Home / Pelkes

Sabtu, 1 Juli 2023 - 21:12 WIB

Tebar Kebaikan, Tim Safari Pelkes 2023 Tanam Sawit, Bakau dan Pengobatan

Ketua II Majelis Sinode Pdt. Manuel E. Raintung membuka sesi Penanaman Mangrov

Ketua II Majelis Sinode Pdt. Manuel E. Raintung membuka sesi Penanaman Mangrov

BERAU, Arcus GPIB – Perhelatan Safari Pelkes GPIB 2023 menebar kebaikan bagi sasama warga jemaat GPIB khususnya dan warga masyarakat pada umumnya yang ada di Pos-pos Pelkes. Tahun ini Dept. Pelkes melaksanakan Safari Pelkes di Bajem Lampung Utara dan di Bajem Berau, Kalimantan Timur.

Sebagaimana diketahui Safari Bulan Pelkes GPIB dilakukan pada 31 Mei 2023 – 2 Juli 2023 diawali dengan melakukan Safari Pelkes ke Lampung Utara  dan berakhir di Berau Kaltim.

Pdt. Janzens Riupassa dan Pdt. Roberto Wagey melakukan penanam bakau

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan antara lain pembinaan-pembinaan kepada warga jemaat di Pos-pos Pelkes. Dan yang paling menarik yang menyentuh hajat hidup orang banyak adalah melakukan Bakti Sosial Pengobatan Gratis dan Penanaman Bibit tanaman produktif a.l. durian dan penanaman 350 bibit sawit dan penanaman pohon bakau di pesisir Logpon Batu Putih, Berau.

Pdt. Samuel Karinda, Koordinator Bid. Lingkungan Hidup, Dept. Germasa melakukan penanaman bakau

Tiga pendeta GPIB di lokasi penanaman bakau: Pdt. Jan Jona Lumanouw, Pdt. Manuel Raintung, Pdt. Teddy Masinambow

Ketua Dept. Pelkes Pdt. Sterra Gerrits turut serta menanam bakau

Semangat warga jemaat menata lingkungan melalui penanaman bakau

Dalam tiga kali pelaksanaan Baksos Pengobatan ditempat yang berbeda total warga yang datang memeriksakan diri mencapai 1.008 orang. Tempat awal pelaksanaan Pengobatan Sungai Segah, Batu Rajang dan Sion Tembudan.

Pnt. Rocky Sambuaga menanam sawit dilahan Bajem Sungai Segah

Pnt. Rocky Sambuaga, bersama Pdt. Widyati Simangunsong dan Pdt. Marsel Kolimon meninjau lahan sawit

“Jumlah yang memeriksakan diri mencapai 1008 orang dan ada 5 diantaranya menjalani operasi minor,” kata Penatua Tommy Masinambow, Wakil Ketua Dept. Pelkes GPIB. Baksos Pengobatan kepada warga dilakukan dipimpin dr. Griselda Aer, Koordinator Pengobatan Safari Pelkes 2023.

Pemeriksaan darah warga untuk pengecekan Gula Darah, Koleterol dan Asam Urat oleh Vicora van der MUUR

Pengobatan Gratis yang dilakukan Tim Medis Safari Pelkes di Tembudan ramai dikunjungi warga yang memeriksakan diri bahkan ada yang harus menjalani Operasi Minor yang dilakukan oleh dr. Griselda Aer dan tim medis. Adapun pasien yang menjalani Bedah Minor adalah seorang perempuan dan seorang laki-laki.

Melayani pasien: dr. Griselda Aer sedang melayani pasien.

Pada hari yang sama, Tim Safari Pelkes juga melakukan penanaman pohon Bakau sebanyak 220 pohon di Tembudan Berau. Semangat menata alam dan lingkungan hidup menjadi lebih baik nampak dari Tim Safari Pelkes sejak berangkat dari titik kumpul di GPIB Sion Tembudan, Berau.

Baca juga  Tren Bencana Alam Tinggi, Jemaat Perlu Memiliki Tim Crisis Center yang Tangguh

Beberapa pendeta yang hadir dalam kesempatan tersebut sangat menyemangati Tim Safari yang merupakan utusan dari berbagai jemaat GPIB.

Baca juga  Sukacita Aktivitas Tim Pelkes di Bajem Maranatha Sebulu

Ketua II Majelis Sinode GPIB Pendeta Manuel E. Raintung dalam kesempatan tersebut mengatakan, aksi penanaman Bakau di pantai Berau sebagai bentuk kepedulian GPIB terhadap kelestarian alam dan lingkungan hidup.

“Kita ‘kan pro alam. Jadi kelestarian alam perlu dijaga karena di pinggir pantai ini sangat krisis, jadi kita perlu menanam bakau ini sekaligus melaksanakan program pemerintah, Jadi GPIB ikut serta dalam penanggulangan kelestarian alam,” kata Raintung.

Sekretaris I Majelis Sinode Pendeta Roberto Wagey mengajak warga jemaat GPIB dan masyarakat pada umumnya untuk menata dan mengelola alam secara bertanggung jawab.

“kita tahu bersama bahwa awal dunia ini diciptakan Allah mempercayakan manusia untuk mengelola dan menata seluruh ciptaan ini secara bertanggung jawab. Oleh sebab itu, kita yang hari ini menikmati alam yang Tuhan berikan kepada kita pun memiliki tanggung jawab yang sama,” kata Wagey.

Koordinator Bid. Lingkungan Hidup Dept, Germasa Pendeta Samuel Karinda mengatakan, hampir sebagian besar CO2 di dunia diserap hutan-hutan katulistiwa terutama yang ada di Kalimantan dan hutan-hutan Brasil di Amazon.

“Jadi kalau kita sejak dini melaksanakan dengan baik ini salah satu penyelamatan dunia ini. Sebab kalau kita bongkar dua hutan ini di Kalimantan dan di Brazil dunia akan kiamat karena krisis O2 yang kita hirup,” kata Karinda.

Ketua Majelis Jemaat GPIB Sion Tembudan Pendeta Olivia Salu mengatakan, apa yang sudah dilakukan Tim Safari Pelkes dengan melakukan penanaman bakau di Logpon Batu Putih sangat baik.

“Kedepannya akan kami perhatikan dan lanjutkan dan juga merawatnya sehingga alam kita semakin terjaga,” tutur Olivia.

/fsp

Share :

Baca Juga

Pelkes

Malayani Tuhan dengan Sepenuh Hati, Pdt. Elisabeth Siregar: Jangan Setengah-setengah

Pelkes

Usai Kalbar, Tim Visitasi Pelkes Siap Rambah Beberapa Bajem Di Kaltim

Germasa

Komjen Golose Bicara Bahaya Narkotika, Pdt. Abraham Persang: Gereja Harus Hadir

Pelkes

Pelkes Immanuel Samarinda, Pdt. Janzens William Riupassa: Warga Jemaat Antusias

Misioner

Hindari Krisis Pangan, Guru Besar IPB Minta GPIB Konsumsi Pangan Lokal

Pelkes

Safari Pelkes Lampung Utara: Sesi Bina UP2M Menarik Minat Warga Jemaat

Pelkes

Di Dunia Ini Hanya Sementara, Berjuanglah untuk Mencari dan Mendapatkan….

Pelkes

Baksos GPIB Di Bolmong Ditutup Ketua Umum GMIBM, Catat 20.253 Pasien