Home / Germasa

Jumat, 4 November 2022 - 12:29 WIB

Jangan Hanya Deklarasi, Wamenag Harap AICIS Lakukan Aksi Nyata bagi Perdamaian

DENPASAR, Arcus GPIB – Annual International Conference On Islamic Studies (AICIS) ke-21 tahun 2022 di Bali ditutup Wakil Menteri Agama Zainud Tauhid Sa’adi.

Lebih lanjut situs Kemenag RI Jumat (4/11/2022) menyebutkan, even tahunan ini telah menghasilkan sejumlah kesepakatan, antara lain pentingnya kontekstualisasi nilai-nilai dasar universal untuk kehidupan damai di masa depan.

“Saya harap AICIS tidak hanya melahirkan sebuah deklarasi formalitas belaka, namun diikuti dengan aksi dan tindakan nyata yang dapat menyentuh aspek kemaslahatan dan kedamaian untuk umat manusia,” pesan Wamenag di Bali, Kamis (3/11/2022) malam.

“Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus membawa kebaikan bagi seluruh umat manusia. Karena agama bukanlah aspirasi semata, melainkan inspirasi mulia untuk membangun peradaban dunia,” sambungnya.

Menurutnya, Kementerian Agama memiliki tugas dan tanggungjawab untuk memajukan kehidupan beragama di Indonesia. Dengan berbagai pengalaman beragama yang dimiliki, Indonesia telah menjadi sorotan dunia Islam dalam berbagai aspeknya. Bahkan, Samuel Huntington pernah meyakini bahwa kebangkitan dunia Islam akan lahir dari Asia Tenggara. Dan itu adalah Indonesia.
Oleh karena itu, sudah sepantasnya bahwa Indonesia ini menjadi laboratoriun dalam Islamic Studies dengan kompleksitas yang terjadi di dalamnya.

Baca juga  Dari Acara Dialog Karya Kebangsaan: Pdt. Rully Haryanto: Menjalin Relasi, Menangkal Radikalisme

“Kementerian Agama yang menjadi leading sektor Studi Islam di Indonesia, menjadi institusi yang memiliki momemtum dalam mempromosikan hasil-hasil kajian Islam kepada masyarakat dunia,” jelasnya.

Wamenag mengaku optimis, sebagaimana juga menjadi harapan Menteri Agama RI Bapak Yaqut Cholil Qoumas, bahwa Indonesia dapat menjadi pemimpin dunia Islam untuk mempromosikan Islam moderat. Keyakinan tersebut bukan isapan jempol, karena Indonesia memiliki sumber daya manusia yang sangat besar. Indonesia banyak berperan sukses dalam kerja-kerja global, baik di forum PBB, OKI, G-20 dan lainnya.

“Indonesia telah menjadi salah satu role model negara demokrasi yang mampu mengelola masyarakat multikultural. Ini yang harus diterjemahkan secara aplikatif, tidak hanya teoritik, oleh akademisi PTKI,” tegasnya.

AICIS tahun ini mengangkat tema “Future Religion in G20 : Digital Transformation, Knowledge Management and Social Resilience.” Tema tersebut diangkat untuk memperkuat tema utama dari G-20 Summit yaitu terkait dengan “Transforming into a New Era” dengan tag line “Recover Together, Recover Stronger”.

Baca juga  MENTERI AGAMA Yaqut Cholil Qoumas: Indonesia Bukan Negara Agama

Dengan tema dan isu utama tersebut, kata Wamenag, PTKI diharapkan dapat merespon perkembangan terkini tentang diskursus dan tuntutan kajian keislaman kontemporer di tingkat nasional dan global yang menjadikan transformasi digital sebagai spirit dan media pengembangan keilmuan dan praksisme keislaman. Begitu juga riset-riset yang dilakukan oleh PTKI, harus mampu melahirkan hasil-hasil kajian yang menawarkan berbagai solusi dan pendekatan digital agar umat manusia, khususnya masyarakat Islam dapat merespon dan mengkreasi masa depan yang lebih maju.

Wamenag yakin bahwa umat Islam Indonesia mampu mengikuti akselerasi perkembangan teknologi yang sangat pesat, yakni era industri 4.0 dan era society 5.0, yang berbasis pada big data, Internet of Think dan Artificial Intelegent (AI). Dengan kesadaran akan pentingnya teknologi dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, umat Islam Indonesia diharapkan mampu menjadi pemain dalam kancah pergaulan dunia global.

“Dengan penguasaan teknologi yang handal, umat Islam Indonesia dapat menjadi pelopor untuk menyiapkan masa depan kehidupan beragama yang dapat membawa kemaslahatan bersama,” tandasnya. /fsp

Share :

Baca Juga

Germasa

Kementerian Agama Gelar Kemah Moderasi: Untuk Saling Menjaga

Germasa

Said Aqil Siroj: Jangan Kalau Butuh Tandatangan untuk Bangun Gereja Baru Dekati Kyai

Germasa

Manuver Elok GPIB, Mesra Dengan GBI. Apa Rencana Kedepan?

Germasa

Buka Puasa Bersama Pdt. P.K. Rumambi: Harus Sinergi, Prof: Dede Rosyada: Negara Serius

Germasa

Berbagi Inspirasi: Ahok “Laris Manis” Di Petra dan Bukit Sentul

Germasa

Jadilah Teladan, Tak Perlu Menghancurkan Orang Lain Demi Kesenangan Sendiri

Germasa

Tantangan Ekstremisme, Moderasi Beragama Pun Masuk Washington DC

Germasa

Kesaktian Pancasila Dinilai Sebagai Kunci Terwujudnya Kerukunan di Indonesia