Home / GPIB Siana / Perspektif

Selasa, 1 November 2022 - 18:38 WIB

GPIB Zebaoth Bogor Deklarasikan Sebagai Gereja Ramah Anak

Ketua Majelis Jemaat GPIB Zebaoth Bogor, Pdt. Margie Ririhena-De Wanna, D.Th bersama Tim GRA Zebaoth.

Ketua Majelis Jemaat GPIB Zebaoth Bogor, Pdt. Margie Ririhena-De Wanna, D.Th bersama Tim GRA Zebaoth.

Cynthia N. Sinlae, Ketua Tim Gereja Ramah Anak  

Anak-anak merupakan bagian sangat penting dari gereja. Mereka bukan hanya generasi penerus gereja tetapi generasi masa kini dan anggota dari gereja yang juga berhak mendapatkan pelayanan  dari gereja serta melayani sebagaimana orang dewasa.

Gereja Ramah Anak wajib diwujudkan dalam rangka mendukung pendidikan iman yang konstruktif oleh gereja berdasarkan pemahaman bahwa setiap anak adalah pribadi berharga ciptaan Tuhan yang  berkembang secara bertahap.

Di sisi lain trend  kekerasan terhadap anak yang semakin meningkat berlangsung diberbagai ruang sehingga Indonesia memberikan peringatan “darurat kekerasan terhadap anak.”

GPIB Jemaat Zebaoth Bogor merespon misi Allah bagi anak-anak dan menanggapi konteks ini dengan serius mendeklarasikan keberadaannya sebagai Gereja Ramah Anak. Pembentukan Tim Gereja Ramah Anak dilakukan sejak tahun 2021 dan tim GRA GPIB Zebaoth diketuai oleh Cynthia N Sinlae.

Deklarasi dilakukan Minggu, 30 Oktober 2022 di moment ulang tahun GPIB yang ke 74.  Hal ini menunjukkan langkah konkret dan komitmen gereja untuk mewujudkan gereja yang ramah terhadap anak-anak.

Baca juga  Adakah Gerejamu Bertumbuh, Ketua Sinode GMIT Pdt Mery Kolimon: Dialog Dengan Agama Lain

Kegiatan pada hari Minggu, diawali dengan Ibadah Syukur HUT GPIB yang ke 74 tahun.  Sesudah Ibadah selesai, anak-anak Panti Asuhan Bina Harapan membuka acara dengan permainan angklung yang sangat memukau.

Deklarasi GPIB Jemaat Zebaoth Bogor menjadi Gereja Ramah Anak disampaikan oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Jemaat Zebaoth, Pdt. Margie Ririhena de-Wanna, D.Th.  Pembunyian angklung secara bersama-sama diatas panggung oleh Pdt. Margie, Tim Gereja Ramah Anak, para Pelayan Anak, dan anak-anak menjadi penanda resminya komitmen ini disampaikan. Selanjutnya diperkenalkan juga

Tim Forum Anak dari GPIB Zebaoth Bogor :

Marchello, Silvana Gracia, Natasha Noverlly dari Divisi Minat & Bakat; Maria Chasty Nathania, Kharismaeli Putra Zendarto dari Divisi Kreatif; Finno Rico Samuel Jansen dari Divisi Lingkungan Hidup; Gangga Tirta Dewi, Marcus Salaka dari Divisi Pendidikan; Bintang Baratha Kusuma dari Divisi Kesehatan.

Sebagai Pendamping Forum Anak ada Kak Patrick, Kak Alma, Kak Keke, Kak Fanfan dan Kak Tania.  Juga ada Kak Eunike, Kak Maria Magdalena, Kak Sofia, Kak Chris Ruhupatty dan Kak Pieter sebagai penanggung jawab masing-masing divisi.

Baca juga  Mari Pahami Liturgi, Pdt. Dina Meijer-Hallatu Sentuh Soal Kawin Cerai dan Martumpol

Acara dilanjutkan dengan penampilan seni oleh anak-anak PAUD Tunas Zebaoth yang mempersembahkan Tari Kudaki-daki Gunung yang Tinggi, Tari Kijang dan Gerak dan Lagu Meraih Bintang.

Sesudah itu , anak-anak dari Sektor Kedungbadak juga menampilkan Lagu “Dengar Dia Panggil Nama Saya” dengan bersemangat.  Melihat kakak-kakaknya membawakan lagu, Kyrie yang baru berusia 3 tahun tidak mau kalah.  Secara spontan ia menyanyikan lagu “Aku Senang Jadi Anak Tuhan”

Penampilan selanjutnya dipersembahkan oleh anak-anak kelas tanggung yang menyanyikan lagu “Yesus Menginginkan Daku” dengan penuh sukacita.

Hari sudah beranjak siang ketika Kak Nancy Wola yang bertindak sebagai MC memanggil semua panitia, pengisi acara dan team GRA ke atas panggung untuk menyanyikan Mars Gereja Ramah Anak menandakan ditutupnya acara deklarasi hari itu.  Semua peserta, terutama anak-anak tampak gembira, seiring komitmen kita untuk terus melihat kegembiraan itu di wajah mungil anak-anak kita. ***

Share :

Baca Juga

GPIB Siana

Hidup Bukan Sekadar Hidup, Jadilah Berarti untuk Sesama

GPIB Siana

ToT CC Sinodal 2022: Dari Resque Air Hingga Mengendalikan Ular Berbisa

GPIB Siana

SIMULASI Persidangan, Majelis Sinode Minta Peserta Persidangan Sinode XXI Hadir

GPIB Siana

Tidak Mengumpat Bukti Roh Kudus, Ada yang Rajin Kirim Kalimat Rohani, Tapi Hidup Penuh Caci Maki

GPIB Siana

Mupel Bali-NTB Serahkan Tanda Kasih Atas Wafatya Istri Pdt. Abraham Supriyono

GPIB Siana

Mengapa kita Harus Berdoa, Ini Pesan-pesan Netizen

GPIB Siana

Pdt. Peggy: Andalkan Tuhan, Pdt. Hendra: Jangan Dikit-dikit Kepeng

GPIB Siana

Berdayakan Aset GPIB Ditempat-tempat Strategis, Pdt. P. K. Rumambi: Ada BUMG