Home / GPIB Siana

Sabtu, 3 Desember 2022 - 18:53 WIB

Keragaman Perlu Itikad Baik, Berkomunikasi yang Santun, dan Memperlakukan Sesamanya

JAKARTA, Arcus GPIB – Paulus mengajak untuk melihat lebih jauh dari sekadar keragaman yang ada dalam pelbagai persekutuan yaitu seberapa jauh setiap orang, yang dikatakan sebagai yang unik, juga menjadi pribadi yang telah dibarui oleh Roh Tuhan.

Demikian renungan Edisi Malam Sabda Bina Umat (SBU) GPIB Sabtu (03/12/2022) mengangkat tema “Ciptaan Baru” mengurai Firman Tuhan dari Galatia 6 : 14 – 18.

“Apalah arti keragaman kalau setiap orang di dalamnya tidak ada yang baik.”

“Kita seringkali terbuai dengan keragaman yang memperkaya persekutuan atau komunitas kita tanpa memperhatikan adakah di dalam keragaman itu setiap orang memiliki itikad baik, cara berkomunikasi yang santun, memperlakukan sesamanya dengan hormat, menebarkan harapan serta semangat membangun sehingga damai sejahtera memenuhi persekutuan itu.”

Baca juga  Ajarkan Firman Tuhan, Generasi Penerus Rentan Tergelincir Dalam Sikap Cuek Terhadap TUHAN

Umumnya, ketika keragaman diterima dalam suatu persekutuan atau komunitas, kecenderungan orang untuk menampilkan keunikannya secara dominan lalu memaksa orang lain untuk memaklumi dan memberi tempat bagi keberadaannya dapat memicu konflik.

Belum lagi ketika dalam keragaman, orang menemukan persamaan dan mulai membentuk kelompok. Kelompok – kelompok kitu pun sangat berpotensi untuk memunculkan persaingan satu sama lain.

Karena itu, benarlah yang dikatakan Paulus bahwa perbedaan itu tidak ada artinya kecuali setiap orang di dalamnya sudah berubah menjadi baik. Ketika setiap orang sudah menjadi ‘ciptaan baru,’ berada di tengah keragaman maupun homogenitas tidak akan menjadi persoalan baginya.

Baca juga  Degradasi Pantai, Mupel Banten Tanam 500 Bibit Mangrove Di Hutan Mangrove 

Beberapa tahun belakangan ini, baik di masyarakat maupun di gereja sampai di keluarga, perbedaan antar setiap orang mulai diterima dan dihargai sebagai kekayaan dari suatu peradaban.

Dari sedemikian panjang penjelasan Paulus tentang perbedaan antara orang Kristen (orang-orang milik Kristus) dengan yang bukan (yang masih belum percaya), pada akhirnya Paulus menegaskan bahwa bukan perbedaan yang seharusnya diperjelas tetapi perubahan diri menjadi ciptaan baru itulah yang perlu diperlihatkan. ***

Share :

Baca Juga

GPIB Siana

Majelis Sinode Kembali Melaksanakan Kelas Publik Tematik PA, PT, GP, PKP, PKB

GPIB Siana

Berhentilah Menguji Kesabaran-Nya, IA Benci Zinah, Tipu Muslihat, Dusta, dan Penindasan

GPIB Siana

Hidup Bukan Sekadar Hidup, Jadilah Berarti untuk Sesama

GPIB Siana

Belajarlah Dari Kupu-Kupu, Dari yang Jijik Menjadi Keindahan

GPIB Siana

Konven Pendeta dan PST 2023 Medan: Perhelatan Secara Digital, Tanpa Meja

GPIB Siana

Pelatihan Teknik Pengambilan Gambar, GPIB Pasar Minggu Libatkan Dosen IKJ

GPIB Siana

Leaders Meeting Bandung, Sapaan untuk Perubahan

GPIB Siana

PEDULI Kesehatan Masyarakat dan Kematian Ibu dan Bayi, GPIB Gelar Golf Tournament