Home / Misioner

Senin, 8 Juli 2024 - 20:38 WIB

Semarak HUT Ke-30 YADIA GPIB, Pdt. Manuel Raintung: Wujud Nyata Cinta Kasih

Tarian warga jemaat membuka ibadah syukur dan perayaan HUT ke-30 Yadia GPIB di Lawang Malang.

Tarian warga jemaat membuka ibadah syukur dan perayaan HUT ke-30 Yadia GPIB di Lawang Malang.

MALANG, Arcus GPIB – Mensyukuri usia 30 tahun Yayasan Diakonia GPIB menggelar beberapa kegiatan di Rumah Asuh Anak dan Lansia (RAAL) Griya Asih Lawang Malang Jumat, 5 Juli 2024.

Kegiatan itu Pengobatan bagi anak-anak dan lansia di lingkup RAAL Griya Asih Lawang dan membagikan sembako kepada warga sekitar RAAL Lawang. Dalam pembagian sembako ini ramai antusias warga yang datang.

Ketua II MS GPIB Pdt. Manuel E. Raintung saat membawakan renungan.

Keesokan harinya Sabtu 6 Juli 2024 dilakukan perayaan sebagai wujud penyertaan Tuhan YADIA mencapai usia 30 tahun. Sebalum perayaan dilakukan ibadah syukur yang dilayani oleh Ketua II Pendeta Manuel E. Raintung, S.Si, MM dan dilanjutkan dengan acara perayaan yang dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH.,M.H.

Wow,…syukuran terasa humanis karena melibatkan anak-anak dan lansia warga RAAL Griya Asih Lawang yang turut serta larut dalam sukacita termasuk mengundang jemaat-jemaat GPIB yang tergabung dalam Mupel Jawa Timur.

Ketua II MS GPIB Pendeta Manuel Raintung dalam renungannya menyatakan rasa syukurnya hadirnya Rumah Asuh anak dan Lansia di Lawang Malang ini.

Wakil Bupati Malang Wakil Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH.,M.H. dan warga serta undangan memenuhi area pelaksanaan Ibadah syukur dan perayaan HUT ke-30 Yadia di Lawang.

”Kita bersyukur berada di tempat ini, Rumah Asuh Anak dan Lansia ini merupakan perwujudan nyata cinta kasih. Banyak orang berkasih-kasihan ditempat ini, banyak orang berbagi kasih ditempat ini,” kata Pendeta Manuel.

Menurutnya, banyak perilaku dilakukan orang ditempat ini, ada yang memberi ada yang menerima. Pendeta Manuel juga mengurai tentang bagaimana jemaat Makedoni yanh memberi  dalam keterbasannya. Mereka memberi, mereka berbagai karena mereka punya semangat sukacita.

Baca juga  Wagub Sultra, Dr. H. Lukman Abunawas Buka Sidang Tahunan Mupel GPIB Di Sulselbara

Bendahara Umum Pnt. Edy Soei Ndoen

Bendahara Umum MS GPIB Penatua Edy Soei Ndoen SE mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang banyak mendukung keberadaan RAAL Lawang baik dari unsur Pemerintah Kabupaten Lawang dan masyarakat pada umumnya. Kelurahan serta dunia Pendidikan terutama dari Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Tribuana Tungga Dewi Malang.

“Setelah pasang surut, YADIA kembali bangkit, kembali menggeliat, kita berharap semoga kedepan YADIA dan RAAL semakin maju dan menghimbau jemaat se-GPIB bukan hanya jemaat di Malang tapi semua jemaat GPIB mendukung,” harap Penatua Edy.

YADIA semakin memantapkan diri dalam berbagia giat layan termasuk menjalin hubungan yang baik dengan semua unsur, seperti yang dilakukan RAAL Lawang yang bekerja sama dengan Universitas Muhamadiyah Malang (UMM). Cukup banyak kerja sama yang dilakukan YADIA melalui RAAL Lawang dengan UMM salah satunya penanaman berbagai tanaman produktif di areal kebun milik RAAL Lawang.

Tak heran dalam perayaan HUT ke-30 YADIA GPIB petinggi-petinggi UMM hadir dalam kesempatan tersebut, salah satunya adalah Prof. Dr. Ir. Sujono, M.Kes.

Kebanggaan tersendiri bagi GPIB karena memiliki YADIA yang telah memberikan karya nyata digiat layan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB).

YADIA dan RAAL Lawang nyata peduli terhadap orang-orang yang memang membutuhkan perhatian terhadap anak-anak dan para lansia yang diberdayakan di Rumah Asuh Anak dan Lansia (RAAL) Griya Asih Lawang, Malang.

YADIA dan RAAL terus bergerak manata hari ini untuk esok yang lebih baik. Diusianya yang ke-30 pada perayaan HUT-nya yang dirayakan pada 6 Juli 2024 di RAAL Lawang, YADIA mendapatkan pujian yang tak henti-henti dari Wakil Bupati Kabupaten Malang Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH.,M.H.

Baca juga  Sekum MS Elly Pitoy Di CC Surabaya: "Saya Berharap ada Ide-ide Transformatif"

Orang nomor 2 di Kabupaten Malang berkali-kali dalam sambutannya pada HUT ke-30 YADIA menyatakan senang dengan perhatian YADIA terhadap orang-orang tua dan anak-anak.

”Yayasan Diakonia GPIB bisa dijadikan Role Model, termotivasi ketika anak-anak sudah terjun ke masyarakat yang sebenarnya. Memiliki empati menjalankan fungsi soaial karena Tuhan sudah memberikan Amanah dan memberikan semua kepada kita sebagai mahkluk sosial yang tidak bisa berdiri sendiri,” kata Didik Gatot Subroto.

Pada kesempatan itu Didik Gatot Subroto juga menghaturkan terimakasih kepada YADIA rutuin memberikan perhatian pelayanan kesehatan kepafa para lansia dan anak-anak yang ada di RAAL Lawang.

”Saya berterimakasih kepada Yayasan Diakonia GPIB. Kedepan tentunya kita harus menambah ruang dan konsep kita. Hari ini sudah cukup bagus bagaimana Yayasan Diakonia memberikan pelayanan Kesehatan, bagaimana memberikan pelayanan kerohanaian utamanya kepada Oma-oma yang dirawat termasuk pelayanan pendidikan terhadap anak-anak di RAAL Lawang yang hari ini dihantarkan menuju ke runag dewasa  dan menghantarkan mereka menjadi masyarakat yang sejati,” tandasnya.

Menurutnya, ini menjadi bagian terpenting bagi secara keseluruhan. Ada tugas yang tidak bisa dilepaskan sebagai pribadi-pribadi sebagai mahkluk Tuhan untuk mengedepankan rasa sayang, cinta kasih kepada sesama.

Ketua YADIA, Diaken Ayub Yunus mengatakan, waktu berjalan sangat cepat dan tanpa disadari Yayasan Diakonia GPIB Bersama RAAL Griya Asih mencapai usia 30 tahun yang didirikan Fungsionaris Majelis Sinode tepatnya 5 Juli 1994 jadi ekssistensinya sudah mencapai 3 dekade.

”Ini menunjukkan komitmen dari gereja Protestan di Indonesia bagian Barat dan juga kekuatsn dan keteguhan dari YADIA dan RAAL Griya Asih sehingga berhasil menjalani pelayanan selama 30 tahun,” tandas Diaken Ayub. /fsp

Share :

Baca Juga

Misioner

Pengurus Mupel Jabar II Terbentuk: Fokus Penggalangan Dana Hingga Jemaat Terkait Hukum

Misioner

Berserulah, Bertobat Bukan Karena Usaha Itu Pekerjaan Allah

Misioner

Semua Orang Punya Masa Lalu, Pdt. Helen Hukom: Tetaplah Mengingat Apa yang Membuat Sukacita

Misioner

Khotbah Dengan Latar Pembuatan Batu Merah, Pdt. Syancrist: Ini Milik Gereja

Misioner

Kenaikan Tuhan ke Sorga, Pdt. Hallie Jonathans: Akhiri Pekerjaan Penebusan-Nya

Misioner

Nah, Ingat Ini, AKHLAK Harus Jadi Core Value….

GPIB Siana

Tujuh Narabina Bicara Dalam Pembinaan Madya Pendeta, Ada Prof. Dr. John Titaley

Misioner

Pdt. Manda Rompas: “Perjuangan Kita Sebuah Latihan Iman”