Home / Misioner

Minggu, 4 Februari 2024 - 19:22 WIB

HUT 104 Zebaoth, Pdt. Elly Beri Semangat Sapa Jemaat Dalam Bahasa Belanda

Pendeta Elly D. Pitoy De Bell, Sekretaris Umum MS GPIB.

Pendeta Elly D. Pitoy De Bell, Sekretaris Umum MS GPIB.

Semua itu terjadi karena intervensi Allah. Jangan pernah berpikir kalau seng ada beta gereja ini tidak ada. No Way. Intervensi Allah tidak bisa dibatasi.

BOGOR, Arcus GPIB – Sapaan dalam dalam bahasa Belanda Pendeta Elly D. Pitoy De Bell membuka khotbahnya di Ibadah Syukur 104 tahun GPIB Zebaoth Bogor Minggu 04 Februari 2024.   Sapaan so pasti menyegarkan dan memberi semangat warga jemaat seraya mengenang Zebaoth dimasa lalu.

Narasi mengenang “Zebaoth” Bogor oleh Gerakan Pemuda.

Mengenakan ketopong adat Papua, sapaan Sekretaris Umum Majelis Sinode GPIB tersebut disambut sukacita warga jemaat dengan balasan-balasan dalam bahasa Belanda penuh semangat dari warga jemaat GPIB Zebaoth Bogor yang mengikuti ibadah pukul 09.00 wib tersebut.

Menurut Pendeta Elly, Zebaoth telah menjadi tempat dimana Allah ada dan tinggal.  Bogor telah menjadi tempat perjumpaan.

Baca juga  Pengadilan Menghukum Penggugat GPIB Obor Banten, Kuasa Hukum: Kita Tetap Berdoa

“Kota ini kota toleran. Ada istana, ada gereja disini, keragaman itu kuasa Allah. Semua itu terjadi karena intervensi Allah. Jangan pernah berpikir kalau seng ada beta gereja ini tidak ada. No Way. Intervensi Allah tidak bisa dibatasi,” kata Pendeta Elly.

Pdt. Elly D. Pitoy De Bell memimpin Doa Bersama para Calon Legislatif.

Dikatakan, dulunya Zebaoth adalah Nederland Spreken Gemente, gereja yang berbahasa Belanda. Namun proses berlangsung dalam alur perjalanan Tuhan menata Zebaoth menjadi tempat perjumpaan segala bangsa.

”Kami tahun 2018 membawa 24 perempuan perwakilan sinode dari Presbiterian Women Church, mereka begitu mengagumi bahwa inilah tempat perjumpaan bangsa-bangsa,” ungkap Pendeta Elly dalam ibadah yang dirangkai dengan Doa Bersama Calon Legislaltif DPRD dan DPR RI.

Pendeta Margie Ririhena De Wanna mengenakan busana etnik Maluku Tenggara.

Ketua Majelis Jemaat GPIB Zebaoth Bogor, Pendeta Margie Ririhena De Wanna, D.Th menyatakan rasa Syukur atas usia 104 tahun GPIB. Hari ini patut mengucap syukur kembali kepada Tuhan yang telah mengaruniakan gedung gereja yang indah dan megah.

Baca juga  Pengurus Mupel Jabar II Terbentuk: Fokus Penggalangan Dana Hingga Jemaat Terkait Hukum

Di Gedung ini telah berlangsung beragam pelayanan baik itu baptisan kudus, perjamuan, perayaan hari gereja, pemberkatan perkawinan, percakapan-percakapan penting berlangsung selama 104 tahun dari dalam gedung gereja ini.

Paduan Suara Bajem Pura Tajur Halang bersama Pdt. Elly Pitoy, Pdt. Margie Ririhena dan Pdt. Esthetiana Rap Rap usai Ibadah.

”Kita bersyukur karena kita memaknai bahwa ini bukan sekadar sebuah gedung, bukan sekadar sebuah bangunan tapi lebih daripada itu inilah simbol dari Persekutuan dan Pelayanan Kesaksian umat Tuhan yang telah dan terus berlangsung dari tempat ini,” kata Pendeta Margie.

Mari, ajak Margie, untuk terus merawat gereja intergenerasional di era digital ini dengan menjadikan kasih sebagai pengikat yang mempersatukan semua. /fsp

Share :

Baca Juga

Germasa

Manuver Elok Alumnus UIN Sunankalijaga Pdt Rully Haryanto, Dari Lele, Gusdurian Hingga Bamag

Misioner

Visitasi Pelkes GPIB 2022: Dari Sesi Bina Jemaat Mandiri Hingga Peletakan Batu Pertama

Misioner

Dari HUT Ke-41 Yapendik: Pdt. Roberto Wagey: Eksis Menjadi Alat Tuhan Mencerdaskan Bangsa

Misioner

Berserulah, Bertobat Bukan Karena Usaha Itu Pekerjaan Allah

Misioner

Teruslah Belajar untuk Percaya dan Berlaku Baik Bagi Sesama

Misioner

GPI Audiensi Ke PGI Percakapkan Pemberdayaan Jemaat Ditengah Pandemi

Misioner

Peduli Anak-anak Korban Pekerja Migran, Germasa GPIB Gelar Acara Ini….

Misioner

“Janganlah Menunda-nunda Pertobatan, Itu Bukan Hasil Usahamu”