Home / Germasa

Sabtu, 13 Mei 2023 - 00:17 WIB

Rumambi Institute untuk Membangun Keesaan dan Oikumene Kebangsaan

SURABAYA, Arcus GPIB – Ketokohan Domini (ds) W. J. Rumambi diperkenalkan kembali dalam acara Seminar Kajian Rencana Pembentukan Rumambi Institute yang dianggap perlu utuk membangun keesaan dan oikumene kebangsaan.

Ini perlu dibangun ditengah terus membanyaknya jumlah Sinode yang saat ini sudah mencapai 95 sinode. Demikian salah satu hal yang disampaikan Ketua Umum Majelis Sinode GPIB Pendeta Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si dalam acara tersebut yang digelar di GPIB Maranatha Surabaya Jumat (12/5/2023).

Pdt. Manuel E. Raintung saat menyampaikan sambutan di acara Kajian Pembentukan Rumambi Institute.

Diskusi yang dipandu Pendeta Herlin Kunu tersebut menarik peserta lebih dalam yang ingin mengenal lebih jauh sosok domini W. J. Rumambi, Rohaniawan dan Negarawan. Rohaniawan karena turut serta membangun beberapa kampus Sekolah Teologi dan aktif sebagai seorang Menteri di zaman Presiden Soekarno. Domini Wilhelm Johannis Rumambi adalah ayah dari Pendeta Paulus Kariso Rumambi.

Pdt. Alexius Letlora, KMJ GPIB Maranatha Surabaya saat menyampaikan khotbah

Harapan dari seminar kajian tahap 1 ini adalah untuk pembentukan W. J. Rumambi Institute. Disebutkan, Domini W. J. Rumambi adalah seorang pendeta dengan kontribusi yang besar dalam bidang keesaan gereja dan kenegaraan. Pendeta W. J. Rumambi lahir di Tompaso, Minahasa 7 April 1916 dan meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 20 Januari 1984.

Baca juga  Persidangan PGIW di Ambon Bicara Politik: Warga Gereja Harus Aktif

Setelah ditahbiskan di Gereja Sion Jakarta, Pendeta W.J. Rumambi melayani di GMIM, kemudian di Makassar dan memimpin lembaga ekumenis di sana. Bersama Ephorus HKBP, ds. Sihombing, dan Ketua Parkindo, Pendeta Basuki Probowinoto, Pendeta W. J. Rumambi menginisiasi terbentuknya Dewan Gereja-gereja di Indonesia pada 25 Mei 1950, kemudian menjadi Sekretaris Umum yang pertama DGI.

Presiden Soekarno menjadikannya Menteri Hubungan Antar Lembaga Tinggi Negara pada Kabinet Kerja II tahun 1962 hingga Kabinet Kerja IV tahun 1964, dan Menteri Penerangan pada Kabinet Dwikora III pada tahun 1966. Selain itu, Pdt. W. J. Rumambi juga pernah menjadi pengurus Lembaga Alkitab Indonesia. Dengan demikian, kontribusi besar Pendeta W. J. Rumambi bagi gereja dan bangsa perlu ditinjau, diangkat, dan diabadikan.

Baca juga  Ayo Hidup Rukun Beragama Di Masyarakat, Ini Kata Pelawak Polo

Ketua II Majelis Sinode Pendeta Manuel E. Raintung, S.Si, M.M mengatakan, seminar kajian ini dilaksanakan untuk menjadi dasar pemikiran untuk pembentukan W. J. Rumambi Institute. Pertama, ketokohan Pdt. W. J. Rumambi perlu diangkat kembali oleh GPIB bagi gereja dan bangsa Indonesia, juga dunia. Kedua, GPIB mempunyai kerangka teologi publik berdasarkan wawasan dan karya ekumenis Pdt. W. J. Rumambi yang relevan dengan konteks saat ini.

Untuk memantapkan kajian pembentukan Rumambi Institute dihadirkan beberapa orang-orang kompetensi antara lain Pendeta Paulus Kariso Rumambi, Pendeta Prof. John Titaley, Dr. John Simon dan sejarawan Dr. Benny Matindas memberi masukan agar kajian Rumambi Institute semakin nyata memenuhi panggilan gereja di dunia ini. / fsp

Share :

Baca Juga

Germasa

Pemerintah Tetap Berhati-hati dan Pantau Perkembangan Covid19

Germasa

Walikota Singkawang Menjamu Peserta Konferdal Germasa: “Saya Sangat Bangga”

Germasa

Kekerasan Terhadap Perempuan Masif, Alex Mandalika: Gereja Harus Jadi Konsultan

Germasa

GMKI Dapat Pembinaan Cegah Tangkal Radikalisme Dari Mabes TNI

Germasa

Dibuka, Pendidikan Politik Warga Gereja di Lombok

Germasa

Wow, Presiden Jokowi Lantik Andi Widjajanto, Jadi Gubernur Lemhannas

Germasa

Gubernur Khofifah: Saya Berbahagia GPIB Bersilaturahim, Pdt. Manuel: Jaga Kerukunan

Germasa

Menag Yaqut Bangga Terhadap Pers Indonesia, Berkontribusi Memperkuat Moderasi Beragama