Home / Pelkes

Senin, 1 Juli 2024 - 13:53 WIB

Safari Pelkes Harus Tetap Hidup: Sukacita Ibu Erna

Tim Safari Pelkes 2024 bersama jemaat GPIB Sungai Ambawang Kalbar.

Tim Safari Pelkes 2024 bersama jemaat GPIB Sungai Ambawang Kalbar.

Oleh: Pdt. Marthen Koilmo, Ketua I Mupel Kalbar

“SAFARI Pelkes Harus Tetap Hidup!” begitu ungkapan rekan Pendeta muda saya, yang sering disapa Pendeta Amor ketika lagi santai menikmati kopi panas dari tuan rumah tempat kami tinggal.

Tidak seperti kegiatan-kegiatan pada umumnya yang dimana para peserta biasa menginap di hotel, kebiasaan safari pelkes di Kalimantan Barat biasanya menginap di rumah-rumah jemaat.

Menata, memperbaiki dan kerja bakti menjadi bagian dalam Safari Pelkes.

Kebiasaan ini sangat baik karena membuat para peserta bisa bersentuhan langsung dan merasakan apa yang dirasakan jemaat-jemaat di Kalbar. Kegiatan penutupan safari pelkes dilaksanakan di Kalimantan Barat khususnya di jemaat Bethlehem Sungai Ambawang selama 4 hari dari tanggal 27-30 Juli 2024.

Kegiatan ini ditutup pada Minggu pagi dalam ibadah pelembagaan Bajem Roti Hidup Tapah menjadi jemaat mandiri dalam lingkup pelayanan GPIB. Kegiatan safari pelkes ini dilaksanakan dengan cara berkunjung ke setiap Pos Pelkes-Pos Pelkes yang ada di wilayah pelayanan GPIB Betlehem Sungai Ambawang.

Informasi yang ada, jumlah pos pelkes di GPIB Betlehem Sungai Ambawang berjumlah 9 Pos Pelkes. Pos Pelkes-Pos Pelkes inilah yang kemudian menjadi tujuan perkunjungan dengan membawa bantuan berupa barang-barang yang nantinya akan dipakai dalam kebutuhan pelayanan jemaat di Pos Pelkes.

Baca juga  MS Resmikan Jemaat ke 346 GPIB Makedonia Dipasena Lampung

Safari Pelkes bagi Pendeta Amor adalah bagaimana merasakan suasana yang baru yang berbeda dari yang biasa kita rasakan ditempat asal kita.

Untuk kita ketahui bahwa kegiatan Safari Pelkes ini bukan saja dihadiri oleh jemaat yang ada di wilayah Kalimantan Barat, tetapi juga jemaat-jemaat yang berada di kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya.

Lewat kegiatan ini para perserta yang datang dari kota besar melihat sesuatu yang berbeda dari yang mereka biasa rasakan di jemaat mereka masing-masing. Misalnya ketika kami sedang berada di jemaat Pos Pelkes Immanuel Bakung, para perserta terheran-heran melihat tembok gereja Pos Pelkes yang sedang dibangun.

Biasanya jika di kota besar tembok gereja itu sangat tebal karena mempergunakan batako atau bata merah namun di Pos Pelkes ini berbeda. Tembok yang mereka bangun sangat tipis sekitar 1 cm tebalnya. Istilah orang Kalimantan Barat menyebutnya dinding “simpe” atau “kawat nyamuk” atau “kawat semen”.

Ibadah pembukaan Safari Pelkes, khusuk dalam semangat kebersamaan.

Dari namanya saja pasti para Sahabat Pembaca Arcus GPIB sudah punya gambaran tentang bentuk dan ukurannya. Namun untuk para Sahabat Pembaca Arcus GPIB ketahui bahwa respon jemaat di pos pelkes yang gedung gerejanya dibangun dengan tebal hanya 1 cm, mereka sangat senang dikunjungi.

Baca juga  Operasional, Morning Call & Night Call Tidak Tayang Lagi

Seorang perempuan yang biasa disapa ibu Erna dalam sapaannya mengatakan “saya merasa sangat bangga dan luar biasa karena dalam kondisi gedung gereja yang belum selesai kami dikunjungi oleh jemaat-jemaat yang berasal dari kota besar”.

Ibu Erna juga mengatakan “sumber air su dekat” bukan dalam pengertian bahwa airnya sudah ada, tetapi karena air sungai yang meluap dari belakang gereja sehingga seluruh halaman gereja tertutup oleh air.

Ada sebuah makna yang mendalam dari perkunjungan safari Pelkes ini bagi jemaat-jemaat yang ada di pos. Bukan saja dari barang atau materi yang diberikan kepada mereka tetapi kehadiran para peserta secara langsung, bertatap muka, berjabat tangan dan turun langsung ambil bagian dalam mengerjakan apa yang dikerjakan jemaat pos membangkitkan semangat mereka bahwa rupanya walaupun mereka berada di Pos-Pos pelayanan mereka tetap menjadi bahagian yang utuh dari jemaat-jemaat yang ada di kota.

Peserta Safari Pelkes 2024 antusias mendengar pemaparan yang disampaikan Pdt. Aurelius Wilhelm Porawouw.

Lewat tulisan ini saya ingin mengucapkan terimakasi kepada Tuhan Yesus yang telah menganugrahkan pelayanan ini bagi gerejaNya GPIB.

Maka dari itu marilah kita semua warga gereja memahami bahwa kita adalah gereja yang satu walaupun berbeda tempat dan kondisi namun hati kita tetaplah satu, satu didalam Tuhan. Tuhan Yesus memberkati! ***

Share :

Baca Juga

Pelkes

Safari Pelkes Lampung Utara: Sesi Bina UP2M Menarik Minat Warga Jemaat

Pelkes

Semua Presbiter di Bajem Hosana Loa Ulung adalah Perempuan

Pelkes

Wow, Warga Berobat Capai 3.595, Sunatan Massal Capai 73 Orang: “Saya Senang GPIB”

Pelkes

Pemberdayaan Ekonomi Gereja, Pnt. Steven Tunas: “Ayo, Belanja di Warga Jemaat”

Pelkes

Tim Baksos GPIB Dapat Sambutan Luar Biasa dari Jemaat Kalvari Bolaang Mongondow

Pelkes

Bagaimana Menjadi Jemaat Mandiri? Simak Ini

Pelkes

Rangkaian Pembinaan Diberikan bagi Pos-pos Pelkes di Mupel Kaltim 2

Germasa

Duo Ketua Bidang Dibalik Safari Pelkes GPIB 2023 di Lampung Utara