Home / Misioner

Selasa, 7 Maret 2023 - 13:28 WIB

Konven dan PST 2023 Sukses, Ini Harapan Vikaris-vikaris Di Mupel Banten

Vikaris-vikaris di Mupel Banten mengucapkan selamat atas sukses Konven Pendate dan PST 2023 di Medan.

Vikaris-vikaris di Mupel Banten mengucapkan selamat atas sukses Konven Pendate dan PST 2023 di Medan.

BANTEN, Arcus GPIB – Anak-anak muda identik dengan “Nongki-nongki” atau nongkrong di café atau di tempat-tempat hiburan lainnya, tapi tidak bagi mereka. Semangat pelayanan yang kuat melekat menjadikan mereka untuk terus giat dalam pelayanan.

Sebagai calon-calon pendeta yang kini menempuh proses vikariat tahun pertama di jemaat, tak ada waktu untuk bersantai dimasa-masa proses yang harus dilalui dan nantinya masuk ke tahun kedua untuk kemudian ditahbiskan sebagai Pendeta di Jemaat GPIB.

Mereka adalah Vikaris Selfisina Tetelepta – GPIB Jemaat “Samaria” Tangerang, Vikaris Maretha Kurniasari – GPIB Jemaat “Ora Et Labora” Serpong, Vikaris Gladys M.W Rompas – GPIB Jemaat “Bahtera Iman” Ciputat, Vikaris Akselofira Khidsal Dukhid – GPIB Jemaat “Jurang Mangu” Banten, Vikaris Maca Dina Vira Tarigan – GPIB Jemaat “Obor Banten” Tangerang Selatan, Vikaris Lesma Rianti Simanjuntak – GPIB Jemaat “Filadelfia” Bintaro, Vikaris Melinda Marpaung – GPIB Jemaat “Kasih Karunia” Parung Serab.

Vikaris di Mupel Banten saat menaikkan pujian di GPIB Ora et Labora

Mereka adalah sebagian dari vikaris-vikaris penempatan di Mupel Banten. Apa kata mereka tentang sukses Konven Pendeta dan Persidangan Sinode Tahunan (PST) 2023 di Medan, makna paskah dan sukaduka melayani?

Pelaksana Redaksi Arcus GPIB, Frans S. Pong mewawancarai dua vikaris disela-sela taping video paskah oleh “Hesed Entertainment” di GPIB Ora et Labora, Serpong (06/03/2023).

Soal sukses Konven Pendeta dan PST 2023 di Medan, Vikaris Maretha Kurniasari menyataan rasa syukurnya yang mendalam perhelatan itu bisa selesai.

“Bersyukur Konven Pedeta dan PST 2023 di Medan berjaan dengan baik. Puji Tuhan para utusan sudah boleh kembali ke jemaat masing-masing dengan berbagai hasil yang nantinya akan diteruskan ke Mupel maupun ke Jemaat,” kata Maretha vikaris penempatan GPIB Jemaat “Ora Et Labora” Serpong.

Ia berharap kedepan jemaat-jemaat akan kembali menyusun program 2023-2024, dari semua itu dapat berjalan dengan baik dan gereja atau jemaat bisa menjadi ranting-ranting pembawa berkat dimana gereja GPIB berdiri.

Baca juga  Pdt. Margie Terima Penghargaan, Peluang Zebaoth ke Tingkat Nasional dan ASEAN

Menjawab pertanyaan soal perayaan paskah, Vikaris Maretha bersyukur gereja-gereja tahun ini kembali mengingatrayakan paskah kebangkitan Yesus Kristus. Harapannya, dari paskah itu bisa membawa sukacita, damai sejahtera, pengharapan baru bagi kehidupan.

“Perkembangan digital, kehidupan menusia yang berdampak akibat Covid19 dengan sebagainya membuat banyak hal berubah tapi kita yakin dan percaya bahwa kebangkitan Kristus akan menjadi sumber pengharapan yang pasti bahwa kita tidak akan pernah sia-sia ketika mengandalkan Kristus sang Juruselamat dalam kehidupan kita,” tandas Maretha.

Sukaduka menjadi pelayannya sebagai vikaris di Ora et Labora disampaikan detil.

“Banyak hal menarik karena latar belakang saya yang berasal dari jemaat Pospelkes pedalaman sehingga di Icci Kanaan Kaltim. Sehingga ketika saya tiba di Ora et Labora ada perbedaan yang cukup signifikan,” kata Maretha.

Diakuinya, ada banyak hal yang berbeda yang dirasakannya sejak berjemaat di Ora et Labora. Itu dapat dilihat dari jemaatnya, pola pikirnya, cara pelayanannya, dan bagaimana mereka bersikap satu dengan yang lain, persekutuannya dan orang-orangnya.

“Disitu saya belajar bahwa perbedaan itu membuat saya semakin kaya, dan mensyukuri ketika saya ditempatkan ditempat yang berbeda dan saya yakin apapun yang saya alami itu sebuah pembelajaran yang luar biasa,” kata Maretha. Kondisi inilah, katanya, akan menjadi kekuatan ketika nanti berada di jemaat lainnya.

Dalam pelayanannya, Maretha terus belajar mengenal jemaat, dan yang terpenting bagaimana harus bersikap agar bisa diterima dengan baik di jemaat.

“Saya membawakan diri saya apa adanya, kesederhanaan saya dimana saya berasal. Itu yang membuat saya unik ditempat ini. Kita unik dengan diri kita masing-masing,” tutur Maretha mengingat pesan Mentornya, Pendeta Salmon A.J. Bawole, S.Th, M.Min.

Baca juga  Catatan Leaders Meeting Bandung: Soal Amazon dan Keberadaan Tuhan Di Virtual

“Itu yang dikatakan Mentor kepada saya, tidak perlu menjadi orang lain untuk diterima dan disukai dimana jemaat ditempatkan dan berpelayanan.”

Bagi Selfisina Tetelepta vikaris penempatan GPIB Jemaat “Samaria” Tangerang, keberhasilan Konven Pendeta danPST 2023 di Medan harus memberi dampak yang dirasakan bagi jemaat dan warga masyarakat pada umumnya dimana GPIB berada.

“Sebagai seorang vikaris, besar harapan saya setiap hasil yang sudah ditetapkan itu dapat dilaksanakan, dapat dilakukan tidak hanya ditingkat Sinodal, ditingkat jemaat GPIB tapi juga di Masyarakat pada umumnya,” tutur Vikaris Selfisina.

Menurutnya, sebagaimana yang diputuskan bahwa tahun ini GPIB akan berfokus dengan kegiatan-kegiatan Germasa maka sebaiknya juga bebagai keputusan yang sudah ditetapkan itu dapat benar-benar dilakukan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang GPIB didalamnya.

Soal paskah tahun ini, Selfisina berharap bisa memberikan semangat untuk semua orang muda yang ada diluar sana dan orang muda GPIB supaya dengan semangat paskah ini tidak melarikan diri dari gereja dan tidak asyik dengan dunia luar atau hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan pribadi saja.

Melalui kebangkitan Kristus ini, Selfisina mengajak warga jemaat semakin akfif dalam berkegiatan di gereja, semakin semangat untuk membangun jemaat.

Bagaimana kesan Selfisina melayani sebagai vikaris di Samaria Tangerang?

“Saya Bersyukur, melalui Majelis Sinode GPIB menempatkan saya di GPIB Jemaat Samaria. Banyak hal bai yang benar-benar saya alami, banyak cinta Tuhan yang benar-benar saya rasakan melalui jemaat Samaria, saya senang ketika saya dapat diterima dengan baik,” kata Selfisina.

Penempatan dirinya di Samaria, ia bisa diterima oleh presbiter dan dapat menjadi rekan dan teman dalam melakukan pelayanan dan warga jemaat juga aktif menerima pelayanan yang dilakukannya.

“Saya benar-benar merasakan cinta Tuhan di Jemaat Samaria. Ada banyak hal mungkin saatnya saya akan bagikan selama bervikariat ini,” imbuh Selfisina. /fsp

Share :

Baca Juga

Misioner

“Pertobatan Membantu Menjadi Rendah Hati. Allah Suka Kerendahan Hati”

Misioner

Arak-arakan Etnik Buka PST GPIB 2024 Di Samarinda

Misioner

“Dia Maha Tahu, Tuhan Selalu Memperhatikan Kita Dimanapun Kita Berada”

Misioner

Wow,…Pdt. Dr. Henriette Hutabarat-Lebang, Wakil Asia dalam Presidium WCC

Misioner

Zaman Ini, Pekerjaan Tuhan Bukan Hal yang Mudah, Dituntut Lebih Berani Memikul Salib

Misioner

“Mari Melaksanakan Tugas Keimamam dan Karya Pembebasan Bagi Dunia Dalam Kesetiaan”

Misioner

MANTAP Persiapan Panitia Konven dan PST Medan, Siap Sambut 636 Peserta

Misioner

Toleran dan Moderat, Jokowi Masuk Daftar Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia