Home / Misioner

Kamis, 29 September 2022 - 16:12 WIB

Teruslah Belajar untuk Percaya dan Berlaku Baik Bagi Sesama

Ny. Ismiati Theo Syafei, busana hijau, dalam suatu kesempatan di kediamannya menjamu pendeta-pendeta emeritus. Foto: Dennies Gaspersz

Ny. Ismiati Theo Syafei, busana hijau, dalam suatu kesempatan di kediamannya menjamu pendeta-pendeta emeritus. Foto: Dennies Gaspersz

JAKARTA, Arcus GPIB – Penghukuman Allah menyadarkan untuk senantiasa melakukan yang baik dan benar. Melalui penghukuman-Nya, Allah mendidik untuk percaya dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa.

Demikian renungan malam Sabda Bina Umat (SBU) GPIB Kamis (29/9/2022) mengangkat tema “Penghukuman Allah” mengurai teks Firman Tuhan Zefanya 2: 10 – 15.

“Barangsiapa yang setia dan taat sampai akhir, akan menerima mahkota kehidupan yang kekal.  Oleh sebab itu, sebagai seorang pemimpin atas diri sendiri, maka mulailah berlaku baik, sehingga membawa dampak yang baik bagi sesama.”

“Belajar untuk percaya dengan sungguh kepada Allah, tidak mudah dipengaruhi, dan tidak menduakan Allah dalam hidup ini. Cepat atau lambat, kita akan menuai apa yang kita lakukan dalam kehidupan ini.”

Ungkapan yang mengatakan bahwa apa yang ditabur, itu juga yang dituai. Jika seseorang menabur kebaikan maka ia akan menuai kebaikan, jika keburukan yang ditabur maka ia akan menuai keburukan. Dan semua itu akan terjadi pada waktunya.

Mengenai penghukuman Allah, catatan Arcus Media Network mengutip gotquestions.org untuk orang yang percaya kepada Yesus, semua dosa kita – di masa lalu, saat ini, dan masa mendatang – telah dihukum di kayu salib. Sebagai orang Kristen, kita tidak pernah dihukum untuk dosa.

Baca juga  GEREJA Di Era Metaverse, Ini yang Mesti Dilakukan Gereja

Hal itu telah lunas terbayar sekali untuk selamanya. “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus” (Rom 8:1). Karena pengorbanan Kristus, Allah hanya melihat kebenaran Kristus ketika Ia melihat kita. Dosa kita telah ditebus di kayu salib oleh Yesus. Karena itu, kita tidak akan dihukum untuk itu.

Jika kita terus berbuat dosa, tidak berbalik dan bertobat, Allah akan mendisiplinkan kita. Jika Ia tidak melakukannya, Ia bukanlah seorang Bapa yang mengasihi dan peduli.

Sama seperti ketika kita mendisiplinkan anak-anak untuk kebaikan mereka, begitu pula Bapa di surga mendisiplinkan anak-anaknya dengan penuh kasih, demi kebaikan mereka. Ibr 12:7-13 mengatakan, “Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak.

Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.

Baca juga  Bila Sepelekan Dosa, Bisa Berkibat Seperti Ini

Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.”

Disiplin adalah cara Allah mengubah anak-anak-Nya dari yang memberontak menjadi taat. Melalui pendisiplinan, mata kita dibukakan lebih jelas terhadap pandangan Allah mengenai hidup kita.

Seperti Raja Daud berkata dalam Maz 32, disiplin menyebabkan kita mengakui dan berbalik dari dosa yang belum dituntaskan. Dengan cara ini, disiplin membersihkan kita. Ia juga merupakan pendorong. /fsp

Share :

Baca Juga

GPIB Siana

Ada Tiga Guru Besar, 165 Diaken Penatua GPIB Zebaoth Bogor Diteguhkan

Misioner

JUMAT AGUNG: Yesus Sanggup Mengubah Kejahatan Menjadi Kebaikan

Misioner

Wow, GPIB Kini Punya Pakar Sosiologi Pedesaan, Prof. Rilus A. Kinseng

Misioner

Wow,…Bajem Jembrana Bali Dilembagakan, GPIB Kini Punya 332 Jemaat

Misioner

Tak Perlu Ragu, Iman Kristen Memiliki Dasar yang Kuat dan Dapat Dibuktikan

Misioner

Departemen Teologi GPIB Mengajak Diskusi Bagaimana Bergereja Disaat Ada Bencana

Misioner

Di PST 2022 Pdt. Roberto Wagey M.Th, Ajak Gereja Hadir Ditengah Kemiskinan

Misioner

RENUNGAN Singkat Pdt. Jona Tembus 800: Kerja Layan Kreatif