Home / Uncategorized

Rabu, 22 Juni 2022 - 10:55 WIB

KEBIASAAN, Merentang Dalam Seluruh Bidang Kehidupan

Oleh : Dr. Wahyu Lay, GPIB Cipeucang, Dosen Filsafat

Dalam bahasa inggris habit; dalam bahasa latin habitus (keadaan tampak, pakaian). Bentuk kata kerjanya habere (memiliki, mempunyai).

Beberapa Arti

  1. Tingkah laku, pergaulan, atau kecenderungan, kehendak hati (a) yang diperoleh, didapat karena pergaulan, (b) yang digiatkan atau diungkapkan dengan sedikit atau tanpa pikir-pikir, dan (c) yang dilaksanakan dengan spontan, tanpa banyak rintangan.
  2. Kebiasaan merupakan kecenderungan bertindak dengan cara tertentu. Kebiasaaan dibentuk oleh pergaulan tindakan yang sama secara sadar dan, begitu diperoleh, memudahkan pelaksanaan tindakan-tindakan berikutnya.
  3. Kebiasaan baik disebut kebajikan dan kebiasaan jahat disebut kedurjanaan.
  4. Pembentukan kebiasaan tergantung pada disposisi (kecondongan) yang sudah ada sebelumnya dan kebiasaan yang sudah dicapai menjadikan pekerjaan pelbagai kekuatan jiwa lebih mudah dan lebih sempurna. Keadaan ini dihasilkan oleh interaksi antara lingkungan seseorang dan reaksinya terhadap lingkungan.
  5. Bilamana kebiasaan yang sudah dicapai berkurang karena tidak dimanfaatkan (misalnya berbahasa asing), berkat hasil yang melekat dari kebiasaan yang sudah dikembangkan sebelumnya kebiasaan itu dapat diperoleh kembali secara lebih cepat dan dengan latihan-latihan sedikit saja.
  6. Kebiasaan yang sudah dicapai dapat diperiksa dengan menentukan tindakan-tindakan yang berlawanan dengannya, meskipun kecenderungan asli mungkin tetap.
Baca juga  GPIB Obor Banten Punya Kekuatan Hukum, Kuasa Hukum Fondroni Hia: Gugatan Sudah Daluwarsa

Untuk mencapai kebiasaan baik, penting sekali pada tahap-tahap awal, tindakan-tindakan yang tepat dan pantas, dijalankan secara cermat dan pasti (misalnya segera setelah anak mulai bicara, penting sekali ucapan yang tepat).

Dan penting sekali pembentukan kompleks-kompleks yang terkait terjadi di dalam konteks pengalaman yang intens.

Peranan Kebiasaan

Pentingnya kebiasaan bagi seluruh kehidupan manusia sulit ditolak. Kali ini dapat dilihat dalam beberapa hal:

  1. Kebiasaan merentang dalam seluruh bidang kehidupan, mulai dari berjalan, berbicara, makan, dan lain sebagainya sampai dengan pelbagai keterampilan teknis yang tepat.
  2. Kebiasaan memainkan peranan penting dalam mengalami nilai-nilai, dalam memola pikiran, dalam mengontrol nafsu-nafsu sendiri, dan sebenarnya, dalam bidang pembentukan watak. Supaya menjadi terbiasa dengan apa yang benar, haruslah dimulai dari masa kanak-kanak. Sebab kalau tidak, kompleks-kompleks dicapai melalui pengaturan diri spontan yang langsung bertentangan dengan pendidikan yang matang dan pengembangan diri kemudian hari. Namun kemudian, kebiasaan baru memperoleh keadaannya yang penuh bilamana kebiasaan itu menjadi lebih dari sekedar latihan eksternal.
  3. Kebiasaan harus secara aktif diambil alih dan dilatih oleh orang yang terlatih (terdidik). Selanjutnya, tujuan ini akan tercapai melalui kompleks motif-motif yang menjadikan manusia mampu bertindak atas kemauannya sendiri tanpa tekanan-tekanan dari luar, bukan hanya sekarang melainkan juga pada masa mendatang.
Baca juga  Menko Luhut Disambut Pangeran Mohammed bin Salman di Riyadh

Karena itu, kebiasan-kebiasaan menyumbang kepada apa yang disebut “memperkuat kehendak”. Kebiasaan-kebiasaan kehendak lebih mudah merangkum kebaikan di dalam seluruh struktur pikiran yang terkait struktur yang dibangun oleh kebiasaan-kebiasaan.

Sebab kebiasaan-kebiasaan yang dipaksakan dari luar dapat kehilangan daya gunanya secara paling cepat. ***

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Paskah Nasional Tahun 2022, Bupati Elly Engelbert Lasut: Talaud Siap

Uncategorized

Ezra Tiangwangkang Dilembagakan, KMJ Pdt. Mardike Vischa Satianto

Uncategorized

GPIB Golf Charity Tournament 2023 Sukses: Golfers Ikut Donasi Panti Asuhan

Uncategorized

GPIB Obor Banten Punya Kekuatan Hukum, Kuasa Hukum Fondroni Hia: Gugatan Sudah Daluwarsa

Uncategorized

Agus Marsudi Wafat, Ex. Deputi Bank of Tokyo Ini Pernah Menjabat Bendahara FMS Dua Periode

Uncategorized

Menko Luhut Disambut Pangeran Mohammed bin Salman di Riyadh

Uncategorized

Kalau Bisa Singkat, Kenapa Mesti Panjang? Renungan Singkat Pdt. Jan Jona Lumanauw Tembus 600

Uncategorized

Pengeras Suara di Masjid dan Musala Diatur, Menag Yaqut: Untuk Merawat Harmoni Sosial