Home / Misioner

Selasa, 21 November 2023 - 20:59 WIB

Pdt. Johny A. Lontoh : “Tiga Kejadian Buat Saya Menangis, Matipun Tak Apa-apa”

Pdt. Johny A. Lontoh meninggalkan Medan kini KMJ GPIB Paulus Jakarta.

Pdt. Johny A. Lontoh meninggalkan Medan kini KMJ GPIB Paulus Jakarta.

MEDAN, Arcus GPIB – Mereka yang telah mengalami karya selamat Yesus hidupnya berubah, hidupnya menjadi baru dan melakukan segala sesuatu tertuju pada Tuhannya.

“Disini kita menyadari orang yang diselamatkan itu akan memberikan arah hidupnya untuk melakukan kebaikan dan kebajikan, jadi kita orang-orang yang mengikuti Kristus adalah orang-orang yang telah diselamatkan maka tugas kita bersama meneruskan apa yang Tuhan mau,” kata Ketua II MS GPIB  Pendeta Manuel E. Raintung, S.Si, MM di ibadah utus – sambut KMJ GPIB Jemaat ‘IMMANUEL‘ Medan, Minggu 12 November 2023.

Ketua II MS GPIB Pdt. Manuel E. Raintung di GPIB Immanuel Medan.

Mengurai Firman Tuhan dari Lukas 8 : 1 – 3 tentang tiga wanita, Maria Magdalena , Yohana dan Susana, Pendeta Manuel mengatakan, ketiga wanita  itu telah mengalami karya selamat Tuhan yang seharusnya mati tetapi diberikan kepercayaan untuk hidup dan menyambut kepercayaan itu dengan hati yang penuh dengan kesadaran.

Mereka melayani dengan hati yang tadinya mereka mungkin kaya secara material tetapi mereka mengubahnya menjadi kaya hati. Hidup itu kepentingan utama adalah membagi , bukan mengumpul, menumpuk dan pelayanan dengan hati sunggu-sungguh dapat mengarahkan perilaku kehidupan untuk menyaksikan apa- apa yang sesungguhnya Tuhan mau.

Prosesi utus sambut Pdt. Johny A. Lontoh kepada Pdt. Semuel A. Z Karinda.

Sebagai warga jemaat terlebih sebagai pelayan Tuhan hidupnya harus memiliki kekuatan hati, kekayaan hati karna dari situlah ia harus memberi diri melakukan yang terbaik.

GPIB dalam rangka 75 tahun dengan motto ‘Berbinar Kasih‘ ini bukan slogan sekedar lips service hanya berbicara tentang kasih, melainkan GPIB semakin kuat semakin bertumbuh karena ia mau mewujudkan kasih Allah.

Baca juga  Khusuk Perkawinan Peter dan Rebecca, Pdt. Paul Waney: Tempatkan Kristus yang Utama

“Marilah kita memerankan kehidupan gereja yang senang membaktikan hidup berkarya untuk orang lain, belajar dari bagaimana kisah cerita jemaat mula – mula yang mempunyai kekuatan yang cukup mendalam ketika mereka harus membagi kehidupan, ini didasari karena prinsip hidup tertuju pada Kristus,” kata Manuel.

Prosesi adat kepada Pdt. Semuel A. Z. Karinda sebagai tanda penerimaan warga jemaat di GPIB Immanuel Medan.

Pada saat GPIB melaksanakan 70 tahun GPIB mencanangkan diri sebagai Komunitas Baca Alkitab / KBA , bukan menunjukkan ciri dan cara hidup yang seolah-olah kita dekat dengan Tuhan tetapi KBA harus membuahkan prinsip hidup bahwa dirinya bukanlah dirinya sendiri.

“Tuhan menghendaki kita menjadi orang lain dan melakukan sesuatu yang berarti bagi orang lain,” tandas Manuel.

Dikatakan, perempuan yang digambarkan oleh Lukas tidak hanya memiliki kelebihan secara material tetapi mereka membagikan kelebihan secara rohani dan inilah yang dapat membangkitkan kehidupan.

Iman sesungguhnya dalam sebuah pelayanan harus dapat menimbulkan komitmen, mau mengorbankan, memberikan waktu dan tenaga serta mau menyisihkan dompetnya ini disebut secara integritas.

“Apa yang kita yakini dan imani harus dapat dibuktinyatakan bukan hanya kata-kata tetapi juga dengan perilaku kehidupan, siap mendatangkan korban yang benar dan menjadikan korban untuk kebenaran.”

“Bagaimana mungkin kita mau menyaksikan kehidupan yang baru tetapi kita tidak mau membaharui kehidupan, lakukanlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia, ini menjadi visi orang percaya Kolose 3 : 23 dan mari kita saksikan persembahan hidup yang penuh dengan banyak keikhlasan, banyak ketulusan, banyak kejujuran serta mari kita memperkaya hidup dalam kemurahan dan kebajikan.”

KMJ GPIB Jemaat ‘PAULUS‘ Jakarta Pusat Pendeta Johny Lontoh mengutarakan keberadaannya selama 5 tahun 4 bulan, 12 hari di Jemaat ‘Immanuel‘ Medan.

Baca juga  Pesan Pendeta Sealthiel Isaac: Panggilan Kita Panggilan Melayani, Bukan Memerintah

Ia menjelaskan tentang gaya kepemimpinan khususnya pendeta GPIB diikat dalam lima pilar. Pertama, sejarah gereja, yang kedua teologi dan pemahaman iman, yang ketiga PKUPPG dan misiologi, yang keempat ekklesiologi dan tata gereja yang kelima, grand design atau kompetensi dengan sistem presbiterial sinodal yang kolektif kolegial walaupun gayanya berbeda.

“Ada tiga peristiwa yang sempat saya berkata pada Tuhan. Tuhan awak tak kuat lagi, matilah awak, awak tak mampu lagi menghadapinya, disini saya menaggis, disitu saya berdoa dan berkata: Tuhan matipun tak apa – apa, nggak kuat, tapi disitulah lawatan Tuhan menjamah saya dan tim,” kata Pendeta Johny.

Tiga event yang saya gumuli. Pertama Temu Karya PKLU 2019, kalau bukan kemurahan Tuhan tidak mungkin berlangsung, 1000 orang yang datang, dana Rp2 miliar hanya dikolek dari peserta dan panitia, maaf tak ada bantuan dari MS – GPIB, semua kami lakukan dengan kerja keras akhirnya semua berhasil.

Sisa dananya untuk Pelkes, bencana di Nias dan Tarutung, yang kedua Pembangunan Gereja di Maduma, ini tak mudah PHMJ dan Panitia Pembangunan, dialetika, konflik, kemarahan dan kekecewaan terjadi didalamnya tapi terlepas dari proses itu gereja telah terbentuk dan sudah dibangun dengan sangat megah yang dibantu oleh donatur lewat janji imannya sebesar Rp12 miliar dari Agus Projo Sasmito.

Ketiga PST – 2023, 8 jam sebelum acara dana masih kurang Rp1,2 miliar. Dimasa krisis itulah tangan Tuhan menolong, 6 jam sebelumnya tertutupi, 4 jam sebelumnya Gubernur dan Kapolda membantu sehingga dana surplus begitu banyak dan diberikan ke Pos Pelkes dan Pembangunan di Mupel Sumut – Aceh. Kelebihan dana dikembalikan ke MS-GPIB sebesar Rp1,2 miliar.

KMJ GPIB Jemaat ‘Immanuel‘ Medan Pendeta Semuel Albertus Zakaria Karinda mengatakan: “Saya akan membuat terobosan dan sesuatu yang baru bagi jemaat ini we love you.” /Jp

Share :

Baca Juga

Misioner

Berdayakan Ekonomi Jemaat, Pdt. Poly Hengkesa: Ada Ketakutan Untung atau Rugi

Misioner

Melayani Dijalur Entertainment, Tommy Mukdani: Semua Ini Anugerah Tuhan

Misioner

“Gereja Harus Tetap Menyuarakan Suara Kenabian Walau Dalam Pergumulan”

Misioner

MPH-PGI dan PUSAD Paramadina untuk Poso Lebih Baik Kedepan

Misioner

Ketua PGI: Butuh Kesadaran Kolektif untuk Melindungi Kepentingan Anak

Misioner

Dari HUT Ke-41 Yapendik: Pdt. Roberto Wagey: Eksis Menjadi Alat Tuhan Mencerdaskan Bangsa

Misioner

Manuver Elok Olly Dondokambey Dari Gereja Hingga Masjid, Dari Padang Ke Jakarta

Misioner

Vaksinasi Booster Kepada Masyarakat, GPIB Kinasih Banten: Berbangga Bisa Membantu Pemkot Tangsel