Home / GPIB Siana

Jumat, 5 Juli 2024 - 20:22 WIB

Penyerangan Gereja Taman Harapan, MS GPIB Minta Pelaku Ditangkap

Majelis Sinode GPIB menyampaikan keterangan pers terkait penyerangan terhadap GPIB Taman Harapan Jakarta.

Majelis Sinode GPIB menyampaikan keterangan pers terkait penyerangan terhadap GPIB Taman Harapan Jakarta.

JAKARTA, Arcus GPIB – Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (MS-GPIB) meminta Kepolisian RI  mengusut tuntas penyerangan terhadap gedung GPIB Taman Harapan pada 24 Juni 2024 lalu.

“Kami, Majelis Sinode GPIB selaku pimpinan mendesak kepolisian Republik Indonesia mengusut tuntas provokator penyerangan gereja (GPIB Taman harapan),”  tandas Ketua Umum Majelis Sinode GPIB Pendeta Paulus Kariso Rumambi, pada Konperensi Pers di kantor Majelis Sinode GPIB, Gambir, Jakarta, Jumat (05/072024).

Tegas, Ketua Umum MS GPIB Pdt. P.K. Rumambi meminta Kepolisian RI menangkap pelaku pengrusakan gereja.

Pendeta Elly D. Pitoy De Bell dalam kesempatan itu menguraikan tentang Pendeta Emmy yang pernah menjadi pendeta di GPIB dan kemudian diberhentikan karena tiga bulan tidak aktif sebagai pendeta menjalankan panggilan dan pengutusannya.

Dalam jumpa pers yang dihadiri hampir seluruhnya oleh Fungsionaris Majelis Sinode GPIB serta Ketua Majelis Jemaat GPIB Taman Harapan Pendeta Ruth Susana Tengker-Kamau terungkap bahwa GPIB Taman Harapan telah diserang oleh sekelompok orang dan melakukan pengrusakan gedung gereja GPIB Taman Harapan Jakarta dan ada yang membawa senjata tajam.

Sekretaris Umum Pdt. Elly D. Pitoy De Bell memperlihatkan sertifikat kepemilikan gedung GPIB Taman Harapan

John Kakisina, saksi yang hadir dalam jumpa pers tersebut mengatakan, penyeraangan sepertinya sudah direncanakan dan yang melakukan penyerangan sangat banyak jumlahnya dan menyerang dengan menggunakan batu dan ada yang membawa senjata tajam.

Baca juga  Dalam Berbahasa, Maria Kumaat Mantik: Tidak Harus Terstruktur

“Pada saat penyerangan saya ada diluar, memang kalau kita lihat massa yang ada itu mereka langsung secara mendadak. Ini saya melihat suatu perencanaan. Pada saat saya keluar ada gang didepan itu, warung Madura Namanya Gang Usaha saya keluar disitu, itu sudah dipasang rantai besi  karena saya kurang dikenal, jadi mereka berpikir ini bukan jemaat Taman Harapan. Jadi pada saat ini saya mau masuk ke gereja  tapi massa yang datang jumlahnya bukan satu dua orang tapi ini banyak saya bisa prediksi bisa sampai diatas 70-an sampai ratusan karena mereka bergerak itu sudah dibagi tugas kalau saya lihat. Ada yang pegang parang, ada yang pegang tombak, ada yang pegang batu sama pegang botol. jadi mereka sudah punya peran masing-masing,” kata John Kakisina.

Wartawan Sinar Harapan, Noni dalam kesempatan bertanya kepada Majelis Sinode GPIB mempertanyakan kenapa tidak ada penangkapan oleh Kepolisian pada saat penyerangan Gedung gereja GPIB Taman Harapan.

“Saya barusan baca kronologis pada saat penyerangan 24 Juni, kelihatannya ada Polisi disitu. Tapi kenapa pada saat itu tidak ada penangkapan. Nah, itu kenapa bisa seperti itu, ada backing atau gimana gitu?” tanya Noni dari Sinar Harapan.

Baca juga  GPIB Terus Merespon, Sekum Pdt. Elly Pitoy: Digitalisasi Seperti Air Menetes

Menjawab pertanyaan wartawan, mengapa tidak ada penangkapan terhadap pelaku penyerangan gereja GPIB Taman Harapan, Ketua Dept. Germasa GPIB Irjen Pol (Purn) Alex Mandalika mengindikasi ada keterlibatan Kepolisian.

“Kenapa Polisi tidak bertindak ini ada indikasi keterlibatan Kepolisian. Harusnya peristiwa tertangkap tangan itu tidak menunggu laporan, harus bisa ditangkap saat itu. Kita meminta tegas supaya dilakukan penangkapan, diusut tuntas kasus ini oleh Polres Metro Jakarta Timur,” tandas Alex Mandalika.

Terkait dengan laporan Polisi SP2Hp, Wadirtipidter Bareskrim Polri pada 2010 ini mengatakan, pihaknya sudah dua kali menerima SP2Hp dan saat ini tinggal menunggu sampai dua minggu kedepan.

“Kita tunggu sampai dua minggu kedepan. Saya sendiri sudah ke Polda dan ketemu Wakapolda dan Wakapolda atensi kasus ini. Langsung disampaikan Direktur Reskrimum,” kata Alex Mandalika.

Soal gereja yang juga dipakai Bersama dengan gereja GABK, Alex Mandalika memastikan pihak GPIB akan tetap menempati Gedung gereja tersebut.

“Harapan Utama, kita akan menempati gereja ini tidak ada siapa pun yang bisa menempati. Karena itu adalah hak milik dari GPIB,” imbuhnya menjawab pertanyaan wartawan Detik.News.Com dan Media Warta Gereja yang mempertanyakan sikap Majelis Sinode apakah masih ingin  memperkenankan  pihak penyerang menggunakan Gedung gereja GPIB setelah melakukan pengrusakan. “Seperti apa sikap GPIB,” tanya wartawan tersebut. /fsp/phil

Share :

Baca Juga

GPIB Siana

Pendeta-pendeta Emeritus Ngumpul, Bahas Soal Kesehatan Mental

GPIB Siana

MAJELIS Sinode GPIB Terbitkan Panduan Merayakan Natal ’21 dan Tahun Baru ‘22

GPIB Siana

Dalam Berbahasa, Maria Kumaat Mantik: Tidak Harus Terstruktur

GPIB Siana

GPIB untuk Korban Semeru, Pdt Roberto Wagey: Hadir Menyampaikan Empati

GPIB Siana

Tekun Menata Bisnis, Marla Elisabeth Pengusaha UMKM Disarankan Bergabung di JakPreneur

GPIB Siana

BERGERAK Maju Merespon Kebutuhan Jemaat Di Era Pandemi Covid 19

GPIB Siana

Ayo Mawas Diri, Waktunya Semakin Dekat, DIA Akan Datang

GPIB Siana

Layani Tuhan Dengan Motivasi yang Benar, Utamakan Kebaikan Bersama