Home / Pelkat

Selasa, 10 Oktober 2023 - 00:37 WIB

“MUDA MUDI BERAKSI” Karya Nyata Pemuda Tata Alam Di Muara Gembong

Koordinasi dan ijin berkegiatan dengan Polsek setempat.

Koordinasi dan ijin berkegiatan dengan Polsek setempat.

JAKARTA, Arcus GPIB – Keberadaan Gereja (GPIB) yang hadir dan berkarya di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara haruslah mampu memberikan dampak atau  manfaat bagi sekitar.

Mengatakan itu Ketua Dewan Gerakan Pemuda (DGP) Rolando Christopher Loupatty dalam rangka pelaksanaan kegiatan “MUDA MUDI BERAKSI” yang akan dilaksanakan di Muara Gembong Kabupaten Bekasi – Jawa Barat, pada 14 – 15 Oktober 2023.

“Di sisi lain sejalan dengan perkembangan dan dinamika zaman, kita dihadapkan dengan tantangan-tantangan di era terkini. Dari banyaknya tantangan yang ada, hal terkait dengan keharmonisan kehidupan antar umat beragama di Indonesia menjadi isu sentral sosial kemasyarakatan,” tutur Roland.

Dengan semangat toleransi dalam kepelbagaian agama maka Bhineka Tunggal Ika bukan hanya sebagai semboyan negara RI namun menjadi semangat persatuan dalam relasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Audiensi ke Pemda setempat di Kecamatan Muara Gembong.

Tantangan lain yang pastinya kita rasakan sekarang adalah adanya krisis iklim yang mengancam kelestarian alam dan keberlangsungan hidup ekosistemnya, termasuk manusia.

Hal inilah, kata Roland, yang menjadi latar belakang gagasan rekan-rekan muda GPIB untuk turut serta aktif memberikan kontribusi nyata bagi persatuan bangsa dan kelestarian lingkungan hidup.

Melalui sinergi di antara Departemen Germasa GPIB dan Dewan Gerakan Pemuda maka tercetuslah kegiatan yang diharapkan menjawab tantangan-tantangan zaman, khususnya dalam hal merawat kebhinnekaan dan melakukan aksi nyata untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar daerah mengalami krisis iklim. Kegiatan ini selanjutnya diberi nama “MUDA MUDI BERAKSI”.

Muara Gembong, Bekasi.

Menurut Roland, bumi sedang tidak baik-baik saja! Oleh karena itu dalam semangat pemudi-pemuda GPIB yang seyogyanya harus menjadi contoh kehidupan melalui gaya hidup ramah lingkungan.

Baca juga  Semarak HUT Ke-57 Pelkat PKP, Pdt. Sterra H.M. Gerrits: Hati Perempuan Lebih Peka

Itu dapat diwujudkan dengan aksi nyata bagi lingkungan hidup maka kegiatan ini dapat menjadi salah satu “batu pijakan” bagi kehadiran GPIB selanjutnya yang terus menerus bersaksi dengan aksi.

“Ini bukan sekedar tentang menjalankan Program Kerja dan Anggaran yang telah ditetapkan, namun lebih dari itu kegiatan ini harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar di daerah project kegiatan serta menyadarkan kita bersama untuk selalu hidup saling tolong menolong dan berbela rasa terhadap sesama dan lingkungan sekitar,” ujar Roland.

Areal yang akan menjadi target penataan “Muda Mudi Beraksi”.

Muda Mudi Beraksi akan dilaksanakan pada hari Sabtu – Minggu, tanggal 14 – 15 Oktober 2023, dengan lokasi kegiatan di Pantai Sederhana, Muara Gembong Kabupaten Bekasi – Jawa Barat. Pemilihan lokasi kegiatan ini dilakukan setelah melalui tahap assessment dan survey dalam kolaborasi Dewan GP GPIB dengan Penjaga Laut (suatu NGO berbasis anak muda dengan skala nasional yang memiliki perhatian khusus terhadap permasalahan lingkungan hidup).

Sekilas tentang Pantai Sederhana – Muara Gembong yang menjadi daerah project kegiatan yaitu daerah ini berada di Timur Laut Jakarta dan merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Cikeas dan Banjir Kanal Timur. Tingkat pencemaran lingkungan relatif tinggi khususnya limbah plastik dan material tak terurai lainnya serta tinggi akan risiko abrasi.

Survey ke lokasi kegiatan oleh Dept. Germasa, DGP dan Panitia.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh pemuda/i GPIB, tetapi dalam semangat kebersamaan melalui aksi maka akan dihadiri juga oleh rekan-rekan muda dari berbagai  pemuda/i lintas agama serta organisasi berbasis pemuda lainnya.

Baca juga  Malam Ini Sosialisasi PKA Persekutuan Teruna, MS Minta Pengurus Hadir

Fokus dari kegiatan ini meliputi pemberian materi seputar isu lingkungan hidup serta materi kebhinnekaan dalam bingkai NKRI dan selanjutnya akan dilakukan aksi pembersihan sampah, penanaman mangrove, pembuatan jaring penyaring sampah, serta peremajaan rumah baca milik warga sekitar.

Pendeta Eric Hetharia dari Dept. Germasa GPIB, Sub Bidang Interfaith mengatakan, jika selama ini GPIB telah melaksanakan kegiatan seminar seminar terkait Gereja, Masyarakat dan Agama-agama (Germasa) dan hal ini menyentuh lapisan pemimpin-pemimpin agama/pucuk pucuk pemimpin agama.

Jadi, kata dia, kegiatan Muda Mudi Beraksi ini adalah aktualisasi dari kegiatan Germasa yang menyentuh dan melibatkan “akar rumput” khususnya pemudi-pemuda.

Kegiatan ini pun sangat komprehensif karena dalam kegiatan ini mencakup seluruh bidang dalam ke-GERMASA-an gereja yaitu Interfaith, Oikumene, Sosial Kemasyarakatan dan Lingkungan Hidup.

“Harapannya kegiatan ini yang notabene diikuti oleh utusan Gerakan Pemuda dari Jemaat maupun utusan Mupel menjadi pilot project yang menjadi contoh, baik di lingkup jemaat maupun dalam kebersamaan Mupel,” tandas Eric.

Maksudnya, imbuh Eric, agar kegiatan-kegiatan serupa yang aktual sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lokal dapat dilaksanakan. Sehingga ketika berbicara tentang Germasa, maka tidak hanya pada tataran konsep tetapi terimplementasi tepat sasaran. /fsp

Share :

Baca Juga

Pelkat

Besok, Temu Koordinasi Pelkat Gerakan Pemuda GPIB

Pelkat

Temu Karya PKB Di Batam Usai, Mupel Jakarta Pusat Dipersiapkan Jadi Tuan Rumah 2027

Pelkat

Meriah, Sesi Pertandingan Olahraga Di Temu Karya Sinodal Batam 2023

Pelkat

Lagi, Majelis Sinode Gelar Sosialisasi Gereja Ramah Anak

Pelkat

SEMARAK HUT Ke-13 PKLU GPIB, Asiten I Denni Koswara Apresiasi Kaum Lansia GPIB

Pelkat

Majelis Sinode GPIB Ajak Bincang Bersama Pengurus Pelkat PA

Pelkat

HUT Ke-62 Pelkat Pelayanan Anak GPIB, Ini Pesan-Pesan Majelis Sinode

Pelkat

Dari HUT PKP Ke-59, Pdt. Alfriani: “Cantiklah Dengan Versi Kita Sendiri”