Home / Germasa

Selasa, 12 Maret 2024 - 13:57 WIB

Pdt.Rumambi: Manusia Harus Terima Manusia Lain Meski Berbeda

SAMARINDA, Arcus GPIB – Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Sinode GPIB, Pdt. Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si saat membuka Pembinaan Madya Pendeta Batch II, yang berlangsung di GPIB Bukit Benuas, Balikpapan pada tanggal 11-13 Maret 2024.

“Manusia menjadi manusia sejauh dia mengakui bahwa dirinya selalu ada dalam relasi dengan yang lain. Dalam relasi itu, manusia harus menerima orang lain dengan baik, meskipun mereka berbeda, “ kata Pdt.Rumambi.

Pebinaan itu juga dihadiri oleh fungsionaris MS lainnya, yaitu Ketua I Pdt. Marthen Leiwakabessy, S.Th, Ketua III Pdt. Maureen S. Rumeser – Thomas, M.Th, Sekretaris II Pnt. Ivan Gelium Lantu, S.H., M.Kn dan dikuti 32 orang pendeta.

Materi yang diberikan pada program PMP Bacth II ini diharapkan dapat menghidupi pesan kunci tersebut di atas.  Materi hari pertama berfokus pada spiritualitas pelayan yang memimpin serta tanggungjawabnya terhadap pertumbuhan multispiritualitas jemaat. Dua materi yang dibawakan oleh Pdt. Ir. Yoel Indrasmoro, S.Th tersebut dilengkapi dengan refleksi diri dan diskusi kesesuaiannya pada konteks masing-masing pendeta jemaat tersebut berada.

Baca juga  Mendukung Nyepi, Pdt. Chandra Wila, Mengikuti Dengan Tidak Menyalakan Lampu

Pada hari ke-2,  tiga orang pendeta perempuan, Pdt. DR. Nancy Nisapih, Pdt, Melany Risamasu, M.Th dan Pdt. DR. S. Pattipelohy dan, hadir sebagai panelis untuk membincangkan tema yang  rangkaian programnya telah dituntaskan pada Persidangan Tahunan Sinode 2024 di Samarinda. Pendalaman ini akan berperan sebagai jembatan untuk menerangi  pendeta jemaat yang hadir dalam merancang program yang sesuai dengan keragaman konteks kehidupan jemaat masing-masing.

Digital Ministry oleh PS Elyada Adi dan Relasi Lintas Iman oleh Pdt. Boydo Hutagalung, S.Si-Teol., M.A. dua isu yang menjadi bagian kata kunci tema tahun 2024-2025 yang layak dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan keberagaman  dan relasi lintas iman juga menjadi topik bahasan di hari ke-2 ini. Diharapkan para pendeta yang hadir dapat menjadikan kedua turunan tema tsb sebagai bagian kegiatan untuk diterapkan di konteks jemaat masing-masing.

Baca juga  Demo Di Kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng Ditutup

Di dalam diskusi kelompok, pendeta yang hadir menegaskan bahwa upaya mengukuhkan kembali spiritualitas pendeta sebagai pelayan yang memimpin perlu dilakukan secara rutin dan konsisten. Sebagai kepala organisasi, pendeta selain menjadi pelayan yang memimpin jemaat, juga harus menjadi pelayan yang memimpin dirinya sendiri. Kepiawaian untuk merangkul keberagaman dan relasi lintas iman yang bertanggung jaab akan menjadi langkah etis GPIB menyongsong GPIB emas.(ris/lip)

Share :

Baca Juga

Germasa

Menag Yaqut Cholil Qoumas Mengagetkan Presiden Jokowi

Germasa

Ketua PGIW-SU Pdt. Johny A. Lontoh Lantik Pengurus PGID Kota Binjai Periode 2022 – 2027

Germasa

Bagaimana Indonesia Bangkit, Ini Saran Birokrat, Ekonom, Psikolog dan Pendeta

Germasa

Olly Dondokambey Ketua Panitia HUT ke-75 GPIB: Saya Undang Semua Jemaat

Germasa

Manuver Elok Alumnus UIN Sunankalijaga Pdt Rully Haryanto, Dari Lele, Gusdurian Hingga Bamag

Germasa

Majelis Sinode Gelar Acara Bulan GERMASA, Ada MoU dengan LDII

Germasa

Mereka Tentang Kristen Progresif: “Ini Bukan Barang Baru”

Germasa

Rawat Kerukunan, Menag Yaqut: Bila Tidak Dijaga Berpotensi Menjadi Benih Perpecahan