Home / Uncategorized

Senin, 16 Mei 2022 - 08:55 WIB

Kerjakanlah Dengan Sungguh, Tuhan Bergaul Erat Dengan Orang Jujur

Foto Ilustrasi: Gerakan Pemuda GPIB Zebaoth Bogor dalam sebuah kesempatan melakukan bakti sosial di Cigudeg.

Foto Ilustrasi: Gerakan Pemuda GPIB Zebaoth Bogor dalam sebuah kesempatan melakukan bakti sosial di Cigudeg.

JAKARTA, Arcus GPIB – Apakah yang kita lakukan ketika dipercayakan pekerjaan di rumah Allah, di dalam pelayanan gereja-Nya? Prestasi atau prestise yang kita kejar? Apa kita lakukan dengan sungguh dan dengan setia, atau kita sudah terjebak dalam rutinitas?

Sebuah pertanyaan dalam renungan Sabda Bina Umat (SBU) pagi 16 Mei 2022 yang mengajak untuk melakukan pekerjaan yang dipercayakan Tuhan dengan sungguh-sungguh, bukan karena rutinitas.

“Mari kita kerjakan pekerjaan yang dipercayakan kepada kita dengan kesungguhan dan kesetiaan, dan kita tahu apapun yang kita lakukan adalah untuk TUHAN.”

Renungan pagi yang mengurai teks Firman Tuhan 1 Tawarikh 6 : 48 menyebutkan, dari keturunan ganti keturunan, suku Lewi terus menjalankan tugas tanggung jawab mereka, mulai dari Kemah Suci, rumah Allah sampai pada berdirinya bait Allah.

Tugas pekerjaan di rumah Allah yang diserahkan dan dipercayakan kepada mereka, dikerjakan dengan sebaik-baiknya; bukan hanya untuk membuat ibadah umat berlangsung dengan baik, tetapi yang lebih utama adalah ibadah yang berlangsung sungguh berkenan bagi Allah, dan melalui ibadah, umat mengalami perjumpaan dengan Allah.

Baca juga  Iri Membuat Kita Lupa Dengan Kenikmatan yang Telah Kita Dapatkan

Mereka diserahkan dan dipercayakan pekerjaan di rumah Allah; tidak ada pekerjaan lain yang mereka kerjakan, hanya pekerjaan di rumah Allah. Mereka bukan hanya melakukan pekerjaan secara rutin, tetapi dengan kesetiaan, kesungguhan serta totalitas penuh.

Mengapa harus bersungguh-sungguh? Catatan arcusgpib.com mengutip loveyesusforever, bila menabur buah ketekunan dalam hal apapun yang dikerjakan, pada saat yang tepat akan menuai upahnya. Tertulis “Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” (Ibrani 10:36).

Setiap orang mempunyai “ladang-ladang” dalam kehidupannya masing-masing, artinya setiap kita memiliki kesempatan yang sama untuk menabur sebanyak-banyaknya hingga pada saatnya kita akan menuai sesuai dengan apa yang kita tabur.

Karena itu “Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.” (Pengkhotbah 11:6).

Sudahkah kita menggarap ladang kita dengan sungguh-sungguh ataukah kita biarkan terbengkalai dan ditumbuhi ilalang, semak berduri dan rerumputan? Selagi ada waktu dan kesempatan jangan malas menggarap ladang kita.

Baca juga  KEBIASAAN, Merentang Dalam Seluruh Bidang Kehidupan

Mari mengerjakan ladang kita secara maksimal “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.” (Pengkhotbah 9:10).

Benih apa saja yang sudah kita tabur dan tanam di ladang kehidupan kita? Jika yang kita tanam adalah benih kejujuran, kita akan menuai berkat-berkat Tuhan. “…siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.” (Mazmur 50: 23b).

Tuhan bergaul erat dengan orang yang jujur “…dengan orang jujur Ia bergaul erat.” (Amsal 3:32). Ketika kita menabur kesetiaan, maka kita akan menuai sebuah kepercayaan. Karena itu kerjakanlah segala sesuatu dengan setia, sebab kesetiaan dengan perkara kecil adalah pintu gerbang menuju perkara yang lebih besar.

Terhadap orang yang setia Tuhan berkata, “…hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.” (Matius 25:23). /fsp

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Awasi Dirimu, Pakai Hikmat Allah, Bukan Hikmat Dari Dirimu

Misioner

HUT 25 Tahun Gita Bakti, Ketum Pdt. P. K Rumambi Bangga, Sandra Sambuaga: Bersyukur…

Uncategorized

Agus Marsudi Wafat, Ex. Deputi Bank of Tokyo Ini Pernah Menjabat Bendahara FMS Dua Periode

Uncategorized

Splash the Peace, Menghargai Multikulturalisme dan Mewujudkan Perdamaian

Uncategorized

Tim Baksos Terima Bantuan dari Unilever untuk Diserahkan Kepada Warga Jemaat di Bolaang Mongondow

Uncategorized

Mari Masuk Dalam Ibadah Rabu Abu, Majelis Sinode: Rabu Abu Bagian Dari Liturgi GPIB

Uncategorized

Orang Benar Bisa Dijahati, Pnt. James Sumampouw: Serahkan Penghakiman Kepada Tuhan

Uncategorized

Ibadah Bukti Kasih Ke Tuhan, Banyak Masalah Hidup Kalau Tidak Setia