Home / Misioner

Rabu, 15 Mei 2024 - 14:35 WIB

Dari Mangngamaseang Ke Kanatojeng, Pdt. Darius: “Jangan Bangga Dimutasi”

Dari kiri, Pendeta Darius Pakiding,Pendeta Chales J. Manuputy, dan Pendeta Besti L Simon Panggabean

Dari kiri, Pendeta Darius Pakiding,Pendeta Chales J. Manuputy, dan Pendeta Besti L Simon Panggabean

JAKARTA, Arcus GPIB – Hari  Minggu, 12 Mei  2024 berlangsung acara Sertijab dan Ibadah Utus Sambut  KMJ  GPIB Jemaat “Kanatojeng“ Gowa, Sungguminasa  Makassar dari Pendeta Besti L Simon Panggabean, M,Th  kepada Pendeta Darius Pakiding, M.Th.

Serah terima Jabatan dan Utus Sambut ini  dipimpin oleh Pendeta Charles J. Manuputy. M.Si, Ketua Mupel Sulselbara.

Pendeta Darius Pakiding bersama keluaraga.

Sebelum pelaksanan ibadah Utus Sambut terlebih dahulu dilaksanakan Sertijab. Dalam  ibadah Utus sambut  ada sambutan dari KMJ lama dan KMJ baru  serta Pendeta Chales J. Manuputy.

Dalam sambutannya Pendeta Chareles J Manuputy menyampaikan tujuan dari mutasi pendeta adalah memberikan kesempatan yang sama kepada setiap pendeta, penyegaran pelayanan, menambah pengetahuan, dan tindakan prefentif dalam pengamanan  Tata Gereja GPIB.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa mutasi pendeta dilakukan bukan hanya dilakukan untuk penyegaran pelayanan akan tetapi dilakukan sebagai bagian dari pembinaan pendeta.

Pendeta Besti L Simon Panggabean bersama keluarga.

Mutasi juga untuk lebih mengenal tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan Tuhan. Lanjut, kata dia bahwa mengenai mutasi  Pendeta GPIB ia  menandaskan bahwa pelayanan gereja itu bukan mengejar prestasi atau kesuksesan seseorang, tetapi para pelayan itu adalah yang terbaik dari yang terbaik.

“Kita bersyukur atas semua yang terbaik yang telah diberi oleh Pdt. Betsi L Simon Panggabenan Selama 5 tahun  8 bulan di GPIB Kanatojeng,” tutur Pendeta Chareles J Manuputy

Baca juga  Utus Sambut: Pdt. Nancy Masuk Maranatha Denpasar, Pdt. Yessy Tempati GPIB Jurang Mangu

Ia juga menegaskan bahwa adalah suatu fakta yang harus diterima setiap Pendeta GPIB  bahwa masa pelayanannya akan selalu dievaluasi dan akan dimutasi di tempat yang baru.

Tujuannya, katanya,  untuk melakukan penyegaran dan membantu organisasi mencapai tujuannya yang lebih besar. Dari itu setiap  pendeta  harus siap sedia selalu untuk dimutasi karena itu bagian dari kesetiaan panggilan kepada Tuhan yaitu siap ditempatkan di mana saja Dia kehendaki.

Akhir sambutan, ia berharap semua warga  jemaat dimanapun berada terus memberikan dukungan serta menyukseskan setiap program sinode termasuk dalam melaksanakan mutasi pendeta. Mutasi pendeta harus mendapat dukungan semua warga  jemaat  dimanapun berada.

Pendeta Betsi L Simon Panggabean dalam sambutannya menyatakan terima kasih kepada Warga Jemaat GPIB Kana Tojeng, Majelis Jemaat, PHMJ, BPPJ  dan Unit-unit Misoner.

”Jika selama bersama 5 gahun, 8 bulan dan apabila ada hal-hal yang kurang menyenangkan mohon dimaafkan,” harap Pendeta Betsi.

Catatan penting Pendeta Betsi, sangat menyedihkan baginya di akhir pelayanannya ada sesuatu yang terjadi. Hal  ini sangat  mempengaruhi tetapi bersyukur semua  dapat diselesaikan, semoga semua dapat dilanjutkan dengan KMJ yang baru.

KMJ baru Pendeta Darius Pakiding dalam sambutannya, Pendeta yang sudah dimutasi telah melakukan panggilannya sebagai pejabat gereja dan juga seorang pelayan Tuhan.

Baca juga  "Gereja Harus Tetap Menyuarakan Suara Kenabian Walau Dalam Pergumulan"

Hal itu dapat dilihat ketika adanya peningkatan ketrampilan dan kemampuan dari pendeta saat menjalani mutasi dengan didukung oleh perkembangan iman  dari umat  baik itu dalam kegiatan penggunaan sumber daya, perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, kepemimpinan, pengambilan keputusan, menangani konflik.

”Mutasi bukan tujuan akhir. Mutasi hanya alat mencapai tujuan, maka dalam melakukannya ingat selalu bahwa tujuan mutasi agar terjadi pertumbuhan gereja baik secara kualitas dan kuantitas. Ada kedewasaan rohani di semua kategori pelayanan, serta adanya harmonisasi kerja, serta penyegaran yang mengakselarasi kemajuan dan pertumbuhan,” tandas Pendeta Darius.

Jadi, kata dia, jangan bangga  dimutasi   dan menganggap itu sudah selesai. Pasca mutasi tugas pendeta yang dimutasi  semakin besar karena keberhasilannya terletak dari bertumbuhnya gereja ke semua arah.

“Akhir kata terima kasih kepada MS  GPIB sebagai pimpinan terima kasih kepada semua pihak yang boleh hadir dalam ibadah Utus Sambut ini terima kasih kepada   Pendeta-pendeta di Regio 2 Mupel Sulselbara bersama PHMJ,” kata Pendeta Darius.

Utus sambut ini dimeriahkan oleh  PS PKB GPIB Mangngamasenag, PS Sektor Pelayanan 7 Mangngamseang, PS PKB GPIB  Pammase, PS PKB GPIB Bukit Zaitun dan PS Jemaat GPIB Kanatojeng. /fsp

 

Share :

Baca Juga

Misioner

Kenaikan Tuhan ke Sorga, Pdt. Hallie Jonathans: Akhiri Pekerjaan Penebusan-Nya

Misioner

INFO: Hasil Konven Pendeta dan PST 2023 di Medan Sudah Dapat Diunduh

Misioner

Mpok Nineh di Kaki Lima Pakai QR Code, Cara Tuhan Menghadirkan Damai Sejahtera

Misioner

Menghadapi Badai Kehidupan, Pdt Otje: “Lepas Beban yang Tidak Perlu”

GPIB Siana

Pdt. Ananda Sebayang: “Marilah Hidup Dalam Kebenaran dan Pertobatan”

Misioner

Pesan Pendeta Sealthiel Isaac: Panggilan Kita Panggilan Melayani, Bukan Memerintah

Misioner

Pisah Sambut, Fungsionaris Majelis Sinode GPIB Periode 2021-2025 Mulai Bekerja

Misioner

Akibat Tidak Harmonis, Anak Bisa Membenci Orangtuanya