Home / Misioner

Rabu, 5 Juli 2023 - 16:01 WIB

Harapan Dkn. Grace Warastuty Langsa Soal IKN dan Rumah Ibadah Nasrani

BERAU, Arcus GPIB – Dalam sukacita ibadah pelembagaan GPIB Sion Tembudan Berau, ia menjadi salah satu sosok yang ambil bagian dalam prosesi Sinodal Minggu 2 Juli 2023 itu.

Empati terhadap sesama untuk kemanusiaan di Daerahnya, di Berau Kalimantan Timur tak diragukan. Posisinya sebagai Bendahara PHMJ di GPIB Hosiana Berau adalah sarana aktualisasi diri dalam giat layan membantu jemaat.

Itu dibuktikan dalam kebersamaan ia telah menghantar Bakal Jemaat (Bajem) Sion Tembudan dilembagakan dan menjadi GPIB ke-339 yang ditahbiskan oleh Majelis Sinode GPIB. Ia adalah Diaken Grace Warastuty Langsa, Bendahara PHMJ di GPIB Hosiana Berau Kaltim.

Karena kemampuan bersosialisasi yang baik di kalangan gereja dalam berjemaat, sosok muda kelahiran Palopo 04 Maret 1975 digadang-gadang untuk mencalokan diri di kancah politik sebagai legislator.

Menjawab pertanyaan Arcus soal masalah sosial apa yang perlu diatasi di Berau, alumnus D3 Akademi Sekertaris dan Manajemen ini mengatakan, masalah pembangunan rumah-rumah ibadah khususnya rumah ibadah umat Nasrani perlu perhatian dari pemerintah.

Baca juga  Kekerasan Terhadap Anak Meningkat, Peran Gereja Sangat Diharapkan

Kepekaannya terhadap masalah ekonomi di daerahnya juga menjadi perhatian yang baik. Sebagai negeri Tambang dan Sawit bagaimana prospek ekonomi Berau sangat baik. Menurut Grace, prospek perekonoman di Berau pada umumnya sangat baik dan untuk itu butuh penanganan yang baik pula.

“Prospek ekonomi di Berau akan sangat luar biasa pesat kedepan makanya harus ada persiapan yang matang,” tutur Grace menyebutkan bahwa pembangunan Ibukota Negara Nusantara (IKN) yang sedang pemeritah punya pengaruh signifikan bagi Berau.

“Pengaruh IKN yang signifikan kedepan adalah lapangan kerja, perlu persiapan bagi generasi muda untuk bisa berkompetisi dengan pendatang dari luar,” tandas Grace.

Catatan Arcus GPIB mengutip beraukab.go.id, Kabupaten Berau adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota Kabupaten ini terletak di Tanjung Redeb, Berau. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 34.127,47. km² terdiri dari daratan seluas 22.030,81 km² dan luas laut 12.299,88 km² serta terdiri dari 52 pulau besar dan kecil dengan 13 Kecamatan, 10 Kelurahan, 96 Kampung/ Desa, dan jumlah penduduk berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik pada tahun 2011 sebesar 191.807 jiwa.

Baca juga  MAJELIS SINODE GPIB: Paskah, Bukti Akan Keperdulian dan Keberpihakan Allah

Kabupaten Berau berasal dari Kesultanan Berau yang didirikan sekitar abadd ke-14. Menurut sejarah Berau, Raja pertama yang memerintah bernama Baddit Dipattung dengan gelar Aji Raden Surya Nata Kesuma dan Isterinya bernama Baddit Kurindan dengan gelar Aji Permaisuri. Pusat pemerintahan kerajaan pada awalnya berkedudukan di Sungai Lati (sekarang menjadi lokasi pertambangan Batu Bara PT. Berau Coal). /fsp

Share :

Baca Juga

Misioner

Komitmen Cinta Lingkungan, GPIB Peringati Hari Bumi

Misioner

HUT Ke-75 GPIB, dari Kota Padang ke Istora Senayan, untuk Indonesia

Misioner

Program IISMA Di Dunia Mahasiswa Meningkat, Go8 Australia Gabung Program IISMA

GPIB Siana

Chris Kanter Di Leaders Meeting Bali, Dari Sistem Big Data Hingga Pendeta Robotik

Misioner

Mupel-Mupel Diminta Mengadakan Pembinaan Pasangan Suami Istri Pendeta GPIB

Misioner

Tetaplah Setia Setia Terhadap Allah, Jauhi Kejahatan

Misioner

Zaman Ini, Pekerjaan Tuhan Bukan Hal yang Mudah, Dituntut Lebih Berani Memikul Salib

Misioner

Kajian Pendirian Rumambi Institute Kembali Digelar, Prof. John Titaley dan Ketua PGI Hadir