Home / Germasa

Rabu, 22 November 2023 - 12:39 WIB

Dari Forum Pendidikan Oikoumene GPIB: “Ada yang Rela Mengorbankan Kalung Emas”

Pdt. Jimmy M. Immanuel Sormin, narabina dalam forum Pendidikan Oikoumene bagi 30 pendeta GPIB.

Pdt. Jimmy M. Immanuel Sormin, narabina dalam forum Pendidikan Oikoumene bagi 30 pendeta GPIB.

JAKARTA, Arcus GPIB – “Pendeta sebagai Fasilitator Masyarakat: Peran, Fungsi, dan Kecakapan” dibahas tuntas dalam forum Pendidikan Oikoumene Keindonesiaan – GPIB, 22 November 2023. Kegiatan digelar di ruang pertemuan Kantor Majelis Sinode GPIB dengan narabina Sekretaris Eksekutif Bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Pendeta Jimmy M. Immanuel Sormin.

Sebanyak 30 pendeta mengikuti Pendidikan Oikoumene Keindonesiaan GPIB.

Dalam kesempatan itu kepada 30 Pendeta yang merupakan peserta Pendidikan Oikoumene Keindonesiaan Pendeta Sormin mengajak untukm peduli dan mau memberi perhatian terhadap apa-apa yang bisa dikembangakan di jemaat.

Dikatakan, melalui aset yang ada seorang pendeta di jemaat dapat mengemangkan potensi yang ada yang dimulai dari diri pendeta. “Aset tidak hanya berupa uang, tapi bisa juga dari skill, talenta, keahlian, jaringan, pemuda, sepuh da Penghasilan,” ungkap Pendeta Sormin.

Untuk bisa melakukan dan mengembangkan potensi yang ada, perlu kemampuan memfasilitasi masyarakat agar partisipatif. Pertimbangkan beragam metode, misalnya ceramah, diskusi, studi kasus, permainan dinamika kelompok, bermain peran, atau kunjungan lapangan serta menggali pendapat peserta lebih rinci.

Peserta antusias mengikuti pemaparan materi yang disampaikan narabina.

Kecakapan fasilitator sangat diperlukan. Fasilitator dituntut untuk melihat masyarakat bukan sebagai obyek tapi sebagai subyek kegiatan yang harus ditingkatkan ketrampilan dan sikapnya. Harus bisa berempati sehingga memiliki kesabaran dalam mengikuti proses.

Baca juga  GPIB Maranatha dan Polda Jabar Gelar Bakti Religi dengan Bersihkan Lingkungan

Kegiatan pengembangan ekonomi warga bukan hanya berfokus terhadap hasil tapi lebih menitikberatkan pada proses. Dalam mendampingi pertemuan, fasilitator bukan menjadi pusat perhatian.

Menurut Sormin, kehadiran Pendeta itu adalah sebagai fasilitator atau pembina. Sebagai fasilitator ia harus mampu memberikan masukan dan pertimbangan yang diperlukan oleh pelaku masyarakat dalam menghadapi masalah. Memberikan kemampuan dasar yang diperlukan oleh warga untuk maksud perubahan yang ingin dicapai, misalnya dalam mengelola keuangan, kepemimpinan, berkomunikasi yang tepat, dan hal-hal lain yang dikuasai oleh fasilitator.

Sesi Permainan: Kerelaan sebagai pelayan Tuhan, dari memberi kalung emas hingga melepas baju pun tidak masalah.

“Seorang fasilitator mempunyai peran intermediasi atau menjadi penghubung masyarakat dengan berbagai lembaga yang terkait dan diperlukan dalam rangka pengembangan masyarakat,” kata Sormin sembari mengajak peserta melakukan permainan yang dibagi ke dalam tiga kelompok.

Baca juga  Imam Masjid Herius dan Pdt. Rumambi: Keakraban Merawat Kebersamaan

Permainan digambarkan sebagai pemanfaatan aset yang ada pada diri seorang pendeta untuk digunakan sebagai sarana pengembangan pelayanan. Alhasil, dari permainan tergambar betapa pelayanan harus dimulai dari diri sendiri. Artinya, pelayanan harus dimulai dari diri seorang pendeta dengan apa yang ada padanya, aset atau apapun itu yang ada pada diri pendeta.

Dalam permainan, ketiga kelompok yang dibentuk masing-masing pendeta melepaskan apa yang dimiliki dan meletakkannya sebagai bukti penyerahan memulai pelayanan dari aset diri sendiri. Tidak hanya melepaskan apa yang melekat dalam diri seperti kain dan selendang, ada Pendeta yang rela melepas kalung emas, melepas baju bahkan tubuh menggeletak sebagai bukti penyerahan bagi pelayanan.

Sebagai informasi, kegiatan Pendidikan Oikoumene Keindonesiaan GPIB (POK) berlangsung dari tanggal 20 hingga 25 November 2023. Dan pada 21 November 2023 peserta telah melakukan perkunjungan ke Kantor LEMHANNAS dan Kantor PGI Jakarta. /fsp

Share :

Baca Juga

Germasa

Kementerian Agama Gandeng Profesor Yohanes Surya untuk Siswa Madrasah

Germasa

PRESIDEN Ajak Delegasi R20 Tingkatkan Kontribusi Agama dalam Penyelesaian Masalah Dunia

Germasa

Islam Perbaharui Kerja Sama Dengan Moslem World League, Hindu Pertukaran Mahasiswa

Germasa

Rakerdal Germasa Sajikan Sesi-sesi Aktual: Dari Soal Keesaan Hingga Gereja Menghadapi Pemilu

Germasa

Keluhan Pasien Kebanyakan Tensi Tinggi, Asam Urat dan Kelelahan

Germasa

Kasus Bakar AlQur’an: Pemerintah Indonesia Diminta Tekan Swedia

Germasa

Respons Warganet GPIB Mendukung Konven dan PST 2023

Germasa

PESAN BULAN GERMASA GPIB 2023: Politik dan Issue Lingkungan Hidup