Home / Germasa

Selasa, 30 Januari 2024 - 17:58 WIB

Gelar Rakernas, Kemenag Akan Rumuskan Penguatan Kerukunan Pascapemilu

JAKARTA, Update –  Kementerian Agama akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2024. Rakernas akan mengevaluasi sejumlah capaian kinerja 2023 sekaligus target program 2024.

Mengutip laman Kemenag RI,  Rakernas juga akan merumuskan sejumlah langkah strategis dalam rangka menguatkan rajutan kerukunan umat pascapemilu 2024. Rakernas dijadwalkan di Semarang, 5 – 7 Februari 2024.

Forum rapat tertinggi ini akan diikuti para pejabat Eselon I dan II, Kanwil Kemenag Provinsi, serta pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Rakernas kali ini mengangkat tema “Transformasi Kementerian Agama Menuju Indonesia Emas 2045”.

Sekjen Kemenag Nizar Ali mengatakan, Rakernas akan menjadi forum strategis untuk mengevaluasi sejumlah capaian kinerja 2023. Bersamaan itu, dan target Kemenag 2024 dan strategi pencapaiannya.

“Rakernas 2024 sangat strategis karena dua alasan. Pertama, tahun ini merupakan tahap akhir dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Pada saat yang bersamaan, RPJMN 2020 – 2024 juga merupakan tahapan terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025,” ungkap Nizar di Jakarta, Selasa (30/1/2024).

Baca juga  Duo Ketua Bidang Dibalik Safari Pelkes GPIB 2023 di Lampung Utara

Menurutnya, RPJMN 2020-2024 akan memengaruhi pencapaian target pembangunan dalam RPJPN. “Kita menciptakan Indonesia dengan tingkat kesejahteraan setara dengan negara-negara berpenghasilan menengah atas yang memiliki kondisi infrastruktur, kualitas sumber daya manusia (SDM), layanan publik, serta kesejahteraan rakyat yang lebih baik,” ujar Nizar.

Sebagai kementerian yang bertugas dalam pembangunan di bidang agama, Kemenag mempunyai peran strategis dalam peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan agama dan keagamaan. Hasil kerja keras itu mulai kentara. Kualitas lembaga pendidikan binaan Kementerian Agama makin maju dan kompetitif, bahkan menjadi pilihan utama masyarakat.

“Kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan binaan Kemenag terus meningkat. Pada saat yang sama, kualitas layanan publik di Kemenag juga terus ditingkatkan. Tahun 2023 menjadi momentum penting proses transformasi digital di Kemenag hingga banyak mendapat prestasi dan apresiasi,” sambungnya.

Baca juga  Walikota Singkawang Menjamu Peserta Konferdal Germasa: "Saya Sangat Bangga"

Kedua, tahun ini diselenggarakan pemilihan umum. Potensi terjadinya segregasi harus dimitigasi agar kerukunan umat tetap terjaga. Menurut Nizar, Kemenag mengemban mandat penguatan moderasi beragama guna terus merawat kerukunan umat.

“Kerukunan sangat penting, karena menjadi prasyarat kelangsungan pembangunan. Ini salah satu peran strategis Kemenag dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional,” terang Nizar.

“Sekali lagi, kerukunan dan persatuan umat harus tetap terjaga pasca Pemilu demi kelangsungan pembangunan menyongsong Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.

Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Setjen Kemenag Nurudin menambahkan, Rakernas Kemenag 2024 bertujuan mempertajam arah kebijakan Kementerian Agama dalam mencapai target rencana strategis 2020-2024. Forum ini juga akan menjadi ajang untuk mensosialisasikan program direktif Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

“Selain evaluasi 2023, kami akan merumuskan strategi pelaksanaan program 2024, meningkatkan tata kelola kepemerintahan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik Kementerian Agama,” sebut Nurudin. /fsp

Share :

Baca Juga

Germasa

Merawat Perbedaan, Baca dan Diskusi AlQur’an – Alkitab di Gereja

Germasa

Yuk Ikutan Lomba Menulis dan Aksi Peduli Sampah, Berhadiah Lho…

Germasa

Universitas Indonesia Bakal Bangun Lima Rumah Ibadah Multiagama Di Asrama Mahasiswa

Germasa

Dukungan Warga GPIB bagi IKN

Germasa

1.300 Peserta Hadiri Konas VII FKUB, Gubernur Ansar Ahmad: Kepri Miniatur Keberagaman & Toleransi

Germasa

MUI Apresiasi Edaran Menag Tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara

Germasa

Seminar Kebangsaan Di Immanuel Jakarta Sentuh Politik Dinasti, Oligarki dan Politik Identitas

Germasa

KUA Jadi Tempat Nikah Semua Agama, Perlu Diatur