Home / Misioner

Selasa, 7 Februari 2023 - 19:56 WIB

Saran Tiga Tokoh GPIB untuk Dapen GPIB: Perlu Fund Manajer dan Bentuk Komite Investasi

Dari kiri: Ketua Dewan Pengawas Eddy M. Soeindoen, Anggota BPMS 2021-2025 Chris Kanter, Ekonom Prof.  Miranda Gultom, Praktisi Hukum Sheila Salomo, Bendahara Dana Pensiun GPIB Shanti Kurniawati Koe dan Ketua Agustinus Patty.

Dari kiri: Ketua Dewan Pengawas Eddy M. Soeindoen, Anggota BPMS 2021-2025 Chris Kanter, Ekonom Prof. Miranda Gultom, Praktisi Hukum Sheila Salomo, Bendahara Dana Pensiun GPIB Shanti Kurniawati Koe dan Ketua Agustinus Patty.

JAKARTA, Arcus GPIB – Ekonom Prof.  Miranda Gultom, Anggota Badan Pertimbangan Majelis Sinode 2021-2025 Chris Kanter dan Praktisi Hukum Sheila Salomo berharap Dana Pensiun GPIB kedepan dapat terus bertumbuh melalui pengelolaan dana investasi secara maksimal.

Untuk itu, Dana Pensiun GPIB perlu memiliki “Fund Manajer Profesional” dan membentuk “Komite Investasi” dengan level pengambilan keputusan yang diatur sesuai tingkatannya, ini akan memberikan Return On Investment (ROI) di atas 10%.

Demikian pendapat tiga tokoh GPIB ini dalam diskusi yang belum lama digelar Dana Pensiun GPIB yang mengundang ketiga tokoh tersebut untuk membicarakan pengembangan Dana Pensiun GPIB lebih maksimal yang juga dihadiri Ketua Dewan Pengawas Eddy M. Soeindoen.

Dana Pensiun GPIB saat ini tercatat dengan Aset Neto sebesar Rp.183.724 milyar dan dana kelolaan investasi sebesar Rp.179.562 milyar dari jumlah aset neto. Angka neto terus bertumbuh dari tahun ke tahun.

Tahun 2015 aset neto Dana Pensiun GPIB yang hanya Rp. 107.191 milyar terdapat kenaikan menjadi Rp.183.724 milyar per Desember 2022.

Baca juga  Relasi Dengan Pemerintah Harus Rutin, Pdt Manuel Raintung S.Si, MM: Gubernur Saja Saya Temani

Ketua Dana Pensiun GPIB, Agustinus Patty yang didampingi Shanti Kurniawati Koe mengatakan, perolehan dana tersebut belum maksimal karena ada sejumlah besar peserta pasif yang menerima manfaat pensiun per bulan terbilang sangat kecil. Peserta aktif berjumlah 954 orang dan peserta pasif berjumlah 474 orang (data per 31 Desember 2022).

“Dana pensiun butuh pertumbuhan yang lebih cepat dan maksimal untuk membantu para peserta dana pensiun ke depan terutama peserta dana pensiun yang selama ini memperoleh manfaat pensiun yang kecil,” kata Agustinus Patty.

Menurutnya, strategi aset alokasi yang dilakukan oleh Pengurus saat ini setelah mendapat hasil perhitungan aktuaria per 31 Desember 2021 dengan bunga teknis yang ditetapkan sebesar 8% masih terbilang hati-hati karena prosentasi nilai deposito per Desember 2022 masih sebesar 17,43% dari dana kelolaan investasi sebesar Rp. 179.562 milyar.

Sebagian besar dana dialokasikan ke obligasi pemerintah dengan nilai kupon berkisar 7-10% dan Surat berharga Negara (SBN). Selanjutnya, perolehan Return On Investment (ROI) per 31 Desember 2022 sebesar 6,17% masih terbilang rendah sekalipun sudah mengalami peningkatan dari tahun 2021 yang hanya sebesar 5,69%.

Baca juga  Pesan August Mellaz Kepada Pemilih Muda: Cermati Ideologi Pribadi dan....

Jumlah alokasi Deposito telah berkurang jauh dari Desember 2021 sebesar 32,32% atas dana kelolaan sebesar Rp. 172.960 milyar.

Menurut Prof. Miranda seharusnya alokasi aset untuk deposito idealnya hanya sekitar 5%-10% dari dana kelolaan karena tingkat inflasi yang ada di Indonesia saat ini bisa menggerus hasil investasi dari deposito. Perolehan ROI yang hanya sebesar 6,17% harus dapat ditingkatkan.

Dalam kesempatan itu juga dipercakapkan tentang rencana Pengurus melakukan perpindahan program pensiun dari Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) ke Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP).

Menurut Agustinus Patty, pihaknya sedang membangun software  terlebih dahulu karena membutuhkan waktu yang cukup dan proses sosialisasi yang lebih intens kepada peserta baik aktif maupun pasif agar bisa diterima dengan baik dan mudah dimengerti oleh seluruh peserta. /fsp

Share :

Baca Juga

Misioner

GPIB Strategis, Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury: Awas Ekstrim Kiri Dan Kanan

Misioner

Presiden Jokowi Di PS XXI, Bangga Ke GPIB, Dirjen Bimas Kristen: Selamat Bersidang

Misioner

Menata Perbedaan Di Jemaat, Pdt. Adriano Wangkay: Lihat Sebagai Karunia Tuhan

Misioner

Menyapa Di Tiga Lapas, Pdt Roro: Binaan Menata Diri dan Mengarahkan Hati kepada Kasih Tuhan

Misioner

SAH, 11 Fungsionaris Majelis Sinode, 3 BPPG Diteguhkan

Diakonia

GPIB Di Masa Pandemi, Vaksinasi, Ruang Isoman dan Apresiasi Media Asing  

Misioner

Wow, GPIB Capai 331. Bajem Hosana Loa Ulung Kaltim Dilembagakan

Misioner

Jangan Membanding-bandingkan Pelayan Tuhan, Pdt. Nurmala Br. Ginting: Akan Ada Ketakutan Karena Standar yang Diberikan Jemaat