Home / Misioner

Senin, 22 Mei 2023 - 01:38 WIB

Membentuk Rasa Peduli, Karyawan Kantor Sinode GPIB Dibekali Materi Bina Lapangan

Pdt. Manuel E. Raintung bersama Majelis simode lainnya serta Karyawan Majelis Sinode di GPIB Margo Mulyo Batu Malang.

Pdt. Manuel E. Raintung bersama Majelis simode lainnya serta Karyawan Majelis Sinode di GPIB Margo Mulyo Batu Malang.

MALANG, Arcus GPIB – Sesi bina Karyawan Kantor Majelis Sinode GPIB pada hari ketiga (21/05/2023) diawali dengan ibadah Minggu bersama jemaat GPIB Margo Mulyo Batu Malang.

Pelayan Firman di ibadah Minggu ini adalah Ketua II Majelis Sinode Pendeta Manuel E. Raintung, S.Si, M.M mengajak warga jemaat dan Karyawan Kantor Majelis Sinode GPIB untuk sungguh-sungguh menghayati arti panggilan Tuhan untuk memuliakan-Nya.

Pdt. Manuel E. Raintung melayani di Ibadah Minggu di GPIB Margo Mulyo Batu Malang

Hidup yang sesungguhnya, kata Pendeta Raintung adalah bagaimana memuliakan Tuhan dalam respon dan respek terhadap ciptaan-Nya.

“Jadi apa artinya kita membaca Alkitab terus menerus, menjadikan Firman Tuhan sebagai penuntun tetapi kita tidak menyadari hal yang cukup mendasar bahwa kehidupan ini tidak dapat dipisahkan dengan alam ciptaan Tuhan,” kata Raintung.

Di Museum Angkut menghayati karya Tuhan dari berbagai penciptaan.

Jadi, katanya, hidup harus ada dalam kesaksian ketika menerima terang atas kehidupan ini. Boleh saja kagum atas keindahan tapi tidak boleh hanya sampai pada batas kekaguman. Tapi patut dihayati sehingga ada keterikatan dengan pemberitaan Firman yang memulihkan.

Mengutip taks Alkitab dari Mazmur 19: 2 Langit menceritakan kemuliaan Allah dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya, Pendeta Raintung menegaskan bahwa hidup sebagai orang percaya melaksanakan Firman Tuhan untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Ia mencontohkan bagaimana kegiatan aksi petik sampah dan bagaimana mengelolah sampah.

Fungsionaris Majelis Sinode dan Karyawan menaikkan pujian.

Dalam kesempatan ibadah minggu tersebut, Majelis Sinode dan karyawan Kantor Majelis Sinode menyampaikan satu pujian disusul dengan Vocal Group warga jemaat setempat dan menyanyi solo diiringi musik kolintang dari jemaat GKI di Malang.

Baca juga  Deras Harapan Agar Rumambi Institute Segera Didirikan, Gomar Gultom: "Saya Setuju"

Mejelis Jemaat setempat, Penatua Ardianto mengatakan, Gedung gereja GPIB Margo Mulyo Batu dibangun tahun 1930 dan nama Margo Mulyo berarti Jalan Kemuliaan yang terletak di Kota Batu Malang.

Vocal Group GPIB Margo Mulyo membawakan pujian

“Gereja ini strategis berada di kota, mudah dijangkau oleh jemaat dan oleh para tamu,” kata Penatua Ardianto menyebutkan bahwa Ketua Majelis Jemaat Margo Mulyo saat ini adalah Pendeta Samuel C. Mowoka.

Usai ibadah minggu rangkaian Pembinaan dan Gathering Karyawan Kantor Majelis Sinode GPIB hari itu menggiring personel ke Air Terjun Cuban Rondo, di Pujon Kab. Malang Disini, pelajaran menarik didapatkan untuk mengenal kisah air terjun yang sarat dengan legenda yang berkembang di tengah masyarakat setempat yang dikisahkan oleh personel TJ Tour and Travel bahwa air terjun ini berawal dari sepasang pengantin baru bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan suaminya Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmara.

Sesi bina berlanjut mengunjungi Museum Angkut. Museum Angkut merupakan sarana edukasi modern yang di Batu, Malang dibangun oleh Jawa Timur Park Group pada 9 Maret 2014.

Museum ini berdiri di atas lahan seluas 3,8 h dengan total 4 lantai dan lebih dari 300 koleksi moda transportasi. Adapun kendaraan-kendaraan antik yang dipamerkan di sini yaitu mobil, sepeda motor, sepeda ontel, kapal, helikopter, pesawat, dan alat transportasi tradisional hingga pesawat Kepresidenan RI.

Baca juga  Ini Perintah, Pdt (Em) Isack Zelthiel: Beritakanlah Injil ke Seluruh Dunia

Museum Angkut terbagi menjadi beberapa zona dengan desain dan konsep yang berbeda-beda.

Di Museum Angkut, Fungsionaris Majelis Sinode dan personel Karyawan Majelis Sinode tidak menyia-nyiakan pesona Museum tersebut untuk menyaksikan aneka jenis kendaraan Eropa dan Amerika dan tahun pembuatannya. Bahkan menyaksikan parade kendaraan beratraksi di area sirkuit.

Yang pasti melalui edukasi sejarah transportasi, Karyawan Kantor Majelis Sinode GPIB mendapatkan pembekalan untuk melihat karya Tuhan melalui berbagai karya-karya anyar tempo doeloe di Museum Angkut tersebut.

Dari Fungsionaris Majelis Sinode yang turut serta dalam perhelatan yang di Malang ini adalah Ketua I Pendeta Merthen Leiwakabessy, Ketua II Pendeta Manuel E. Raintung, Ketua III Pendeta Maureen S. Rumeser-Thomas, Ketua IV Penatua Sherley van Houten-Sumangkut, Sekretaris I Pendeta Roberto J.M Wagey, Sekretaris II Penatua Ivan G. Lantu, Bendahara Penatua Eddy Soei Ndoen dan Bendahara I Penatua Victor Pangkerego.

Sebelumnya Pembinaan dan Gathering Karyawan Kantor Majelis Sinode telah melakukan beberapa kegiatan antara lain mengunjungi San Terra Delaponte untuk fokus peduli soal kecintaan terhadap alam dan lingkungan hidup.

Juga melakukan perkunjungan  di Jatim Park, hal menarik disini selain menyaksikan aneka sistem teknologi modern games berkaitan inovasi, menyaksikan sejarah perpolitikan melalui diorama Presiden RI dari masa ke masa. Ditempat ini pula Fungsionaris Majelis Sinode dan Karyawan Kantor memberi makan puluhan hewan rusa yang di Jatim Park. /fsp

Share :

Baca Juga

Misioner

Pemimpin Keluarga  dan Pemimpin Gereja Harus Rendah Hati, Pdt. Rita: Teladani Daud

Misioner

GPIB Paulus Jakarta Serahkan Berbagai Bantuan Kepada Jemaat Sungai Segah Berau

Misioner

Iman Sejati Bukan Soal Religius atau Pamer, Jalani Hidup dengan Rendah Hati

Misioner

Megah nan Anggun Maduma, Karya Injili GPIB Di Tanah Batak

Misioner

Pesan Pdt. Marthen Leiwakabessy untuk Bajem yang Akan Dilembagakan

Misioner

Di HUT PGI ke-74, Luhut B. Panjaitan: : “Penting Mendukung Pemerintah Baru”

Germasa

Ramah Lingkungan, Pdt. Margie: GPIB Terus Berdampak Di Mana Dihadirkan Tuhan

Misioner

Catatan dari AEMAN – CCA di Kottayam, Kerela – India