Home / Pelkes

Senin, 26 Februari 2024 - 14:23 WIB

MS Resmikan Jemaat ke 346 GPIB Makedonia Dipasena Lampung

Lampung, ARCUS GPIB – Penantian panjang warga jemaat Bajem Makedonia Dipasena Lampung akhirnya terbayar. Minggu (25/2) pagi dalam ibadah pagi, Majelis Sinode melalui Ketua I Pdt. Marthen Leiwakabessy, S.Th meresmikan bajem tersebut menjadi jemaat mandiri ke 346. GPIB Jemaat Makedonia Dipasena, Lampung berada di Kecamatan Rawajitu, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Jarak dari Kota Bandar Lampung menuju GPIB Makaedonia Dipasena sekitar 142 kilometer.

“GPIB bersyukur karena kembali dapat dilembagakan Bajem Dipasena Lampung menjadi jemaat yang mandiri dalam jajaran GPIB. Pelembagaan merupakan amanat dari PKUPPG GPIB dan di tahun 2025 sudah dilembagakan sebanyak 75 Pos Pelkes. Harapannya dengan pelembagaan GPIB Dipasena akan menjadi jemaat yang berkembang menjadi saksi tidak hanya di lingkup GPIB tetapi bagi masyarakat di mana GPIB Dipasena berada,” kata Pdt.Marthen kepada Arcus.

Sehari (Senin-26/2) setelah meresmikan GPIB Makedonia Dipasena, Ketua I juga berkunjung ke Pos Wonobakti untuk memberikan arahan sekaligus memberikan semangat bagi jemaat dan para majelis setempat.

Pendeta Jemaat setempat Pdt.Heber Hutauruk mengaku amat bersukacita dan bersyukur dengan peresmian yang telah terlaksana dengan lancar.

“Ya bersyukur atas proses pelembagaan yang berjalan dengan baik, itu semua berkat penyertaan Tuhan. Bagi saya ini menambah satu lagi kenyataan bahwa iman itu tidak pernah sia-sia. Lalu sesuai dengan kotbah Pdt.Marthen saat ibadah pelembagaan kemarin, jemaat diingatkan untuk terus bersekutu dalam persekutuan yang damai dan hidup rukun. Saya jadi ingat sebuah kalimat, kamu bisa jam pakai tangan Rolex yang harganya mahal, kamu juga bisa pakai jam yang murah tapi keduanya mempunyai kegunaan yang sama. Bukan soal harga atau mahalnya tapi soal kamu memperlakukan hidupmu, dirimu dan juga memperlakukan orang lain sekitarmu dan ini lebih berharga dari uang dan itu saya temukan di Dipasena ini. Berharap ke depan jemaat bisa membangun terus spiritual dan kekompakan harus ditingkatkan.”

Baca juga  Andi Widjajanto: Feminis Terasa Di Gereja, Romo Paschalis: Misi Gereja Harus Ke Dunia Bukan Ke Surga

Pdt.Heber juga berterima kasih ke semua pihak yang telah membantu terlaksananya proses pelembagaan tersebut. “Bersyukur dengan banyak pihak yang turut membantu dan mendukung sehingga terlaksananya pelembagaan kemarin hari minggu. Kami berterima kasih pada Majelis Sinode dalam hal ini pak Pdt. Marthen yang berkenan hadir dan meresmikan, lalu 4 jemaat pendamping yakni, GPIB Bukit Moria Jakarta, GPIB Karunia Ciputat, GPIB Horeb Jakarta Timur, dan GPIB Agape Cibubur yang banyak membantu kami dalam mensupport, baik materi dan non materi. Jemaat di sini tentu saja sangat-sangat bersyukur dengan hal ini. Dan keterlibatan jemaat mulai dari kaum ibu, bapak dan anak-anak serta remaja dan pemuda yang tanpa lelah dan kompak datang membantu memasak, membersihkan dan mempersiapkan segala sesuatunya, semua untuk kemuliaan Tuhan,” tambahnya.

Jemaat petambak dan petani

GPIB Makedonia Dipasena Lampung hampir 90 persen warganya adalah berprofesi sebagai petambak dan petani. “Jemaat di sini adalah jemaat yang dulunya petambak dari perusahaan tambak udang PT.Dipasena Citra Dermaja. Sejak perusahaan berhenti beroperasi sekitar tahun 1998/99, maka kami sebagai jemaat tetap menjadi petambak mandiri. Kami juga terus beribadah di gedung yang dibangun perusahaan hingga saat ini diresmikan. Puji Tuhan akhirnya kami menjadi jemaat mandiri GPIB dan kami berterima kasih kepada Majelis Sinode GPIB, jemaat pendamping dan semua pihak yang telah mendukung kami,” kata Sudarto, salah seorang majelis yang tinggal di kawasan itu sejak 30 tahun lalu.

Baca juga  Workdshop Finalisasi Road Map PMKI GPIB Resmi Dibuka: Hadirkan Romo Paschall

Sementara menurut Dkn.Roswati Tiurmida Simanjuntak br Siregar yang juga sebagai Ketua Panitia pelembagaan, dirinya sangat bersyukur karena acara peresmian dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Saya deg-degan, merasa agak kuatir, karena mau Pemilu, bagaimana kalau terjadi 2 putaran, bisa kacau nantinya. Di kami beberapa majelis juga ada yangg sibuk menjadi anggota KPPS, banyak lah kekuatiran, tapi ternyata semua boleh berjalan lancar, Tapi benarlah yang selalu dikatakan Pdt. Heber Hutauruk, jangan kuatir. Jadi kita semua merasa bersyukur, karena akhirnya setelah menanti selama 6 tahun, Bajem Makedonia dilembagakan, di saat keadaan perekonomian jemaat yang sedang tidak baik, dengan dilembagakan ini, kita melihat Allah tidak pernah meninggalkan umatnya, nyata dan benar Kasih Allah, dan semoga Dipasena semakin dipulihkan. Dan juga ucapan terimakasih kepada jemaat pendamping, yang senantiasa mendukung sampai proses pelembagaan ini terjadi. Dan kami masih terus berharap dukungan dan support dari jemaat pendamping.”

Ibu Roswati menambahkan sejumlah jemaat dan semua undangan hadir cukup banyak. “Dari total semua undangan dan jemaat yang hadir, baik dari Jakarta, Majelis Sinode dan para Pendeta bahkan dari perwakilan jemaat tetangga, yakni perwakilan umat Katolik dan perwakilan umat HKBP kira-kira ada 250-an orang. Kami gembira dengan semua yang hadir dalam pimpinan Tuhan.”

GPIB Makedonia Dipasena memiliki jumlah total jemaat sebanyak 95 kepala keluarga, terdiri dari 40 kepala keluarga yang berada di sekitar wilayah gereja dan di Pos Wonobakti Wonorejo dengan jumlah 55 kepala keluarga. Satu bangunan gereja utama di daerah petambakan Dipasena dan satu bangunan di Pos Wonobakti yang jaraknya 1 jam dari gedung induk./lip

 

 

 

 

 

Share :

Baca Juga

Pelkes

10 Orang Pendeta GPIB Berkhotbah Minggu Di GMIBM Sulut: Acara Baksos GPIB

Pelkes

“Warming Up” yang “Hot” dari Baksos Sumut 2024 Di Kantor Desa

Pelkes

Menjadi Jemaat Mandiri Butuh Pengorbanan

Pelkes

Pdt Marthen Pimpin Tim Vaksinasi MS-GPIB Kembali Vaksinasi 200 Orang Santri

Pelkes

Lagi, Baksos GPIB Serahkan Bantuan: Sion Manembo Terima Tas Sekolah, Alkitab TB2 dan Produk Unilever

Pelkes

Workshop PMKI Batam, Hotman Hutapea Siapkan Lahan 6000 Meter Bangun Panti Jompo

Pelkes

Bajem Getsemani Dimandirikan, Sekum Pdt. Elly Pitoy: ”Kayak Disulap”

Diakonia

Di Forum IIPE, Pdt. Johny A. Lontoh: Gereja Harus Serius dan Kreatif