JAKARTA, Arcus GPIB – “Sesungguhnya TUHAN tetap dan masih bekerja pada orang-orang pilihan-Nya yaitu gereja atau Tubuh Knstus. Marilah kita terus menghadirkan TUHAN dalam Setiap pelayanan kita.”
Demikian renungan malam Sabda Bina Umat (SBU) Selasa (24/10/2023) mengurai Firman Tuhan dari 2 Raja raja 2 : 22 “Demikianlah air Itu menjadi sehat sampai hari ini sesuai dengan firman yang telah disampaikan Elisa”.
Mungkin sekarang bukan lagi air yang menjadi priontas dalam hidup yang serba digital. Sekarang fokus orang kepada dunia digital. Dan inilah tantangan gereja, bahwa dunia digital sudah merambah ke dalam gereja. Masih ada orang yang beranggapan bahwa dunia digital adalah jawaban ketika orang sedang susah dan bergumul.
“Gereja harus tetap menyuarakan suara kenabian bahwa sesungguhnya TUHAN adalah tempat jawaban ketika kita sedang dalam pergumulan hidup”.
Mengutip dari laman gpibeffatha.or.id menyebutkan, Roh Kudus yang adalah Roh keberanian akan menolong orang percaya untuk lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. Seperti yang telah disaksikan oleh para Rasul; oleh karena itu Gereja terpanggil memperdengarkan suara kenabian terhadap masalah negara, bangsa, dan masyarakat.
Bahwa berdasarkan tuntunan Roh Kudus, warga jemaat yang adalah sekaligus warga negara wajib menaati undang-undang dan penjabarannya yang telah menjadi ketetapan bersama, namun ia wajib memberi saran-saran perbaikan secara kritis dan konstruktif lewat saluran-saluran pengawasan demi keadilan dan kesejahteraan bangsa.
Bahwa berdasarkan tuntunan Roh Kudus, warga jemaat yang adalah sekaligus warga negara perlu membina rasa kebersamaan sebagai satu bangsa yaitu Indonesia, membangun saling pengertian dan toleransi dalam rangka menghayati kerukunan nasional, dan menggalang kemajuan bersama bagi rakyat Indonesia.
Bahwa berdasarkan tuntunan Roh Kudus, warga jemaat yang adalah sekaligus warga negara, di dalam kehidupan bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat, perlu membangun rasa persatuan dan kesatuan yang tidak merusak kebhinekaan dan kesetaraan yang telah menjadi bagian dari masyarakat warga (civil society), di mana hak-hak asasi manusia dijunjung tinggi. /fsp