Home / Obituari

Rabu, 20 Maret 2024 - 18:42 WIB

Ketum MS GPIB Di Pelepasan Jenazah Rudolf Tumbelaka: “Itu Kesembuhan Kekal”

Alm. Rudolf S.K.I Tumbelaka, istri dan anak-anak.

Alm. Rudolf S.K.I Tumbelaka, istri dan anak-anak.

JAKARTA, Arcus GPIB – Duka sangat dirasakan jemaat GPIB Filadelfia Banten dan GPIB pada umumnya atas meninggalnya suami terkasih Pendeta Cindy Cecilia Tumbelaka van Munster, Rudolf S.K.I Tumbelaka yang wafat tanggal 17 Maret 2024.

Hadir dalam Ibadah Pelepasan jenazah di GPIB Jemaat Filadelfia Banten Rabu 20 Maret 2024 Ketua Umum Majelis Sinode GPIB Pendeta Drs. Paulus K. Rumambi. M.Si dan turut serta menyampaikan sambutan atas wafatnya Rudolf S.K.I Tumbelaka.

Ketua Umum Majelis Sinode GPIB Pendeta Drs. Paulus K. Rumambi. M.Si

”Almarhum telah dikaruniai kesembuhan yang sejati, kesembuhan yang sesungguhnya, kesembuhan yang menurut Tuhan, bukan menurut kita, itu kesembuhan yang kekal,” kata Pendeta Rumambi.

Itu sebabnya, kata Pendeta Rumambi, sekalipun ada dalam suasana duka, harus tetaplah berduka dalam dukacita Iman karena diyakini bahwa almarhum Rudolf Tumbelaka sudah merasakan kelegaan yang luar biasa yang saat ini tengah beristirahat dalam damai sejahtera Tuhan.

”Kita semua yakin Tuhan Yesus akan memberikan kekuatan dan kemampuan terutama bagi hamba-Nya Pendeta Cindy sebagai Wonder Hero dan kedua anak untuk melanjutkan kehidupan,” kata Pendeta Rumambi seraya berpesan kepada Pendeta Cindy untuk tetap melanjutkan tugas sebagai Pendeta, Pelayan Firman dan Sakramen.

Baca juga  WAMENAG Apresiasi Natal 2021 Berlangsung Khidmat: Terus Rajut Persaudaraan

”Tugas panggilan sebagai Pendeta, Pelayan Firman dan Sakramen harus terus dilaksanakan sebagai tanda syukur,” harap Pendeta Rumambi.

Di Pemakaman Pondok Aren Tangerang, KMJ GPIB Filadelfia Banten Pendeta Yvonne Taroreh Loupatty.

Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Filadelfia Banten Pendeta Yvonne Taroreh Loupatty dalam ibadah pelepasan jenazah di GPIB Filadelfia Banten mengisahkan soal jalan hidup seseorang yang tidak diketahui kapan berakhirnya.

”Manusia tidak tahu kapan jarum jam kehidupan itu berhenti, esok ataukah lusa atau bahkan saat ini.  Walaupun kita sedang sehat, segar bugar atau mengalami sakit penyakit berkepanjangan kita tidak tahu secara persis kapan Tuhan akan memanggil kita,” kata Pendeta Yvonne.

Menurut Pendeta Yvonne, bukanlah perkara muda saat ditinggalkan atau kehilangan suami tercinta, ayah dan kekasih yang menjadi tumpuan harapan keluarga. Namun, katanya, bagi orang percaya, oleh karena kesetiaan sepanjang hidup Tuhan sendiri yang menghantar pada kehidupan kekal.

”Tuhan Yesuslah yang akan membawa kita ketempat dimana Bapa berada,” imbuh Pendeta Yvonne.

Pendeta Cindy Cecilia Tumbelaka van Munster dan anak-anak.

Terhadap kondisi yang dialami suami Pendeta Cindy, PHMJ GPIB Filadelfia Banten Penatua Elizar Hasibuan mengatakan, semua telah melakukan yang terbaik bagi almarhum Rudolf S.K.I Tumbelaka.

Baca juga  Pemimpin Harus Orang yang Pas, Jangan Memaksakan Diri

”Kita semua sudah berusaha memberikan yang terbaik bagi mendiang Bapak Rudolf Tumbelaka. Namun Tuhanlah yang menentukan segala sesuatunya. Inilah jawababn doa kita semua,” tandas Penatua Elizar Hasibuan.

Karenya, Penatua Elizar Hasibuan, mengajak warga jemaat pada umumnya untuk tidak melupakan Tuhan dan Firman-Nya. ”Biarlah kita tetap bersukaria di dalam ketetapan Tuhan dan tidak melupakan Firman-Nya bahwa kuk yang diberikan-Nya tidak akan lebih berat dari kemampuan kita.”

PHMJ GPIB Filadelfia. Banten Penatua Elizar Hasibuan

Penatua Elizar, mengajak warga jemaat untuk tetap mendukung keluarga Pendeta Cindy untuk meneruskan kehidupannya melayani Tuhan dan menyelesaikan semua tanggungjawabnya yang masih menjadi bebannya.

Pendeta Cindy dalam kesempatan tersebut menyatakan rasa terimakasihnya atas kepedulian semua pihak dan warga jemaat GPIB Filadelfia Banten atas kerja-kerja Tim yang diberikan kepada suami tercinta.

”Kami tidak mengejar kesembuhan, mereka ikut mengejar mujizat Tuhan. Tim ini ikut mengumpulkan keajabaiban Tuhan yang satu kepada keajaiban Tuhan yang lain sampai pada titik upaya maksimal,” kata Pendeta Cindy didampinya kedua anak.

”Sungguh kami berhutang nyawa kepada tim ini. Kami baru 1 tahun 3 bulan di GPIB Jemaat Filadelfia Banten, dan Rudolf hadir ditengah-tengah jemaat ini sudah dalam keterbatasan bicara dan bergerak. Tapi sunguh kami tak takjub dengan kasih sayang yang diungkapkan jemaat secara berlimpah kepada Rudolf dan kepada kami,” imbuh Pendeta Cindy. /fsp

Share :

Baca Juga

Obituari

Duka Atas Wafat Pdt. Caroline Montolalu, Pdt. Rumambi: “Kematian Kita adalah Hari Perkawinan…”

Obituari

Ibadah Penghiburan Alm. Pdt. Roberto Wagey, Warga Memenuhi Immanuel Jakarta  

Obituari

Pengacara Djongga Simamora, S.H Wafat, Dua Kali Memenangkan GPIB Obor Banten

Obituari

Aktivis Pelkes Henny Urai Wafat, Pdt. Elly Pitoy: “Ia Spirit Besar”

Obituari

Terdaftar Di GPIB Eben Haezer Surabaya, Selamat Jalan Prof Sahetapy

Obituari

Pdt. Luisye Engeline Wemay-Pattinama Wafat, Sosok Lemah Lembut

Obituari

Rajin Bermasyarakat, Sering Disapa Sebagai Pendeta, Alberth Mantong Aktif Bangun Gereja

Obituari

Turut Berdukacita Atas Wafatnya Pdt. (Em) Gerson J. Siahanenia