Home / Misioner

Rabu, 3 Januari 2024 - 21:34 WIB

Respek Membuat Amarah Berubah, Pdt. Domidoyo: “Lakukan yang Baik dan Saling Hormat”

Pdt. Domodoyo Ratupenu saat diwawancarai John Paulus Jemaat GPIB Pondok Ungu Bekasi.

Pdt. Domodoyo Ratupenu saat diwawancarai John Paulus Jemaat GPIB Pondok Ungu Bekasi.

BEKASI, Arcus GPIB – Lakukanlah hubungan yang baik dengan orang lain dan saling menghormati maka akan tercipta perdamaian karena dasar dari perdamaian selalu diawali dari respek kepada semua orang serta mempersaksikan cinta kasih Allah yang tiada batas.

Mengatakan itu KMJ GPIB Jemaat Pondok Ungu Bekasi dalam Ibadah Perayaan Natal 27 Desember 2023 di Plaza THB.

Sukacita merayakan Natal di Jemaat Pondok Ungu Bekasi.

“Respek membuat amarah berubah, bukankah Yesus yang lahir ke dunia karena Dia menghormati kita, bukankah Yesus yang lahir di rumah yang sederhana itu datang ke dunia untuk mengasihi kita,” kata Domidooyo.

Yesus telah menerobos batas-batas antara satu profesi, satu suku, satu etnis, satu agama, satu ideologis yang tertutup itu, yang tak mau berjumpa diajak berdialog, berdiskusi, berbicara sedemikian rupa dengan secara pribadi, secara empati dan secara emosi.

“Cara melihat dunia orang lain dengan kacamata dunia kita sendiri sudah menjadi bagian dalam kehidupan manusia sejak lama ini, karena itulah Allah dalam diri Yesus Kristus mengambil inisiatif menerobos masuk di tengah-tengah dunia untuk membuka ruang-ruang yang seringkali tertutup serta tembok-tembok yang tinggi dimana orang tidak bisa mengenal antara satu dengan yang lainnya.”

Sisi-sisi perayaan Natal Kristus di Pondok Ungu,

Ini merupakan suatu tindakan yang teramat sangat drastis dan suatu keberanian yang luar biasa yang ditampilkan oleh Allah. Allah sampai di dunia ngapain! Dia berdialog.

Baca juga  Majelis Sinode Terima Hasil Akhir Materi Ajar Katekisasi dan Buku Panduan Mengajar Katekisasi

“Dialog itu sangat penting, dimana kita hidup bersama-sama dengan masyarakat dan warga jemaat dimana kita ada. Apakah perjumpaan itu ada dialog atau hanya say hello!”

“Dialog adalah percakapan dua pihak sehingga dari sini kita bisa mengenal, mengerti, memahami orang lain, Allah juga demikian. Allah berjumpa dan berkenalan dengan orang lain, Dia tidak statis.”

KMJ Pondok Ungu Pdt. Domidoyo Ratupenu dalam kebersamaan di acara Natal.

Dengan berdialog disitu ada empati, ada perubahan dan terciptalah hubungan pribadi dan emosi. KBBI emosi adalah luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat dan secara keagamaan merupakan getaran jiwa yang menyebabkan manusia berlaku religius.

“Tanpa itu jangan pernah kita berpikir akan terjadi perubahan dan perdamaian di tengah-tengah dunia dan tanpa itu tidak mungkin tercipta dan terwujud cinta kasih.”

“Apakah kita Jemaat GPIB Pondok Ungu Bekasi sudah membangun hubungan pribadi, perlu kita pertanyakan!”

Sesi foto bersama merayakan sukacita Natal.

“Bagaimana orang mau mengenal kita kalau kita tidak menerobos masuk ke dalam pribadi orang lain dan ini tak akan terjadi hubungan emosi yang akhirnya sifatnya kering.”

Baca juga  Apapun yang Kita Lakukan Mata Tuhan Melihat, yang Baik atau Buruk

Membangun hubungan emosi sangat penting, significant bukan berarti marah! emosi itu soal intuisi, perasaan dan hanya bisa muncul lewat perjumpaan yang akan menimbulkan etika respek.

“Sering kali dalam relasi kita tidak menghargai respek itu, penghormatan terhadap orang lain. Padahal setiap orang selalu minta dihormati, siapapun dia, apapun kedudukannya baik tinggi maupun rendah karena dia adalah manusia sebab kehadiran Allah bukan hanya mengasihi juga menghormati.”

Dengan mengambil kisah Yasser Arafat di tahun 2002, Pendeta Domidoyo menjelaskan tentang pemimpin Palestina yang dikepung dan terpojok oleh tentara Israel karena dia menolak perjanjian perdamaian dan merasa tersakiti oleh pemimpin dunia pada saat itu dan tidak mau menyerah karena tidak dihormati.

Marc Gopin cendekia Israel dan pejuang perdamaian menerobos masuk blokade dan bertemu dengan Yasser Arafat dan mengatakan bahwa dalam tradisi Yahudi berbagi-bagi Ayat Kitab suci itu suatu kewajiban dan Yahudi harus berbagi kitab sucinya kepada orang Islam, kepada semua agama dan ajaran Yahudi juga mau menerima ayat dari ajaran lain.

“Lalu kata Yasser Arafat, anda tahu saya dari kecil sampai setua ini juga berdoa di tembok ratapan bersama-sama dengan pemimpin Yahudi dan menunggu ayat-ayat kitab suci menyapa kami.”

Setelah pertemuan itu tentara Israel perlahan-lahan mundur dan Yasser Arafat memerintahkan kepada kelompok Palestina hentikan pertarungan, perselisihan dan peperangan karena dunia ini harus ada perdamaian, dia mengambil sikap yang radikal yang berbeda seratus delapan puluh derajat karena dia dihormati. /Jp

Share :

Baca Juga

Misioner

Tuhan Bisa Murka, Pdt. Ezra Sudarsono: Jangan Sia-siakan Kesempatan

Misioner

Berpuasa? Kenapa Tidak, Yesus Berpuasa Melawan Hedonisme, Materialisme dan Egoisme

Misioner

LAI Luncurkan Alkitab Terjemahan Baru Edisi 2: Menko Luhut B. Panjaitan Hadir

Misioner

Perlu Mengenal Diri? Pdt. Nancy Nisahpih-Rehatta: Agar Kenal Kekuatan dan Kelemahan

Misioner

KHOTBAH Sulung:  “Cara Dunia Tidak Menyenangkan Hati Allah”

Diakonia

PDP Batch 3 untuk Tingkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Pendeta

Misioner

Pdt. Michiko Saren KMJ Sumber Kasih, Majelis Sinode Pnt. Victor Pangkerego: Terimalah Dengan Terbuka

Misioner

Pdt. John D. Sihite Peduli UMKM: Ekonomi Harus Beriring Dengan Kehidupan Sosial