota Solo.

Semoga melalui pelaksanaan Jambore Anak Nasional 2023 kemitraan antara Lembaga Alkitab Indonesia dan gereja-gereja di Kota Solo dapat semakin erat untuk memenuhi panggilan bersama dari Tuhan, menyampaikan Kabar Baik dari mulai Kota Solo hingga ke ujung bumi. Dari sekarang sampai Tuhan datang kembali.

/fsp/Foto: LAI, Perlando

Share :

Baca Juga

Misioner

Allah Itu Kasih, Tapi Allah Juga Bisa Marah dan Menghukum Lho…

Misioner

Dr. Theodosius dari Gereja Siria Di India: Kemiskinan Mengancam Perdamaian

Misioner

“Allah Mengatasi Segala allah, Dia Sudah Menyelesaikan Semua untuk Kita”

Misioner

Mantan Menteri Agama Di HUT Ke-75 GPIB: Umat Beragama Wajib Bangun Konsensus

Misioner

Yesus Menghargai, Pdt. Ferry Raintung: “Mari Melaksanakan Program-progam Kita”

Germasa

Apa Kepala SPN Lido Tahu? Ada Gereja Kok Ibadah Di Rumah-Rumah

Misioner

Perayaan HUT GPIB Ke-75 di Kota Padang Dibuka Ketum MS GPIB Pendeta Rumambi

Misioner

Pdt. Jan Jona Lumanauw: Kekerasan Bukanlah Cara untuk Menyelesaikan Masalah