Home / Germasa

Sabtu, 6 April 2024 - 08:42 WIB

“Kita Harus Setia dan Mempersembahkan Hidup Kita”

Pdt. Johny A. Lontoh dalam suatu kesempatan melakukan pastoral kepada warga jemaat.  /Foto: Frans S. Pong

Pdt. Johny A. Lontoh dalam suatu kesempatan melakukan pastoral kepada warga jemaat. /Foto: Frans S. Pong

JAKARTA, Arcus GPIB – Kita diminta supaya PERCAYA kepada-Nya. Percaya itu bukan diam, tapi harus aktif. Sikap yang setia, taat, dan bertindak. Sebagaimana Nuh yang setia melakukan perintah Allah sehingga dia diselamatkan dari air bah; demikianlah kita harus setia melakukan kehendak-Nya dengan mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang harum, yang kudus dan yang berkenan dihadapan Allah.

Mengatakan itu Bvr. Sulastri Sitompul- Kantor Biro Zending HKBP dalam Renungan Harian HKBP, Sabtu 06 April 2024 mengakat tema: “Janji Berkat Tuhan” mengurai Firman Tuhan dari Kejadian 8:22, ”Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam”.

Nuh tidak melupakan kebaikan Tuhan atas keselamatan yang telah dianugerahkan-Nya atas dirinya dan keluarganya. Dengan hati yang tulus, Nuh memberikan persembahan yang terbaik Tuhan dan Allah menerima persembahan yang harum itu. Dan bukan itu saja, bahkan Tuhan Allah memberikan “Suasana” baru kepada mereka, yaitu: Perjanjian Allah dengan Nuh dan segala makhluk yang ada, yaitu: bahwa Allah tidak akan mendatangkan “malapetaka” (Air Bah) lagi untuk memusnahkan segala yang hidup (Kejadian 8:21).

Baca juga  Jangan Ekstrim, Jubir Kemenag: Keberagaman Itu Aset Bukan Masalah

”Air bah yang sangat menakutkan sudah berlalu, tetapi saat ini mungkin banyak hal yang membuat kita kuatir dan takut. Misal: bencana alam, banjir bandang, dan tantangan lainnya bahkan berbagai penderitaan yang kita alami. Terlebih ketakutan kita akan maut dan kematian.

Baca juga  Kemenag - BPIP Matangkan Program Penguatan Ideologi Pancasila Dalam Moderasi Beragama

Namun, bukankah Yesus Kristus telah mengalahkan maut dan kuasa kematian melalui kebangkitan-Nya, yang baru saja kita rayakan. Allah telah membuat perjanjian untuk menyelamatkan orang-orang percaya. Inilah yang harus tetap kita imani.”

”Apa wujud dari perjanjian Allah pada masa kini dalam konteks kita? Allah tidak pernah melupakan janji-Nya. Keselamatan dari pada Allah dinyatakan kepada kita melalui Yesus Kristus. Dia berkorban supaya kita tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16). Dia mati di kayu salib supaya kita hidup. Dan Dia bangkit pada hari ketiga supaya kita dibukakan jalan menuju rumah Bapa di sorga.” /fsp

Share :

Baca Juga

Germasa

Pemerintah Tegaskan Akan Mengganti BDK Menjadi Badan Moderasi Beragama

Germasa

Produksi Konten-konten Keagamaan Agar Dipahami dengan Tepat oleh Generasi Z

Germasa

Ramah Lingkungan, Pdt. Margie: GPIB Terus Berdampak Di Mana Dihadirkan Tuhan

Germasa

Persidangan PGIW di Ambon Bicara Politik: Warga Gereja Harus Aktif

Germasa

Ketua DPR Puan Maharani, Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Andika Perkasa Di GPIB Paulus Jakarta

Germasa

Pesparani Tertunda 2 Tahun, Menag Yaqut Cholil Qoumas: Harus Terlaksana Tahun Ini

Germasa

Peserta Konsultasi Sinodal Ekologi Berkunjung Pura Agung Jagatnatha

Germasa

Bangun Kesadaran Politik, Pdt. Manuel Raitung: Jangan Latah Hanya Menjelang Pemilu