Home / Diakonia

Senin, 15 Januari 2024 - 15:55 WIB

KABAR SUKACITA. GPIB Sumber Kasih Memulai IHM Disertai Bahasa Isyarat

JAKARTA, Arcus GPIB – Majelis Sinode (MS) GPIB mengumumkan bahwa akan ada ibadah-ibadah hari Minggu (IHM) yang disertai dengan menggunakan Bahasa Isyarat (BI).

MS GPIB telah menetapkan GPIB Jemaat Sumber Kasih Jakarta Selatan sebagai jemaat percontohan untuk melaksanakan Ibadah Hari Minggu menggunakan Bahasa Isyarat (IHM-BI).

MS GPIB dalam Suratnya tertanggal 12 Januari 2024 menyebutkan, pelaksanaan IHM-BI tersebut sesuai dengan PKA 2023-2024 Bidang IV (PPSDI-PPK) nomor 9 tentang Persiapan pengadaan dan pembinaan Juru Bahasa Isyarat (JBI) untuk Ibadah Hari Minggu.

Pelaksanaan IHM-BI sejalan dengan panggilan dan pengutusan Tuhan bagi gerejaNya mencakup seluruh dunia dengan berbagai kondisi dan keadaan, termasuk warga jemaat tuli di mana pun berada.

Baca juga  Insting Peduli Maylani Rumambi Tak Surut Walau Pandemi

IHM-BI menjawab kebutuhan pelayanan bagi warga jemaat tuli di GPIB dan juga terbuka bagi denominasi gereja lainnya yang dilaksanakan secara live streaming di kanal youtube GPIB Jemaat Sumber Kasih Jakarta Selatan pada setiap Hari Minggu yang dimulai pada Minggu 21 Januari 2024, pukul 09.00 wib. Adapun kanal tersebut adalah https://www.youtube.com/@GPIBSumberKasihJkt

Laman Kompas.com menyebutkan, di Indonesia terdapat dua jenis bahasa isyarat yang kerap digunakan, yaitu Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo).

SIBI merupakan bahasa isyarat yang berkembang dari serapan American Sign Language dan merupakan cara merepresentasikan tata bahasa lisan Indonesia ke dalam gerakan isyarat buatan tertentu. SIBI sudah diresmikan dalam Undang-Undang No 2 Tahun 1989 serta dibakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 30 Juni 1994 menjadi sistem isyarat untuk teman tuli.

Baca juga  Kita Harus Peduli dan Mengasihi Orang Lain Tanpa Syarat, Tanpa Batas

SIBI juga digunakan sebagai pengantar komunikasi di kurikulum Sekolah Luar Biasa (SLB). Sementara itu, Bisindo adalah bahasa isyarat yang berkembang secara alami dari kebutuhan kaum Tuli. Adapun eksistensi Bisindo sudah ada sejak 1966, akan tetapi perkembangannya belum naik ke permukaan. Maka dari itu, pemerintah menggunakan SIBI.

Namun, teman Tuli lebih memilih menggunakan Bisindo karena hal tersebut merupakan salah satu budaya yang lahir dan berkembang dari kaum tuli di Indonesia. /fsp

Share :

Baca Juga

Diakonia

DOA BAPA KAMI DI MASA PANDEMI dari Andriani L. Soetoto

Diakonia

TUHAN Suka, Lakukan Tiga Hal ini, Hiduplah Dalam Terang-Nya

Diakonia

Rapat Panitia Baksos YADIA Pastikan Jadwal Berangkat Ke Sangihe

Diakonia

Pejabat Daerah Apresiasi Baksos Yadia Di Kawangkoan Minahasa Selatan

Diakonia

Pra Orasi Ilmiah Prof. Dr. Ir. Rilus A. Kinseng: Ada Ketidakadilan  

Diakonia

Pengobatan Gratis dan Bagi Sembako Di Ultah ke-30 YADIA GPIB

Diakonia

Perhatian Rocky Sambuaga Terhadap Perkembangan Pos Pelkes GPIB: Rawat dan Pelihara

Diakonia

Walikota Bitung Jamu Makan Malam Bersama Tim Baksos Yadia GPIB