Home / Diakonia

Rabu, 1 Juni 2022 - 14:56 WIB

Sekecil Apapun Itu, Tetaplah Berbuat, Meski Tidak Dihargai

Kegiatan pengobatan gratis GPIB menjangkau tempat-tempat terpencil dilakukan tim baksos Departemen Pelkes di tahun 2015.

Kegiatan pengobatan gratis GPIB menjangkau tempat-tempat terpencil dilakukan tim baksos Departemen Pelkes di tahun 2015.

JAKARTA, Arcus GPIB – Sekecil apapun yang kita lakukan demi kemanusiaan manusia, lakukanlah dengan hati yang tulus. Tak peduli apa kata orang, yang penting kita dapat menolong sesama.

Demikian renungan pagi SAbda Bina Umat (SBU) Rabu 1 Juni 2022 mengangtak tema “Melolong Untuk Menolong” mengurai teks Firman Tuhan Ester 4 : 1 – 9.

Setelah mendengar rencana pemusnahan orang Yahudi di seluruh tanah Persia, Mordekhai tidak diam. la bertindak dengan usahanya, walau mungkin dipandang orang sebagai sikap yang tidak waras.

la mengenakan kain kabung dan melolong. Kain kabung menjelaskan tentang rasa duka dan penyesalan yang mendalam. Menilik situasi Mordekhai, Ester mengirimkan pakaian ganti baginya, tetapi dia menolak.

Situs binus.ac.id/character menyebutkan, berbuat baik adalah sebuah kesempatan.  Tetapi sayangnya beberapa orang tidak mau berbuat baik. Bisa dikarenakan terlalu sering dikecewakan, apalagi ketika perbuatan baik yang dilakukannya itu seringkali tidak mendapatkan respons atau balasan yang diharapkan.

Baca juga  Orang-orang Baik Selalu Saja Menebarkan Kebaikan, Jauh Dari Iri dari Kebencian

Kita harus terus berbuat baik.  Kita diciptakan Allah untuk berbuat baik, supaya kita hidup didalam-Nya (Efesus 2:10). “Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.” (3 Yohanes 1:11b). Kita berbuat baik, agar orang lain yang melihat perbuatan baik kita, dapat memuliahkan Bapa yang di sorga (Matius 5:16).

Kalau begitu, sampai kapan kita berbuat baik? Sampai akhir hidup kita. Ketika Tuhan menciptakan manusia, ia juga memberi “baterai” yaitu nafas kehidupan, dengan maksud agar kita bisa bekerja dan berkarya serta menjadi berkat bagi sesama seperti jam dinding tadi.

Jadi tidak ada istilah  ‘rugi atau buntung’  ketika kita melakukan perbuatan baik kepada orang lain, sebab pada saatnya kita akan menuai.  Ada tertulis:  “Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri,”  (Amsal 11:17).  Sebagai orang percaya, berbuat baik adalah suatu keharusan, buah dari keselamatan yang telah kita terima, dan merupakan bukti kita memiliki iman yang hidup!

Baca juga  MPH-PGI Laksanakan Ibadah Perayaan Adven Bersama Anak-anak Panti Asuhan

Teruslah Berbuat Baik, teruslah memberikan pertolongan, meringankan beban orang lain, mendengarkan dengah penuh perhatian dan tulus, walau hal itu hanya sebuah tindakan yang kecil  tetapi tanpa kita sadari, kita telah menyelamatkan Orang lain.

Seorang lelaki diminta mengecat sebuah perahu. Lelaki ini membawa cat, kuas dan mulai mengecat perahu itu dengan warna merah terang, sesuai pesanan pemiliknya. Saat mengecat, dia menemukan sebuah lubang kecil di lambung perahu, dan menambalnya diam-diam. /fsp

Share :

Baca Juga

Diakonia

Siapapun Dia, Harus Hadir untuk Menjadi Berkat

Diakonia

KABAR SUKACITA. GPIB Sumber Kasih Memulai IHM Disertai Bahasa Isyarat

Diakonia

Hari Bumi: Bencana, Karena Manusia Tak Pernah Terpuaskan Sedang Mengubah Planet dan Kehidupan

Diakonia

Dept. Pelkes Ke RAAL Lawang dan STIKES Surabaya, Beri Bantuan dan Pengobatan

Diakonia

Pejabat Daerah Apresiasi Baksos Yadia Di Kawangkoan Minahasa Selatan

Diakonia

“Miskin, Tertindas, Buta Rohani, Tuhan Mengutus Kita”

Diakonia

Pdt Johnny Lontoh M.Min, M.Th Terpilih Sebagai Ketua Umum BKAG Kota Medan

Diakonia

Aksi Peduli PKP Efrata Padang: Bersih-bersih Di Pantai dan Perkunjungan Ke Masjid