JAKARTA, Arcus GPIB – Di minggu-minggu prapaskah ini, mari bersyukur, menceritakan perbuatan-Nya yang ajaib, bersukacita dan bermazmur bagi-Nya. Demikian renungan harian Pendeta Sealthiel Izaac Senin (04/03/2024) mengurai Firman Tuhan Mazmur 9:1-11.
Daud memuji Allah, karena Allah telah memberikan kemenangan kepadanya atas musuh-musuhnya (ay.4,7). Allah menyatakan keadilan-Nya diantara bangsa-bangsa yang hidup dalam kefasikan (ay.5-6,8-9).
Karena itu Daud “bersyukur” kepada Tuhan dengan segenap hati. Ia “menceritakan” perbuatan Tuhan yang ajaib (ay.2). Ia mau “bersukacita” dan “bermazmur” atas pertolongan Allah dalam hidupnya (ay.3).
Dalam penghayatan imannya akan pertolongan Allah, ia menyatakan “suatu pengakuan”: “Allah adalah tempat perlindungan” bagi orang-orang yang terinjak, dan tempat perlindungan di waktu kesesakan (ay.10). Orang-orang yang mengenal Allah, percaya kepada-Nya, sebab Allah tidak meninggalkan orang yang mencari Dia (ay.11).
“Kita hidup ditengah realitas sosial dengan berbagai kejahatan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Kenyataan-kenyataan jahat dan tidak adil itu, hadir sebagai musuh kehidupan.”
Manusia hidup dalam kefasikan, berlaku tidak adil terhadap sesama. Tidak lagi ada rasa malu dan takut berbuat yang melanggar norma-norma hukum, moral dan etika.
“Ditengah kenyataan seperti itu, Allah hadir sebagai pelindung bagi anak-anak-Nya. Ialah perlindungan di saat kita berada dalam kesesakan. Asalkan kita percaya kepada-Nya, maka pertolongan-Nya nyata. Sebab Ia tidak membiarkan orang yang mencari Dia dan yang berlindung pada-Nya. Itulah yang dilakukan Yesus, menderita bagi kita.” /fsp






