Home / Pelkes

Senin, 11 Juli 2022 - 20:38 WIB

Dari Semiloka Pelkes: Gereja Bisa Hidup Tanpa Gedung, Tanpa Diakonia Gereja Mati

Personel GPIB dalam suatu kesempatan berdiakonia ke LP Suka Miskin Bandung

Personel GPIB dalam suatu kesempatan berdiakonia ke LP Suka Miskin Bandung

JAKARTA, Arcus GPIB – Kehadiran gereja di tengah-tengah masyarakat harus nyata terasa. Diakonia gereja harus mendapat tempat yang baik membawa keadilan dan pembebasan.

“Gereja harus turun langsung mengatasi persoalan riil di masyarakat, tidak cukup khotbah di atas mimbar. Gereja semestinya menjadi gerakan pembebasan terhadap umat yang mengalami ketidakadilan, kriminalisasi, terpinggirkan, tersingkirkan, menderita, dsb,” tandas Amin Siahaan, Direktur Eksekutif Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen di Indonesia (JKLPK).

Saat berbicara dalam Semiloka daring yang diselenggarakan Dept. Pelkes GPIB, Sabtu 9 Juli 2022, lebih jauh Amin Siahaan mengatakan,  pelayanan gereja tidak hanya sekadar melayani tetapi memberikan yang terbaik lahir dan batin.

“Pelayanan terhadap hidup yang utuh yang meliputi kesejahteraan lahir-batin yang mempunyai konsekuensi pengorbanan material dan spiritual,” ujarnya mengutip apa yang pernah disampaikan Asmara Nababan sebagai Diakonia Transformatif.

Baca juga  Ayo, Tetap Prokes. Pak Jenderal: Corona, Di Gereja Juga Ada Lho

Mengapa mesti terlibat dala pelayanan? Itu karena gereja, termasuk Lembaga Pelayanan Kristen, baik yang menjadi unit Gereja/Sinode atau bukan, sejak lama terlibat dalam pelayanan di masyarakat.

Kehadiran Gereja  merupakan wujud partisipasi aktif untuk memastikan proses pembangunan benar-benar adil, mensejahterakan rakyat, menghadirkan perdamaian.

Panggilan gereja ini merupakan tanggung jawab untuk merawat ciptaan Tuhan (Kej. 1: 26, 28), mewujudkan kebebasan, keadilan, kebenaran, dan kesejahteraan (Yer. 22: 3, Mat. 24: 35, Luk. 4: 18-21).

Untuk itu, kata Amin Siahaan, JKLPK turus serta memberikan dukungan advokasi secara terstruktur atau sistematis untuk merubah atau mempengaruhi kebijakan publik atau kebijakan yang diambil oleh pejabat publik.

Mengapa perlu beradvokasi? Negara masih abai melakukan pembelaan hukum terhadap rakyat yang sedang menghadapi kasus hukum; masih ada ketidakadilan; masih banyak rakyat yang tidak mampu dan tidak mau memperjuangkan hak-haknya sendiri.

Baca juga  Rangkaian Pembinaan Diberikan bagi Pos-pos Pelkes di Mupel Kaltim 2

Pdt. Em Josef Purnama Widyatmadja dari Center for Development and Culture, Surakarta mengatakan, Diakonia tidak bisa dipisahkan dengan Misi Allah. Gereja harus hadir tidak hanya melalui perkataan, tapi juga perbuatan dan solidaritas pemberian.

“Gereja bisa hidup tanpa gedung, tanpa diakonia gereja mati,” kata Pdt. Em Josef Purnama mengutip pernyataan J.C. Sikkel.

Menurutnya, ekklesiologi GPIB adalahGereja sebagai perjamuan sebagaimana Lukas 13: 29 Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk dan makan di dalam Kerajaan Allah.

Gereja juga merupakan tubuh Kristus yang mencerminkan hidup dan pelayanan Yesus di bumi sebagaimana I Kor 12:12, 13. /fsp

Share :

Baca Juga

Pelkes

Pdt Marthen Pimpin Tim Vaksinasi MS-GPIB Kembali Vaksinasi 200 Orang Santri

Pelkes

MANTAP. Dewan Gerakan Pemuda Bikin Acara Talkshow Kekerasan Seksual

Pelkes

Sukses Menata Petani, Ir. Libyanto, MBA: Saya Ingin Berkontribusi untuk Pelkes di UP2M

Diakonia

dr. Raymond Runtu: Ternyata WFH Lebih Melelahkan

Pelkes

Tetap Jalankan Prokes!

Pelkes

Rangkaian Pembinaan Diberikan bagi Pos-pos Pelkes di Mupel Kaltim 2

Pelkes

Sesi Bina Di Pos Pelkes Mesanget oleh Ketua Dept. Pelkes Pdt. Stera Gerrits

Pelkes

Semua Presbiter di Bajem Hosana Loa Ulung adalah Perempuan